Suwardi Thahir dan Dahlan Abubakar, Amanah Baru dari Jalan Mufakat

PERS21 Dilihat

Oleh: Alimuddin

Di tengah dinamika organisasi yang kerap diwarnai persaingan dan perbedaan pandangan, Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan Tahun 2026 menghadirkan sebuah pelajaran berharga tentang kedewasaan berdemokrasi.

Sejak awal, konferensi yang digelar di Graha Pena Makassar itu diperkirakan akan menjadi arena kontestasi yang ketat. Dua pasangan calon telah bersiap mengadu gagasan dan dukungan. Di satu sisi berdiri Suwardi Thahir bersama Dahlan Abubakar. Di sisi lain hadir Amrullah Basri berpasangan dengan Abd. Jurlan. Masing-masing membawa harapan, pengalaman, dan visi tentang masa depan organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.

Namun sejarah sering kali memilih jalannya sendiri.

Di saat banyak mata menanti hasil pemungutan suara, forum justru menemukan jalan yang lebih teduh. Melalui dialog, komunikasi, dan semangat kekeluargaan yang menjadi ruh organisasi profesi, para peserta konferensi sepakat menempuh musyawarah mufakat. Sebuah mekanisme yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya membutuhkan kebesaran jiwa dari semua pihak yang terlibat.

Keputusan itu melahirkan kesepakatan bersama. Suwardi Thahir dipercaya memimpin PWI Sulawesi Selatan periode 2026–2031, sementara Dahlan Abubakar mendapat amanah sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel.

Keputusan tersebut bukan sekadar penetapan nama. Ia menjadi simbol bahwa organisasi wartawan masih menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan di atas kepentingan kelompok maupun individu. Bahwa perbedaan pilihan tidak harus berujung pada perpecahan. Bahwa kompetisi dapat berakhir dengan konsensus.

Bagi banyak peserta yang mengikuti jalannya konferensi, momen itu menghadirkan suasana yang berbeda. Ketegangan yang sempat mengiringi tahapan konferensi perlahan mencair menjadi kebersamaan. Mereka yang sebelumnya berada dalam barisan berbeda akhirnya duduk dalam satu kesepahaman: PWI Sulsel harus melangkah maju dengan tetap menjaga persatuan.

Tantangan yang menanti tentu tidak ringan. Dunia pers sedang menghadapi perubahan besar. Arus informasi bergerak semakin cepat, teknologi digital terus berkembang, sementara tuntutan profesionalisme wartawan semakin tinggi. Dalam situasi seperti itu, organisasi profesi dituntut tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga rumah yang mampu melahirkan wartawan yang kompeten, independen, dan berintegritas.

Karena itu, amanah yang kini berada di pundak Suwardi Thahir dan Dahlan Abubakar bukan sekadar jabatan organisasi. Amanah tersebut adalah tanggung jawab untuk menjaga marwah profesi, memperkuat solidaritas anggota, dan memastikan PWI Sulawesi Selatan tetap relevan menghadapi perubahan zaman.

Konferprov 2026 pada akhirnya meninggalkan pesan yang lebih dalam daripada sekadar hasil pemilihan. Ia mengingatkan bahwa demokrasi tidak selalu harus dimenangkan oleh suara terbanyak. Dalam kondisi tertentu, demokrasi juga dapat menemukan kemuliaannya melalui kesepakatan bersama yang lahir dari kebijaksanaan.

Di tengah kehidupan publik yang semakin bising oleh polarisasi, Konferprov PWI Sulsel 2026 justru menunjukkan bahwa perbedaan masih bisa dipertemukan di meja musyawarah. Dan dari meja itulah lahir sebuah harapan: bahwa keluarga besar PWI Sulawesi Selatan akan melangkah ke depan dengan semangat yang sama, menjaga profesi, menjaga organisasi, dan menjaga kepercayaan publik terhadap pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *