Keterangan Gambar:
Ketua terpilih PWI Sulawesi Selatan periode 2026–2031, Dr. Ir. H. Suwardi Thahir, M.Si., saat bersilaturahmi dengan Komandan Polisi Militer Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Cpm M. Rokib Jabar, S.H., didampingi Wakil Danpomdam XIV/Hasanuddin Letkol Cpm Hasto, S.H., M.H., di Markas Pomdam XIV/Hasanuddin, Makassar, Jumat (12/6/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai upaya memperkuat sinergi antara insan pers dan institusi TNI demi terciptanya iklim informasi yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.
MAKASSAR — Siang itu, suasana di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIV/Hasanuddin terasa teduh. Di bawah semboyan “Setia Hingga Akhir” yang terpampang kokoh di dinding ruang kerja Danpomdam, sebuah pertemuan berlangsung dalam nuansa hangat dan penuh keakraban. Bukan sekadar kunjungan formal, melainkan silaturahmi yang mempertemukan dua elemen penting dalam kehidupan berbangsa: insan pers dan aparat penegak disiplin militer.
Ketua terpilih Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan periode 2026–2031, Dr. Ir. H. Suwardi Thahir, M.Si., melakukan kunjungan silaturahmi ke Pomdam XIV/Hasanuddin di Makassar, Jumat (12/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi salah satu langkah awal membangun jembatan komunikasi dan mempererat hubungan kelembagaan antara PWI Sulsel dengan jajaran TNI.
Di ruang kerja yang sederhana namun sarat makna pengabdian, Ketua PWI Sulsel Terpilih Suwardi Thahir diterima langsung oleh Komandan Polisi Militer Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Cpm M. Rokib Jabar, S.H., didampingi Wakil Danpomdam XIV/Hasanuddin, Letkol Cpm Hasto, S.H., M.H. Pertemuan berlangsung dalam suasana cair, penuh rasa hormat, dan dilandasi semangat kebersamaan untuk membangun Sulawesi Selatan yang lebih baik.
Bagi Suwardi, silaturahmi bukan sekadar tradisi sosial. Ia adalah jalan untuk merawat persaudaraan, memperkuat komunikasi, dan membuka ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kunjungan kami hari ini dalam rangka menjalin silaturahmi. Kami juga berterima kasih atas berbagai masukan yang diberikan kepada PWI Sulsel. Tentu hal itu akan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami ke depan,” ujar Suwardi.
Menurutnya, dunia kewartawanan dan institusi negara memiliki tanggung jawab moral yang sama, yakni menjaga kepercayaan publik melalui kerja yang jujur, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Suwardi juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Pomdam XIV/Hasanuddin.
“Kami mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan sangat baik. Semoga hubungan yang telah terjalin ini dapat terus diperkuat demi kemajuan bersama,” katanya.
Dalam perspektif yang lebih luas, silaturahmi seperti ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan program kerja, tetapi juga pada kemampuan berbagai elemen bangsa untuk duduk bersama, saling mendengar, dan membangun kepercayaan.
Danpomdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Cpm M. Rokib Jabar, menyambut baik kepemimpinan baru di tubuh PWI Sulsel. Ia berharap organisasi wartawan tertua di Indonesia itu terus menjadi mitra strategis dalam menghadirkan informasi yang sehat, akurat, dan mencerdaskan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran pers yang profesional sangat dibutuhkan di tengah derasnya arus informasi yang kerap bercampur dengan opini, spekulasi, bahkan kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berharap PWI Sulsel yang dipimpin oleh Bapak Suwardi Thahir dapat terus membangun sinergi dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak. Kepemimpinan beliau diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Sulawesi Selatan, khususnya dalam dunia kewartawanan,” ujarnya.
Ia menegaskan, wartawan memiliki peran penting sebagai penyampai informasi yang benar sekaligus penjaga nalar publik. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus selalu menjadi fondasi dalam setiap karya jurnalistik.
“Kami berharap wartawan yang tergabung dalam PWI semakin profesional dan mampu menyajikan berita yang bermanfaat serta mendukung pembangunan daerah. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru menimbulkan isu yang tidak sesuai dengan fakta,” tegasnya.
Pertemuan tersebut juga membahas sejumlah peluang kerja sama yang akan direalisasikan setelah pelantikan kepengurusan PWI Sulsel periode 2026–2031. Berbagai gagasan mengemuka, mulai dari penguatan komunikasi kelembagaan hingga program-program yang mendorong terciptanya iklim informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, pertemuan itu menjadi penanda bahwa sinergi antara pers dan institusi negara tetap diperlukan. Sebab, ketika komunikasi dibangun di atas kejujuran, saling menghormati, dan niat baik, maka lahirlah kekuatan yang mampu menjaga persatuan serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, silaturahmi bukan hanya tentang berjabat tangan dan bertukar kata. Ia adalah ikhtiar merawat ukhuwah, memperkuat amanah, dan meneguhkan pengabdian. Sebagaimana ajaran yang diwariskan para pendahulu, hubungan yang dibangun dengan niat baik akan menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi banyak orang. (*/Red)











