Di Balik Lazuardi Soppeng: Menjaga Kedamaian, Menjauhkan Sengketa

POLRI96 Dilihat

Oleh:Alimuddin

Penulis terinspirasi dari Caption Polres Soppeng yang disebar di berbagai media sosial. Sebelumnya, Kapolres juga menaggapi pertanyaan wartawan tentang pentingnya mewaspadai kehadiran mainan Water Gel Blaster di ruang-ruang publik belakangan ini pada Konferensi Pers di Mako Polres Soppeng, Kamis 12 Maret 2026

SOPPENG – Ketika mentari merayap turun di ufuk barat Bumi Latemmamala, ada sebuah harmoni yang senantiasa kita langitkan dalam doa: kedamaian. Namun, kedamaian bukanlah sekadar ketiadaan perang; ia adalah rasa aman yang mendekap setiap jiwa, ketenangan yang mengalir di setiap gang sempit, hingga senyum tanpa rasa was-was di wajah anak-anak kita.

Sayangnya, seringkali keriuhan yang kita anggap remeh dapat mengusik ketenangan sesama. Kehadiran mainan Water Gel Blaster di ruang-ruang publik akhir-akhir ini mulai menyisakan tanya dan kecemasan, mengaburkan batas antara permainan dan gangguan.

Antara Canda dan Adab

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dalam sebuah himbauan yang sarat akan makna persaudaraan, mengajak kita semua untuk kembali menilik hakikat hidup bertetangga. Keamanan (Kamtibmas) dalam kacamata spiritual bukan hanya soal aturan hukum, melainkan bentuk tertinggi dari kasih sayang kepada sesama mahluk Tuhan.

“Janganlah salah seorang dari kalian menakut-nakuti saudaranya, meskipun itu hanya sekadar candaan.” Pesan kebaikan ini seolah bergema dalam himbauan beliau yang mengingatkan agar mainan serupa senjata tersebut tidak digunakan secara sembarangan di tempat umum.

Peran Orang Tua sebagai Penjaga Amanah

Anak-anak adalah amanah suci, permata hati yang harus dibimbing tangannya agar tidak menyentuh hal-hal yang dapat memicu celaka. Kapolres menekankan bahwa pengawasan orang tua adalah benteng utama. Menghindari permainan tembak-tembakan yang memicu ketakutan atau risiko cedera bukan hanya soal ketertiban, tapi soal menanamkan empati sejak dini, bahwa kesenangan pribadi tak boleh berdiri di atas keresahan orang lain.

Berikut adalah poin-poin keteduhan yang disampaikan oleh Polres Soppeng:

  • Menjaga Marwah Ruang Publik: Memohon kepada masyarakat, terutama remaja, untuk tidak memainkan gel blaster di tempat umum demi kenyamanan bersama.
  • Menghalau Mudarat: Menghindari permainan yang berpotensi menimbulkan ketakutan atau gangguan ketertiban.
  • Kasih Sayang Orang Tua: Mengharapkan peran aktif ayah dan bunda dalam mengawasi buah hati mereka agar bijak dalam bermain.
  • Gotong Royong Jiwa: Bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif, laksana satu tubuh yang saling menjaga.

Menuju Soppeng yang Teduh

Polres Soppeng membuka pintu komunikasi seluas langit melalui layanan 110. Jika ada hal yang mengusik ketenangan nurani atau mengancam keamanan, masyarakat dipersilakan melapor sebagai bentuk ikhtiar menjaga bumi Soppeng tetap menjadi rumah yang ramah bagi siapa saja.

Sebab pada akhirnya, keamanan adalah rahmat yang harus dijaga dengan tangan-tangan yang peduli. Biarlah sapaan hangat dan tawa yang tulus menjadi penghias jalanan kita, bukan suara peluru plastik yang menyisakan trauma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *