Menanam Benteng di Desa: Ikhtiar Polres Soppeng Menjaga Nadi Generasi dari Bahaya Narkotika

POLRI11 Dilihat

Keterangan Gambar:

SINERGI CEGAH NARKOBA: Kasat Res Narkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, S.E., M.M. (tengah, jaket hitam), berfoto bersama mahasiswa KKN Universitas Lamappapoleonro dan perwakilan masyarakat usai kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Desa Marioritenga, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini merupakan komitmen Polres Soppeng dalam mengedukasi masyarakat desa dan memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan guna mewujudkan wilayah yang bersih dari peredaran gelap narkotika. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: Syukur Mariorante Katalawala

SOPPENG – Di bawah naungan atap kayu yang sederhana namun sarat semangat di Abbatunge, Desa Marioritenga, sebuah pesan penting digemakan. Di tengah kesejukan suasana pedesaan Kecamatan Marioriwawo, Polres Soppeng hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai pelindung yang turun langsung menyentuh akar rumput demi memastikan masa depan pemuda desa tidak layu sebelum berkembang akibat jerat narkotika.

Sabtu sore, 25 April 2026, menjadi momentum penting ketika Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng melangkah bersama para mahasiswa KKN Universitas Lamappapoleonro. Kehadiran polisi di tengah masyarakat ini adalah bagian dari strategi “jemput bola” untuk memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya laten narkoba yang kini kian licin merayap hingga ke pelosok desa.

Kasat Res Narkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, S.E., M.M., yang memimpin langsung kegiatan pembinaan ini, menyampaikan pesannya dengan nada yang tegas namun persuasif. Baginya, melawan narkoba bukan hanya soal menangkap pelaku di jalanan, melainkan soal membangun kesadaran di ruang tamu rumah-rumah warga.

“Narkoba adalah ancaman nyata yang tidak mengenal batas wilayah. Ia masuk ke desa-desa, membidik mereka yang merupakan tumpuan masa depan kita: generasi muda,” tutur AKP Heriyadi di hadapan para tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan pemuda setempat. Ia menekankan bahwa keluarga adalah barisan pertahanan pertama yang harus diperkuat melalui pengawasan dan kasih sayang.

Visi besar ini pun diamini oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. Dalam pandangannya, sinergi antara kepolisian dan akademisi, lewat program KKN, adalah kolaborasi ideal. Pendidikan dan penegakan hukum harus berjalan beriringan untuk menciptakan efek jera sekaligus langkah preventif yang efektif.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Ini adalah bukti bahwa Polri tidak bekerja sendiri. Untuk mewujudkan ‘Desa Bersih Narkoba’ (Bersinar), kami membutuhkan mata dan telinga masyarakat. Kesadaran untuk melapor dan menjaga lingkungan adalah kunci utama,” tegas AKBP Aditya Pradana.

Pertemuan sore itu lebih dari sekadar sosialisasi formal. Ia adalah simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Melalui edukasi ini, Polres Soppeng mengajak setiap elemen warga di Desa Marioritenga untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga “nadi” generasi dari racun narkotika, demi terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *