Keterangan Gambar:
Personel Polsek Marioriwawo saat membantu menyeberangkan para siswa di depan gerbang SD Negeri 135 Salebbo Mario, Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan pengaturan lalu lintas berkala ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima, mencegah kecelakaan, serta menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak sekolah dan pengguna jalan. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)
Oleh: Syukur Mariorante Katalawala
Pagi baru saja beranjak ketika matahari Sabtu, 23 Mei 2026, mulai menyinari Kelurahan Tettikenrarae, Kecamatan Marioriwawo. Di depan gerbang kuning-hijau SD Negeri 135 Salebbo Mario, Kabupaten Soppeng, suasana mulai riuh.
Langkah-langkah kecil anak-anak sekolah dengan seragam merah-putih bergegas mengejar waktu masuk kelas. Di saat yang sama, deru mesin kendaraan masyarakat yang memulai aktivitas akhir pekan mulai memadati jalanan.
Di antara pusaran kesibukan pagi itu, dua sosok berseragam cokelat berdiri tegak. Aiptu Haeruddin dan Aipda Musakkar, personel dari Polsek Marioriwawo, sudah bersiap di posisi mereka sejak pukul 07.00 Wita. Tugas mereka sederhana namun krusial: menjadi jembatan aman bagi anak-anak sekolah dan pengendara jalan.
Kehadiran polisi di kawasan sekolah bukan sekadar formalitas seragam di jalan raya. Lebih dari itu, ini adalah perwujudan dari rasa aman yang dihadirkan langsung ke tengah masyarakat. Dengan peluit dan lambaian tangan yang tegas namun ramah, kedua personel ini mengurai potensi kesemrawutan, menahan laju kendaraan saat jemari kecil para siswa melangkah menyeberang jalan.
Aktivitas pagi hari di kawasan sekolah memang selalu menyimpan potensi kerawanan. Kepadatan volume kendaraan yang berpacu dengan waktu masuk sekolah kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas atau bahkan potensi kriminalitas jalanan. Lewat langkah preventif inilah, Polsek Marioriwawo mencoba memotong mata rantai risiko tersebut.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini adalah bagian dari komitmen pelayanan prima Polri.
“Pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan dan kawasan sekolah merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan anak-anak sekolah. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar AKBP Aditya Pradana.
Hingga lonceng sekolah berbunyi dan arus lalu lintas kembali renggang, situasi di depan SD Negeri 135 Salebbo Mario tetap terjaga dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. Di bawah pengawalan yang humanis, anak-anak Soppeng hari itu dapat melangkah ke ruang kelas mereka dengan tenang, merajut masa depan tanpa harus cemas dengan riuhnya jalan raya.






