Keterangan Gambar:
PEMBINAAN GENERASI BARU: Wakapolres Soppeng, Kompol Sudarmin, S.Sos (tengah depan), saat memimpin Upacara Pembukaan Latihan Kerja (Latja) 75 Siswa Diktuba Polri Tahun 2026 di Mapolres Soppeng, Sabtu (25/4/2026). Polres Soppeng berkomitmen penuh dalam memberikan bimbingan lapangan guna membentuk calon anggota Polri yang profesional, disiplin, dan humanis sebelum terjun langsung melayani masyarakat.
(Rilis ini disusun oleh Humas Polres Soppeng untuk disebarluaskan kepada rekan media dan masyarakat/Red).
SOPPENG – Mentari pagi di ufuk timur baru saja beranjak ketika barisan pemuda berseragam cokelat berdiri tegak di halaman Mapolres Soppeng, Sabtu (25/4/2026). Di bawah langit Jalan La Tenri Bali, sebuah perjalanan penting dimulai. Bukan sekadar upacara seremonial, Pembukaan Latihan Kerja (Latja) Siswa Diktuba Polri Tahun 2026 ini adalah jembatan krusial yang membentang antara teori di bangku pendidikan dan realitas pengabdian di tengah masyarakat.
Polres Soppeng, di bawah komando AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., kembali mengambil peran vital sebagai “laboratorium lapangan” bagi 75 siswa dari SPN Polda Sulsel. Selama 12 hari ke depan, Mapolres Soppeng bukan hanya menjadi markas komando, melainkan ruang kelas raksasa tempat karakter dan profesionalisme calon bintara ini diuji dan diasah.
Wakapolres Soppeng, Kompol Sudarmin, S.Sos, yang memimpin upacara, menegaskan bahwa kehadiran para siswa ini adalah bagian dari regenerasi Polri yang harus dipersiapkan dengan matang. Di pundak Polres Soppeng, tanggung jawab untuk menularkan nilai-nilai integritas diletakkan.
Transformasi Menuju Profesionalisme
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, dalam pandangannya menekankan bahwa latihan kerja ini adalah momentum sakral. Menurutnya, menjadi polisi bukan hanya soal seragam, melainkan soal rasa tanggung jawab dan etika.
“Latihan kerja ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan. Kami di Polres Soppeng berkomitmen memberikan bimbingan terbaik agar mereka menjadi pribadi yang disiplin dan menjunjung tinggi profesionalisme,” tutur AKBP Aditya.
Lebih dari sekadar simulasi tugas, Polres Soppeng menyiapkan sistem pengawasan berlapis. Dari bimbingan mentor berpengalaman di tiap fungsi hingga pengawasan ketat dari SiPropam, semua dikerahkan untuk memastikan para siswa tetap berada di koridor kedisiplinan. Ini adalah bentuk keseriusan Polres Soppeng dalam menjaga marwah institusi sekaligus mencetak personel yang humanis.
Harapan untuk Masa Depan
Hingga 6 Mei mendatang, ke-75 siswa ini akan menyelami berbagai fungsi kepolisian, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pelayanan masyarakat di garda terdepan. Sinergi antara Bag SDM Polres Soppeng dengan para pengasuh dari SPN Polda Sulsel menjadi kunci keberhasilan misi ini.
Ketika upacara berakhir dengan tertib dan lancar, ada harapan besar yang tertitip di setiap langkah para siswa.
Polres Soppeng telah membuka pintunya, menyiapkan panggung bagi para Bhayangkara muda ini untuk belajar bahwa sejatinya, tugas Polri adalah pengabdian tanpa batas. Dari Bumi Latemmamala, tunas-tunas baru Polri ini dipersiapkan untuk tumbuh menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sesungguhnya.






