Kapolda Sulsel Tekankan Sinergi dan Optimalisasi Layanan 110 di Makassar

POLRI163 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin mengikuti rangkaian penyambutan dalam kunjungan kerja di Polrestabes Makassar, Kamis (5/11/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan sinergitas dan komitmen peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polda Sulsel).

FEATURE PALAPA
Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Andi Adi
Editor: Masykur Thahir

SUARA PALAPA, MAKASSAR – Keamanan sebuah kota tidak hanya dibangun melalui kehadiran aparat berseragam. Ia tumbuh dari kesadaran masyarakat, kepedulian antarsesama, serta kesediaan berbagai pihak untuk menjaga ruang kehidupan bersama.

Pesan itulah yang mengemuka dalam kunjungan kerja Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., di Polrestabes Makassar, Kamis (5/11/2026).

Didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan, Ny. Dewi Awal Chairuddin, kedatangan Kapolda bersama rombongan disambut melalui prosesi adat. Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., menyambut langsung dengan pengalungan salempang sarung, dilanjutkan jajar kehormatan personel Polrestabes Makassar.

Di balik rangkaian penyambutan tersebut, terdapat agenda yang lebih substantif: memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, dan memastikan pelayanan kepolisian semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar, jajaran Polrestabes Makassar, pejabat utama, serta pimpinan instansi terkait, Kapolda mengingatkan bahwa Makassar memiliki karakteristik tersendiri sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan.

Dinamika kehidupan kota yang terus bergerak menghadirkan berbagai tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Perselisihan antarkelompok di sejumlah kawasan permukiman, penyalahgunaan dan peredaran narkoba, kejahatan jalanan, balap liar, kemacetan, hingga persoalan antrean bahan bakar minyak dan pengelolaan sampah menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Bagi Kapolda, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui tindakan penegakan hukum semata. Diperlukan kemampuan membaca keadaan, mendeteksi potensi gangguan sejak dini, meningkatkan patroli, serta membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pembinaan generasi muda juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Sebab, masa depan keamanan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari bagaimana generasi mudanya dibimbing, diberi ruang untuk berkembang, dan dijauhkan dari berbagai perilaku yang merugikan kehidupan sosial.

Keamanan Tidak Bisa Dibangun Sendirian

Ada satu pesan penting yang ditekankan Kapolda dalam pertemuan itu: keamanan merupakan tanggung jawab bersama.

Polri tidak mungkin bekerja sendiri menghadapi kompleksitas persoalan perkotaan. Pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh unsur masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

Kapolda menegaskan bahwa sinergi antarlembaga harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar koordinasi dalam forum pertemuan.

Pendekatan dialog, kepedulian sosial, dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tidak semua persoalan harus berakhir dengan pertentangan. Sebagian membutuhkan ruang dialog, kesabaran untuk mendengar, dan kebijaksanaan dalam mencari jalan keluar.

Di sinilah pendekatan humanis menemukan maknanya. Ketegasan hukum tetap diperlukan, tetapi penghormatan terhadap martabat manusia tidak boleh ditinggalkan.

Layanan 110 dan Kepercayaan Masyarakat

Selain memperkuat sinergitas, Kapolda Sulsel memberikan perhatian khusus terhadap optimalisasi layanan Call Center 110.

Layanan tersebut merupakan salah satu pintu komunikasi masyarakat dengan kepolisian ketika menghadapi gangguan kamtibmas, peristiwa yang membutuhkan penanganan aparat, maupun keadaan darurat.

Kapolda meminta jajaran Polrestabes Makassar memastikan setiap laporan yang masuk melalui layanan tersebut mendapatkan respons cepat, tepat, dan profesional.

Baginya, kehadiran polisi tidak semestinya dirasakan hanya ketika terjadi penindakan atau penegakan hukum. Masyarakat juga harus memperoleh kemudahan ketika membutuhkan pertolongan.

Kecepatan merespons laporan bukan sekadar persoalan teknis pelayanan. Di dalamnya terdapat harapan seseorang yang sedang menghadapi kesulitan, kecemasan keluarga yang membutuhkan bantuan, atau warga yang menginginkan perlindungan.

Karena itu, kualitas pelayanan menjadi salah satu ukuran penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Kepercayaan tidak lahir hanya dari kewenangan dan seragam. Ia tumbuh ketika masyarakat merasakan bahwa kehadiran aparat benar-benar membawa perlindungan, kepastian, dan rasa aman.

Polisi Bersama Masyarakat

Kapolda juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan kepolisian untuk terus mengedepankan pendekatan humanis, mengutamakan dialog, serta hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Semangat Polisi Bersama Masyarakat diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi nilai yang hidup dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Sebab, lingkungan yang aman tidak hanya dibentuk oleh patroli dan penjagaan. Ia juga tumbuh dari keluarga yang saling mengingatkan, masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya, pemuda yang memilih kegiatan positif, serta para pemimpin yang bersedia mendengar suara warganya.

Dalam perspektif kehidupan beragama, menjaga keamanan dan kedamaian merupakan bagian dari ikhtiar memelihara kemaslahatan bersama. Islam mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan, menghindari permusuhan, serta menghadirkan kemanfaatan bagi sesama manusia.

Nilai-nilai kemanusiaan tersebut bersifat universal. Apa pun latar belakang dan keyakinannya, setiap orang memiliki hak untuk hidup dalam lingkungan yang aman, tenteram, dan saling menghormati.

Kunjungan kerja Kapolda Sulsel di Polrestabes Makassar pun membawa pesan yang lebih luas dari sekadar agenda kedinasan. Ada harapan agar koordinasi antarlembaga semakin kuat, pelayanan kepolisian semakin responsif, dan hubungan antara aparat dengan masyarakat semakin dekat.

Pada akhirnya, keberhasilan menjaga kamtibmas tidak hanya terlihat dari seberapa banyak gangguan keamanan yang berhasil ditangani. Ia juga tercermin dari seberapa jauh masyarakat merasa terlindungi, didengar, dan dihargai.

Sebab, polisi yang hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, melainkan juga untuk menjaga kehidupan.

Dan keamanan yang sesungguhnya bukanlah ketika masyarakat sekadar takut melanggar aturan, melainkan ketika setiap orang merasa aman untuk menjalani kehidupannya, karena tahu bahwa ada kepedulian, keadilan, dan kebersamaan yang menjaganya.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *