Menjaga Raga, Meneguhkan Amanah Pengabdian

Olahraga29 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Polda Sulsel mengikuti Tes Kesamaptaan Jasmani Berkala Periode II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Sepak Bola Pallawa 88 United Mapolda Sulsel, Makassar, Rabu (12/8/2026). Kegiatan diawali pemeriksaan kesehatan dan pemanasan sebelum personel menjalani sejumlah materi pengujian fisik. (Foto: Dokumentasi Humas Polda Sulsel)

PALAPA MEDIA GROUP
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA

Refleksi Nurani di Atas Fakta

Reporter: Sabri

Editor: Masykur

SUARA PALAPA, MAKASSAR — Pagi belum terlalu tinggi ketika para personel kepolisian mulai menggerakkan tubuh di atas hamparan lapangan. Di antara deretan tiang latihan dan rumput yang menguning oleh musim, langkah-langkah itu bukan sekadar gerak olahraga. Ia adalah bagian dari ikhtiar menjaga tubuh agar tetap kuat ketika amanah pelayanan menuntut keteguhan.

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar Tes Kesamaptaan Jasmani Berkala Periode II Tahun Anggaran 2026 bagi personel seluruh Satuan Kerja di lingkungan Mapolda Sulsel. Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Pallawa 88 United Mapolda Sulsel, Rabu pagi (12/8/2026).

Sebelum memasuki rangkaian pengujian, setiap personel terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal berupa pengecekan tekanan darah. Pemeriksaan dilakukan tim medis Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulsel sebagai langkah memastikan kondisi kesehatan personel sebelum mengikuti aktivitas fisik dengan intensitas yang cukup tinggi.

Setelah dinyatakan siap, para personel mengikuti pemanasan yang dipandu instruktur. Tubuh dipersiapkan, napas diatur, dan konsentrasi dibangun sebelum memasuki tahapan pengujian.

Kabagwatpers AKBP Sugeng mengatakan, rangkaian tes diawali dengan lari selama 12 menit mengelilingi lapangan. Setelah itu, personel menjalani sejumlah materi pengujian fisik, antara lain pull-up, sit-up, push-up, dan shuttle run.

Setiap materi memiliki ukuran kemampuan tersendiri. Ada kekuatan, ada ketahanan, ada kelincahan. Semua berpadu menjadi satu ukuran sederhana namun penting: sejauh mana seorang personel mampu menjaga kebugaran tubuhnya untuk mendukung pelaksanaan tugas.

Sebab, tugas kepolisian tidak selalu berlangsung di ruang yang nyaman. Ada jalan panjang yang harus ditempuh, ada situasi yang menuntut respons cepat, ada masyarakat yang membutuhkan kehadiran dalam keadaan apa pun.

Karena itu, kebugaran jasmani bukan semata persoalan fisik. Ia adalah bagian dari kesiapsiagaan dalam mengemban amanah.

Melalui pelaksanaan Tes Kesamaptaan Jasmani Berkala Periode II Tahun Anggaran 2026, Polda Sulsel berupaya menjaga sekaligus meningkatkan kondisi fisik personelnya agar tetap sehat, bugar, dan siap menghadapi tuntutan tugas.

Kondisi tubuh yang prima menjadi salah satu penopang profesionalitas. Sebab pelayanan kepada masyarakat membutuhkan bukan hanya kecakapan, tetapi juga daya tahan, mobilitas dan kemampuan untuk hadir ketika kehadiran itu benar-benar dibutuhkan.

“Personel yang sehat dan bugar merupakan modal penting dalam mewujudkan pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, responsif dan optimal,” ujar AKBP Sugeng.

Di balik setiap langkah yang berlari dan setiap keringat yang jatuh di lapangan, terdapat pesan yang sederhana: tubuh adalah amanah. Ia harus dijaga, karena dari tubuh yang sehat lahir ikhtiar yang lebih kuat untuk bekerja dan mengabdi.

Pada akhirnya, seragam tidak hanya membutuhkan disiplin, sementara kewenangan tidak cukup hanya dengan pangkat. Keduanya harus ditopang oleh kesiapan lahir dan batin.

Dan di lapangan itu, pagi menjadi saksi bahwa menjaga kebugaran bukan sekadar memenuhi kewajiban kedinasan. Ia adalah bagian dari menjaga amanah pengabdian, agar ketika masyarakat memerlukan, polisi hadir dengan tubuh yang kuat, pikiran yang jernih, dan hati yang tetap berpihak kepada kemanusiaan.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)/Sabri/Masykur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *