Keterangan Gambar:
Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E. saat memberikan sambutan dalam peringatan Maulid Akbar dan penyaluran zakat di depan Masjid Jami Hidayatullah Salaonro. (Foto: Dokumentasi Panitia)
PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta
Oleh: Syukur Mariorante Katalawala
SUARA PALAPA, SOPPENG — Langit Salaonro pada Rabu, 16 September 2026, terasa diliputi keheningan yang teduh. Di depan halaman Masjid Jami Hidayatullah, Kelurahan Ujung, Kecamatan Lilirilau, lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Al-Ustadz Akmal Nurkadim, Lc. mengalun lembut, membelai dada setiap insan yang hadir. Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H hari itu tak sekadar menjadi ruang pengingat sejarah kenabian, melainkan menjadi momentum nyata tempat rasa cinta dan kepedulian sosial berpadu dalam ridha-Nya.
Melalui sinergi antara Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA Lilirilau dan Pengurus Masjid Jami Hidayatullah Salaonro, keteladanan Sang Nabi Rahmatan lil ‘Alamin tidak hanya digaungkan lewat kata, tetapi dibumikan melalui uluran tangan nyata.
Cahaya Zakat untuk 670 Mustahiq
Dalam laporannya, Ketua UPZ KUA Kecamatan Lilirilau, Suhardi, S.Sos., S.H., menyampaikan wujud pengabdian tersebut. Berlandaskan UU No. 23 Tahun 2011 dan PP No. 14 Tahun 2014, dana zakat sebesar Rp312.250.000 disalurkan secara khidmat kepada 670 jiwa penerima manfaat (mustahiq). Dana yang bersumber dari Infaq Ramadhan dan dikelola oleh para imam masjid serta mushallah ini mengalir bagai air penyejuk di tengah umat:
- 180 Imam dan Wakil Imam Masjid/Mushallah menerima tali asih sebagai pembawa syiar (fi sabilillah).
- 96 Pembina TPA/TPQ mendapatkan santunan tunai atas pengabdian menyemaikan benih Al-Qur’an pada generasi muda.
- 380 Warga Kurang Mampu dan Santri dari 11 madrasah se-Kecamatan Lilirilau tersenyum menerima bantuan.
- 2 Orang Mualaf mendapatkan pelukan hangat penguatan iman.
- 12 Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menerima suntikan bantuan modal untuk memulihkan kemandirian ekonomi.
Panggilan Nurani dan Pesan Kedermawanan
Hadir di tengah-tengah jamaah, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E. memberikan apresiasi mendalam atas tata kelola zakat yang mandiri dan tidak menyentuh dana kas masjid tersebut. Namun di balik pujian itu, terselip ajakan penuh perenungan.
“Saya selaku Pemerintah Kabupaten Soppeng merasa terpanggil dengan adanya kegiatan ini,” tutur Bupati. Beliau merefleksikan perbandingan potensi daerah, di mana Kabupaten Barru dengan jumlah penduduk di bawah 200 ribu jiwa mampu menghimpun zakat hingga Rp22 miliar per tahun, sedangkan Soppeng yang berpenduduk 250 ribu jiwa baru mencapai Rp12 miliar lebih. Infrastruktur fisik mungkin bisa dibangun dengan APBN atau APBD, namun kesejahteraan batin dan pertolongan antar sesama adalah panggilan iman yang harus dipupuk bersama.
Selaras dengan tema kegiatan, “Membumikan Ajaran Rahmatan Lil Alamin dengan Kepedulian Sosial dan Toleransi Antar Sesama”, Anregurutta (AG) Prof. Dr. (HC) Muhammad Agus, M.Th.I. (Rektor IAI DDI Mangkoso) menguraikan hikmah maulid yang menyentuh sanubari.
Dalam pesan spiritualnya, Anregurutta mengingatkan agar umat tidak sekadar mengejar kenikmatan fana. “Tingkatkan iman dan taqwa, dan mintalah kepada Allah berkah dunia dan akhirat. Jangan sekadar meminta kekayaan, tetapi mintalah agar kita diberi kepandaian dan kelembutan hati untuk bersedekah,” pesan beliau menyejukkan suasana.
Melangitkan Doa dalam Kebersamaan
Acara maulid akbar ini menyatukan berbagai elemen masyarakat Soppeng. Tampak hadir Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Andi Nelli, S.Pd. (Fraksi Gerindra), Kepala Kantor Kemenag Soppeng, Ketua BAZNAS Soppeng, Camat Lilirilau, Camat Liliriaja, Kepala KUA Lilirilau beserta staf dan penyuluh, para Lurah/Kepala Desa, mahasiswa KKN UNM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidik, organisasi Islam, serta pengurus Majelis Taklim se-Kecamatan Lilirilau.
Sebagai penutup, KM. H. Alimuddin, S.Ag., M.H.I. memimpin pembacaan doa yang melangitkan harapan: agar Bumi Latemmamala senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, serta keteguhan hati warga untuk saling berbagi.
Hari itu di Salaonro, peringatan maulid tak sekadar menjadi agenda tahunan. Ia telah bertransformasi menjadi oase kemanusiaan, menegaskan bahwa memuliakan Sang Pencipta harus berbanding lurus dengan memuliakan sesama ciptaan-Nya.
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.












