Menjemput Panggilan Pengabdian: Polres Soppeng Menempa Jiwa Bhayangkara Muda dalam Sunyi Latihan Kerja

POLRI24 Dilihat

Keterangan Gambar:

Sejumlah siswa SPN Polda Sulsel Diktukba Polri Angkatan 54 mengikuti arahan dari pembimbing di halaman Mako Polres Soppeng dalam kegiatan Latihan Kerja (Latja), Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan Polres Soppeng dalam membentuk karakter dan kompetensi Bhayangkara muda yang profesional dan humanis. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: Syamsuddin Andy

Pagi itu, langit di atas Mako Polres Soppeng seperti menyimpan doa-doa yang belum terucap. Di halaman yang bersahaja, barisan siswa berseragam cokelat berdiri tegap, tangan terlipat rapi di belakang punggung. Di hadapan mereka, suara arahan mengalir tenang, bukan sekadar instruksi, melainkan pesan pengabdian yang pelan-pelan meresap ke dalam jiwa.

Di tempat itulah, Sabtu pagi, 25 April 2026, Polres Soppeng membuka ruang belajar yang tak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga menumbuhkan makna. Latihan Kerja (Latja) bagi siswa SPN Polda Sulawesi Selatan Diktukba Polri Angkatan 54 Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar agenda pendidikan. Ia adalah perjalanan batin menuju panggilan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Di bawah bimbingan para senior pada fungsi Intelijen dan Keamanan (Intelkam), para siswa diajak menyelami dunia kepolisian yang sesungguhnya, dunia yang tak hanya menuntut kecakapan berpikir, tetapi juga kepekaan hati. Di sana, tugas-tugas intelkam diperkenalkan bukan sebagai rutinitas, melainkan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan ketelitian, tanggung jawab, dan integritas.

Kasat Intelkam Polres Soppeng, AKP Ahmad Saeni, bersama jajaran pembimbing lainnya, hadir sebagai penuntun. Mereka bukan hanya mengajarkan prosedur, tetapi juga menanamkan nilai, bahwa setiap langkah polisi adalah cermin keadilan, dan setiap keputusan adalah titipan kepercayaan masyarakat.

Sebanyak 15 siswa yang tergabung dalam kelompok tersebut, meski satu di antaranya berhalangan hadir, tetap menjalani proses ini dengan penuh kesungguhan. Dalam diam, mereka sedang membangun fondasi masa depan: menjadi Bhayangkara yang tak hanya kuat secara fisik, tetapi juga kokoh secara moral.

Latihan kerja ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada setiap satuan fungsi secara bergiliran, menjadi bagian dari rangkaian panjang hingga 7 Mei 2026. Namun lebih dari sekadar hitungan waktu, Latja ini adalah proses menempa karakter, mengajarkan bahwa pengabdian tak lahir dalam sekejap, melainkan melalui latihan, kesabaran, dan keikhlasan.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian penting dalam membentuk wajah Polri di masa depan. Dalam keterangannya, ia menyampaikan harapan agar para siswa mampu menyerap ilmu dan pengalaman secara maksimal dari para senior.

“Latihan kerja ini bukan hanya tentang belajar tugas, tetapi tentang membangun karakter. Kami ingin mereka tumbuh menjadi anggota Polri yang profesional, humanis, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Kapolres menegaskan komitmen Polres Soppeng dalam mendukung lahirnya generasi Polri yang Presisi, unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Sebuah komitmen yang tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam setiap proses pembinaan yang dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Di balik barisan yang tegap itu, ada harapan yang sedang disemai. Bahwa suatu hari nanti, mereka akan berdiri di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga ketenteraman, peneduh di tengah kegelisahan, dan cahaya di tengah keraguan.

Dan pagi itu, di halaman sederhana Polres Soppeng, langkah kecil menuju pengabdian besar itu pun dimulai, dalam sunyi, dalam disiplin, dan dalam doa yang tak pernah putus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *