Di Bawah Cahaya Malam Pattojo, Polisi dan Mahasiswa Menyalakan Harapan: Menjaga Generasi dari Jerat Narkoba

POLRI15 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Sat Res Narkoba Polres Soppeng bersama mahasiswa KKN memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada masyarakat di Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Minggu malam (26/4/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Soppeng dalam menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh: Petta Barang

Malam di Lamogo, Desa Pattojo, tak sekadar gelap yang turun perlahan. Ia menjadi saksi ketika cahaya-cahaya kecil, dari tekad, kepedulian, dan doa, dinyalakan bersama. Di sebuah ruang sederhana, suara manusia bertaut dalam kesadaran yang sama: menyelamatkan masa depan dari bayang-bayang narkoba.

Di sanalah Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng hadir, bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai penjaga harapan. Bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka merangkai ikhtiar dalam bentuk pembinaan dan penyuluhan, Minggu malam (26 April 2026), yang berlangsung hangat dan penuh makna.

Dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, SE., MM, kegiatan ini mengusung tema yang sederhana namun sarat makna: “Mewujudkan Generasi Muda yang Berprestasi Tanpa Narkoba.” Tema yang bukan hanya diucapkan, tetapi dihidupkan dalam setiap penjelasan, setiap tatap mata, dan setiap pesan yang disampaikan.

Dengan bahasa yang membumi, ia mengurai bahaya narkoba, bukan hanya sebagai ancaman hukum, tetapi sebagai luka bagi tubuh, jiwa, dan masa depan. Narkoba, dijelaskan, bukan sekadar zat terlarang, melainkan racun yang perlahan merenggut akal, merusak kesehatan, dan memutus harapan. Ia menggerogoti ingatan, melemahkan jantung kehidupan, hingga merusak relasi sosial yang semestinya menjadi tempat bertumbuh.

Namun lebih dari itu, dalam nuansa yang religius, disampaikan pula bahwa setiap ajaran kebaikan menolak segala bentuk kerusakan diri. Narkoba, dalam pandangan iman, adalah jalan yang menjauhkan manusia dari martabatnya, sebagai makhluk yang dijaga dan dimuliakan.

Peran Polres Soppeng dalam kegiatan ini terasa begitu dekat dengan masyarakat. Tidak berjarak, tidak menggurui, melainkan merangkul. Mereka hadir sebagai sahabat yang mengingatkan, sebagai pelindung yang menuntun, sekaligus sebagai garda terdepan dalam menjaga generasi muda dari ancaman yang kerap datang tanpa suara.

Kolaborasi dengan mahasiswa KKN menjadi warna tersendiri. Di tangan para pemuda itulah, pesan-pesan kebaikan disambung, disebarkan, dan ditanamkan lebih dalam ke tengah masyarakat. Sebuah sinergi yang menunjukkan bahwa menjaga masa depan bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dalam keterangannya, menegaskan pentingnya langkah-langkah preventif seperti ini. Baginya, penyuluhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya besar membangun kesadaran kolektif.

“Melibatkan mahasiswa KKN adalah bentuk kolaborasi yang sangat positif. Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan generasi muda yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.

Malam itu pun berakhir dengan tenang. Namun pesan yang ditanamkan tak berhenti di sana. Ia tinggal di hati para peserta, menjadi pengingat, menjadi benteng, menjadi doa yang terus hidup.

Di Desa Pattojo, di bawah langit malam yang sederhana, Polres Soppeng telah menyalakan sesuatu yang lebih dari sekadar penyuluhan: mereka menyalakan harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *