Menyemaikan Ketenangan di Jalur Bumi Sengkang

Uncategorized16 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Polsek Sajoanging bersama petugas lapangan melakukan pengaturan arus lalu lintas saat kegiatan Recording Survei Seismik 2D di Jalan Poros Palopo-Makassar, Desa Sakkoli, Kabupaten Wajo, Senin (21/9/2026). (Foto: Dok. Humas Polres Wajo)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA Refleksi Nurani di Atas Fakta

Oleh: Sabri

Menyemaikan Ketenangan di Jalur Bumi Sengkang

SUARA PALAPA, WAJO — Di bawah terik mentari Sajoanging yang membakar aspal Jalan Poros Palopo-Makassar, riuh kendaraan mendadak hening sejenak. Ada kalanya kehidupan memang perlu berhenti sejenak, memberi ruang bagi harapan baru yang tengah digali dari perut bumi Tuhan.

Di Desa Sakkoli, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Senin (21/9/2026) pagi, denyut energi masa depan sedang dijemput. Kegiatan Recording Survei Seismik 2D 801 Km Wilayah Kerja (WK) Sengkang tengah berlangsung. Sebuah upaya besar mencari sumber daya alam baru yang dilaksanakan oleh Energy Equity EPIC (Sengkang) Pty. Ltd bekerja sama dengan PT Gelombang Seismic Indonesia.

Namun, di balik dentum dangetar teknologi seismik yang merekam rahasia alam, ada sentuhan kemanusiaan yang menjaga agar harmoni warga tak terganggu.

Pukul 09.00 WITA, ketika deretan kendaraan mulai memadati jalur antar-kota, dua sosok abdi negara hadir menyapa jalanan. Aipda Nasriadi dan Bripda Khaerul Fajri, personel Polsek Sajoanging, berdiri sigap di tepi jalan. Dengan penuh ketenangan dan ketegasan yang santun, mereka mengatur lalu lintas melalui sistem stop and go.

Penghentian sementara kendaraan atau stop noise bukan sekadar prosedur teknis agar getaran bumi terekam presisi. Lebih dari itu, langkah ini adalah wujud ikhtiar dan perlindungan, memastikan para pengendara dapat melintas dengan selamat, sementara para pekerja dapat menunaikan tugasnya tanpa rasa cemas.

“Setiap perjalanan adalah doa, dan menjaga keselamatan sesama adalah bentuk ibadah yang nyata,” senyap narasi dedikasi yang terpancar dari seragam mereka di lapangan. Kehadiran kepolisian di jalur vital ini memancarkan pesan hangat: bahwa di atas tugas dan amanah hukum, keselamatan serta kenyamanan masyarakat adalah muara utama.

Ketika mesin-mesin survei mereda dan arus kendaraan kembali mengalir lancar, bumi Sengkang menyimpan harapan baru. Keamanan yang terjaga hari ini adalah cermin dari niat tulus menjaga kedamaian negeri—bahwa kemajuan pembangunan dan pemuliaan manusia harus senantiasa berjalan beriringan.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *