Setangkah Lebih Tinggi, Setangkah Lebih Besar Amanah: 42 Personel Polres Wajo Naik Pangkat di Penghujung Juni

POLRI59 Dilihat

Setangkah Lebih Tinggi, Setangkah Lebih Besar Amanah: 42 Personel Polres Wajo Naik Pangkat di Penghujung Juni

Keterangan Gambar:

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K., memberikan amanat saat memimpin upacara laporan kenaikan pangkat 42 personel Polres Wajo di Lapangan Apel Mapolres Wajo, Selasa (30/6/2026). Kenaikan pangkat tersebut menjadi simbol penghargaan atas dedikasi sekaligus amanah baru dalam pengabdian kepada masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

Oleh: Sabri

WAJO, SUARA PALAPA — Pagi di Lapangan Apel Mapolres Wajo, Selasa (30/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Langit yang teduh seakan ikut menyaksikan sebuah momen yang tidak sekadar seremonial, melainkan peristiwa penuh makna dalam perjalanan pengabdian seorang anggota Bhayangkara.

Di hadapan barisan pasukan yang berdiri tegap, tersimpan cerita tentang perjalanan panjang, tentang disiplin yang ditempa waktu, loyalitas yang diuji keadaan, dan pengabdian yang dijalani dalam diam. Hari itu, sebanyak 42 personel Polres Wajo menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Juli 2026.

Bagi seorang anggota Polri, kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda di pundak. Ia adalah simbol kepercayaan, buah dari kerja keras, sekaligus amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada institusi dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.

Upacara laporan kenaikan pangkat dipimpin langsung oleh Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K., selaku Inspektur Upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Wajo Kompol Syamsu Lifu, S.H., M.H., para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira staf, Ketua Bhayangkari Cabang Wajo beserta pengurus, serta seluruh peserta upacara.

Kenaikan pangkat tersebut berdasarkan Surat Perintah Kapolres Wajo Nomor Sprin/232/VI/KEP/2026 tanggal 25 Juni 2026 tentang Kenaikan Pangkat Personel Polres Wajo TMT 1 Juli 2026.

Dari total 42 personel, rincian kenaikan pangkat meliputi:

2 personel dari IPTU ke AKP

12 personel dari AIPDA ke AIPTU

11 personel dari BRIPKA ke AIPDA

3 personel dari BRIGPOL ke BRIPKA

7 personel dari BRIPTU ke BRIGPOL

7 personel dari BRIPDA ke BRIPTU

Setiap nama yang disebut, setiap pangkat yang berubah, sesungguhnya membawa kisah yang tak selalu terlihat oleh mata. Ada waktu yang dikorbankan untuk tugas negara, ada keluarga yang rela berbagi kebersamaan dengan panggilan dinas, ada lelah yang disimpan di balik seragam yang selalu tampak rapi.

Dalam amanatnya, Kapolres Wajo menegaskan bahwa kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi kerja personel selama menjalankan tugas.

“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar hak yang diterima, tetapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui peningkatan kualitas kinerja, disiplin, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKBP Rosid Ridho.

Pesan itu disampaikan dengan tegas, namun sarat makna. Sebab pangkat yang lebih tinggi bukan hanya tentang kehormatan, melainkan juga tentang tanggung jawab yang semakin besar.

Setiap garis di pundak membawa konsekuensi moral. Semakin tinggi pangkat, semakin besar tuntutan untuk menjadi teladan, dalam integritas, kedisiplinan, maupun ketulusan melayani.

Kapolres juga mengingatkan bahwa capaian tersebut harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga marwah institusi.

Di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, masyarakat menaruh harapan besar kepada Polri: hadir memberi rasa aman, menegakkan hukum secara adil, serta menjadi pengayom yang humanis.

Karena pada akhirnya, pangkat bukanlah tujuan akhir. Ia hanyalah penanda bahwa perjalanan pengabdian memasuki babak yang baru.

Upacara berlangsung khidmat. Rangkaian penghormatan pasukan, laporan komandan upacara, prosesi korps raport kenaikan pangkat, amanat inspektur upacara, pembacaan doa, hingga penutupan kegiatan berjalan tertib dan penuh rasa hormat.

Doa yang dipanjatkan di akhir upacara seolah menjadi pengingat bersama: bahwa jabatan, pangkat, dan kehormatan adalah titipan yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban.

Di institusi Polri, kenaikan pangkat merupakan bagian dari sistem pembinaan karier bagi personel yang memenuhi persyaratan administrasi, memiliki rekam jejak kinerja yang baik, serta sesuai dengan ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Anggota Polri.

Namun lebih dari sekadar regulasi, momen itu menyimpan pesan yang jauh lebih dalam—bahwa setiap kenaikan adalah ujian baru untuk tetap rendah hati.

Sebab pengabdian sejati tidak diukur dari banyaknya tanda jasa atau tinggi rendahnya pangkat, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Dan pagi itu, di Lapangan Apel Mapolres Wajo, 42 personel menerima lebih dari sekadar kenaikan pangkat.

Mereka menerima amanah baru.

Sebuah panggilan untuk mengabdi dengan hati yang lebih luas, langkah yang lebih kokoh, dan niat yang lebih lurus.

Karena menjadi Bhayangkara sejati bukan hanya tentang mengenakan seragam.

Tetapi tentang menjaga kepercayaan. Menjaga kemanusiaan. Dan menjaga pengabdian hingga akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *