Penulis: Masykur Thahir
Kepala Dewan Redaksi Palapa Media Group
Editor: Alimuddin
Pemred Palapa Media Group
Malam selalu memiliki caranya sendiri untuk menyimpan doa-doa terbaik manusia. Di antara cahaya lampu yang temaram, lantunan ayat suci yang menggema perlahan, serta senyum keluarga yang menyembunyikan haru, sebuah perjalanan hidup akan memasuki babak baru.
Pada Rabu, 3 Juni 2026, keluarga besar Dr. H. Muh. Aras, S.Pd., M.M. dan Hj. Saleha, S.Sos. akan menggelar prosesi Mappacci, sebuah tradisi sakral masyarakat Bugis yang menjadi penanda menjelang pernikahan putra mereka, Muhammad Fahrul Alam, S.T.
Prosesi yang akan berlangsung di Persik Ballroom, Four Points by Sheraton Makassar, itu bukan sekadar seremoni adat. Ia adalah ruang tempat doa-doa keluarga bertemu dengan harapan masa depan, tempat cinta orang tua dilepaskan perlahan kepada anak yang akan membangun rumah tangganya sendiri.
Muhammad Fahrul Alam, yang akrab dikenal di lingkungan keluarga dan sahabatnya sebagai sosok santun dan rendah hati, merupakan putra dari pasangan Dr. H. Muh. Aras dan Hj. Saleha. Keluarga ini berdomisili di Jalan Beruang, Kota Makassar.
Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Mappacci bukanlah ritual biasa. Tradisi yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur Bugis ini mengandung makna penyucian diri, membersihkan lahir dan batin sebelum memasuki gerbang pernikahan.
Daun pacci atau daun pacar yang menjadi simbol utama dalam prosesi tersebut melambangkan kesucian hati, keikhlasan, serta harapan agar kedua calon mempelai memperoleh keberkahan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.
Di malam Mappacci, tangan-tangan keluarga akan menyentuh penuh kasih, para sesepuh akan menumpahkan petuah, sementara doa-doa akan melangit dalam bahasa yang mungkin sederhana, tetapi sarat makna.
Bagi seorang ayah, malam itu sering kali menjadi momen yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Dr. H. Muh. Aras, yang pernah mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi PPP periode 2019–2024 dan kini menjabat sebagai Komisaris PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) di Jakarta, tentu memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan publik. Namun di hadapan peristiwa keluarga ini, semua jabatan dan penghormatan seakan melebur menjadi satu identitas yang paling mulia: seorang ayah yang menyaksikan putranya melangkah menuju kehidupan baru.
Begitu pula Hj. Saleha, seorang ibu yang selama bertahun-tahun menanamkan kasih sayang, nilai-nilai agama, dan keteladanan dalam keluarga. Malam Mappacci menjadi saat ketika doa-doa seorang ibu mengalir tanpa henti, memohon agar langkah anaknya senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Suasana haru itu akan berlanjut menuju puncak kebahagiaan keluarga pada 8 Juni 2026 mendatang, saat prosesi Akad Nikah dan Resepsi Pernikahan Muhammad Fahrul Alam dilaksanakan di Kota Surabaya.
Pernikahan dalam pandangan Islam bukan sekadar penyatuan dua insan. Ia adalah ikatan ibadah, perjanjian suci yang disaksikan Allah SWT, tempat dua hati belajar saling memahami, saling menguatkan, dan bersama-sama menapaki jalan kehidupan menuju ridha-Nya.
Karena itu, Mappacci menjadi lebih dari sekadar warisan budaya. Ia adalah jembatan antara adat dan syariat, antara tradisi leluhur dan nilai-nilai keislaman yang mengajarkan kesucian niat sebelum memulai kehidupan berumah tangga.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, tradisi seperti Mappacci mengingatkan bahwa pernikahan tidak hanya membutuhkan kemeriahan pesta, tetapi juga restu orang tua, doa keluarga, dan ketundukan kepada Sang Pencipta.
Dari Makassar hingga Surabaya, perjalanan cinta itu kini tengah menapaki langkah-langkah terakhir menuju pelaminan.
Atas nama Palapa Media Group, kami menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik kepada Muhammad Fahrul Alam, S.T. beserta calon mempelai wanita. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan rumah tangga yang akan dibangun, menjadikan keduanya pasangan yang senantiasa hidup dalam ketenteraman, kebahagiaan, dan kasih sayang.
“Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair.”
Semoga kedua mempelai menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah, serta senantiasa berada dalam naungan rahmat Allah SWT hingga akhir hayat.







