Keterangan Gambar:
Gambar Atas: Pemandangan Gudang Penyimpanan Bahan Peledak Komersial Milik EEES Sengkang yang Kokoh di Dusun Callaccu, Desa Mattirowalie.
Gambar Bawah: Kasat Intelkam Polres Wajo dan Tim bersama Koordinator Security EEES Sengkang Saat Melakukan Pengecekan di Gudang Penyimpanan Bahan Peledak, Memastikan Standar Keamanan Terpenuhi. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

Oleh: Sabri
Editor: Alimuddin
WAJO — Pagi itu, Senin (13/4/2026), Dusun Callaccu di Desa Mattirowalie, Kecamatan Maniangpajo, masih diselimuti ketenangan khas pedesaan Sulawesi Selatan. Angin semilir mengusap lembut dedaunan pohon kelapa sawit yang berjejer, membawa aroma tanah yang khas dan nyanyian burung yang syahdu.
Di balik keheningan itu, di sela-sela perbukitan yang rimbun, berdiri kokoh gudang penyimpanan bahan peledak komersial milik Energy Equity Epic (EEES) Sengkang. Tempat ini bukan sembarang gudang; di dalamnya tersimpan energi dahsyat yang, jika tak dikelola dengan bijak, bisa mengubah kedamaian menjadi bencana.
Namun, di bawah naungan langit biru yang cerah dan awan putih yang berarak, sebuah tugas mulia tengah ditunaikan, sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa kekuatan itu tetap tunduk pada kedamaian.
Pukul 09.30 Wita, sirene pelan terdengar, menandai kedatangan Kasat Intelkam Polres Wajo dan timnya. Diiringi Koordinator Security EEES Sengkang, mereka melangkah dengan pasti menuju dua unit fasilitas gudang yang menjadi fokus perhatian hari itu.
Pengecekan dan pengawasan (check control) terhadap gudang dinamit dan detonator dimulai.
Aiptu Muh. Rusdi, salah satu personel yang turut serta, tampak teliti memeriksa setiap sudut. Bukan sekadar rutinitas birokrasi, tugas ini adalah tentang menjaga amanah, amanah untuk memastikan keselamatan ribuan nyawa yang menggantungkan hidup di sekitarnya. Setiap detail, mulai dari pencatatan material hingga kondisi fisik gudang, tak luput dari pengamatan tajam para petugas.
”Ini adalah bagian dari upaya preventif kepolisian untuk memastikan seluruh pengelolaan bahan peledak komersial berjalan sesuai standar operasional,” ujar Kapolsek Maniangpajo, IPTU Haryadi, dengan nada suara yang tenang namun berwibawa. Matanya menatap kejauhan, seolah merenungkan betapa pentingnya tugas yang tengah mereka emban.
Di tengah kesibukan pengecekan, terdengar obrolan ringan namun sarat makna antara petugas dan personel keamanan perusahaan. Imbauan untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika ada potensi gangguan keamanan disampaikan dengan penuh keramahan, sebuah wujud sinergi yang harmonis antara kepolisian dan pihak perusahaan.
Hingga pukul 11.15 Wita, seluruh proses pengecekan telah tuntas. Hasilnya pun melegakan: kondisi gudang beserta material yang tersimpan tercatat lengkap, berada dalam keadaan baik, serta telah memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
“Dari hasil pengecekan, kami memastikan bahwa situasi di sekitar gudang dalam keadaan aman dan kondusif,” tegas IPTU Haryadi.
Tatkala mentari mulai bergeser ke arah barat, meninggalkan jejak cahayanya yang semakin redup, kelegaan menyelimuti setiap wajah yang hadir. Di balik kegagahan seragam dan ketegasan tugas, tersimpan sebuah hati yang rindu akan kedamaian, sebuah jiwa yang berikhtiar untuk menjaga harmoni alam dan manusia. Dan di Tanah Wajo, detak ‘dinamit’ itu akan terus terdengar, namun dalam irama yang lembut dan penuh kedamaian, sebuah simfoni yang menggema di setiap jengkal tanahnya.












