Ketika Kepergian Mengingatkan Kita pada Hakikat Kehidupan

BERITA DUKA90 Dilihat

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berduka, semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Diampuni segala khilaf dan dosanya, diterima segala amal kebaikannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap sabar dan tawakal atas kepergian Almarhim

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

EDITORIAL PALAPA

Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA — Pada Akhir Perjalanan, Hanya Kebaikan yang Menjadi Kenangan

Ada saat ketika kata-kata terasa begitu terbatas untuk mengungkapkan kehilangan. Kabar kepergian seseorang menghadirkan keheningan yang berbeda. Ada duka yang tak mudah dijelaskan, ada kenangan yang perlahan memenuhi ingatan, dan ada doa yang diam-diam dipanjatkan untuk sebuah perjalanan panjang yang kini telah sampai pada batasnya.

Keluarga besar Palapa Media Group menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Dr. Ir. Suryadarma Hasyim, S.T., M.T., Kepala BBWS Pompengan Jeneberang periode 2023–2025.

Kepergian almarhum bukan hanya menjadi kabar duka bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang kefanaan kehidupan. Setiap manusia memiliki waktunya. Setiap perjalanan, betapapun panjangnya, pada akhirnya akan sampai pada sebuah perhentian yang tidak dapat ditunda oleh jabatan, kekuasaan, ataupun segala pencapaian duniawi.

Di hadapan kematian, manusia kembali pada hakikatnya. Gelar yang disandang, jabatan yang pernah diemban, dan kedudukan yang pernah dipercayakan akan menjadi bagian dari perjalanan masa lalu. Sementara itu, ketulusan, pengabdian, dan kebaikan yang ditinggalkan akan terus hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah merasakan kehadirannya.

Almarhum pernah mengemban amanah sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang pada periode 2023–2025. Sebuah tanggung jawab yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, yang manfaatnya menyentuh kehidupan masyarakat.

Namun, hari ini, yang lebih utama bukanlah membicarakan kembali jabatan yang pernah melekat pada dirinya. Yang patut kita kedepankan adalah penghormatan kepada seorang manusia yang telah menyelesaikan perjalanan hidupnya, disertai doa agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan kepadanya.

Sebab, pada akhirnya, setiap manusia akan meninggalkan dunia dengan membawa amal perbuatannya masing-masing. Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara sempurna bagaimana seluruh ikhtiar dan pengabdian seseorang tercatat di sisi Tuhan. Karena itu, dalam suasana duka, sikap yang paling bijaksana adalah menjaga lisan, memelihara penghormatan, dan menyerahkan segala sesuatu kepada keadilan serta kasih sayang Allah SWT.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, kehilangan tentu memiliki ruangnya sendiri. Ada kehadiran yang tak lagi dapat dijumpai, suara yang tak lagi terdengar, dan kebersamaan yang kini tinggal dalam kenangan. Waktu mungkin akan membantu menata kesedihan, tetapi kasih sayang tidak serta-merta berakhir ketika seseorang meninggalkan dunia.

Dalam keadaan seperti itu, doa menjadi bahasa cinta yang melampaui perpisahan. Doa juga menjadi cara manusia mengakui keterbatasannya, seraya berharap bahwa di balik kesedihan yang dirasakan, terdapat rahmat Allah yang senantiasa menaungi hamba-Nya.

Palapa Media Group turut mendoakan semoga almarhum mendapatkan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga segala kebaikannya diterima sebagai amal ibadah, segala kekhilafannya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.

Kita juga mendoakan agar keluarga besar, sahabat, rekan kerja, dan semua yang pernah mengenal almarhum diberi kelapangan hati untuk menerima kenyataan yang tidak mudah ini.

Redaksi memandang, kabar duka bukan semata-mata tentang seseorang yang telah pergi, melainkan juga tentang kita yang masih diberi waktu untuk menjalani kehidupan. Waktu yang seharusnya tidak hanya dihabiskan untuk mengejar kedudukan, mengumpulkan pencapaian, atau memperluas pengaruh, tetapi juga untuk menanam kebaikan, menjaga amanah, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Sebab, kehidupan bukan sekadar tentang berapa lama seseorang berada di dunia, melainkan juga tentang bagaimana ia menggunakan waktu yang dipercayakan kepadanya.

Ketika Perjalanan Berakhir, Doa Tetap Menemukan Jalannya

Kematian mengajarkan kita tentang sesuatu yang kerap terlupakan ketika kehidupan berjalan seperti biasa: bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia.

Hari ini, kita mengantarkan doa untuk seseorang yang telah berpulang. Esok atau lusa, kita sendiri pun akan menjadi bagian dari kenangan dan doa orang-orang yang masih hidup.

Maka, selagi waktu masih terbentang, marilah kita memperbaiki hubungan, menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya, dan tidak menunda kebaikan yang masih mampu kita lakukan.

Sebab, ketika jabatan telah usai, langkah telah berhenti, dan nama perlahan menjadi kenangan, yang paling berarti bukanlah seberapa tinggi kita pernah berdiri, melainkan seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan.

Semoga Allah SWT menerima almarhum dalam limpahan rahmat-Nya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nya pula kita akan kembali.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *