Keterangan Gambar:
Sejumlah warga bersama aparat kepolisian, termasuk Bhabinkamtibmas, mengangkat jenazah almarhumah Marauleng menuju pemakaman di Paowe, Kelurahan Salokaraja, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Jumat (1/5/2026). Kehadiran polisi menjadi wujud empati dan dukungan moril bagi keluarga yang berduka. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
Penulis: Syamsuddin Andy
Langit Paowe siang itu terasa lebih teduh dari biasanya. Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Salokaraja, kesunyian bercampur isak pelan keluarga yang ditinggalkan. Di sanalah, seorang ibu bernama Marauleng berpulang, meninggalkan jejak kenangan dan cinta bagi orang-orang terdekatnya.
Di tengah suasana duka yang menyelimuti, langkah-langkah pelan sejumlah warga dan aparat tampak mendekat. Mereka datang bukan sekadar menjalankan kewajiban, melainkan membawa empati yang tulus. Di antara mereka, terlihat sosok Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Salokaraja, Aipda Ibrahim, yang turut melayat, Jumat, 1 Mei 2026.
Kehadirannya bukan tanpa makna. Dalam diam yang sarat doa, ia berdiri bersama keluarga, seakan ingin mengatakan bahwa duka ini tidak ditanggung sendirian. Bersama Lurah Salokaraja, Ketua LPMK, dan Ketua RW setempat, kehadiran mereka menjadi penanda bahwa negara, melalui aparatnya, tetap hadir bahkan dalam momen paling sunyi sekalipun.
Prosesi pemakaman yang dilaksanakan selepas Salat Jumat di pekuburan Islam Paowe berlangsung khidmat. Warga bergotong royong, saling menguatkan, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat di tengah kehilangan.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, menegaskan bahwa kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya dalam konteks penegakan hukum. Lebih dari itu, Polri diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat, hadir dalam kebahagiaan, juga dalam kesedihan.
“Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, bagi Aipda Ibrahim sendiri, melayat bukan sekadar rutinitas tugas. Ia melihatnya sebagai jembatan kemanusiaan, ruang untuk membangun kedekatan emosional yang tulus dengan warga binaannya.
“Kami hadir untuk memberi dukungan. Semoga kehadiran ini bisa sedikit meringankan beban keluarga,” ucapnya lirih.
Di desa kecil seperti Paowe, nilai-nilai kebersamaan masih terjaga kuat. Kehadiran aparat di tengah duka menjadi simbol bahwa hubungan antara masyarakat dan kepolisian bukan sekadar formalitas, melainkan ikatan yang hidup dan saling menguatkan.
Hari itu, duka memang tak bisa dihindari. Namun di baliknya, tumbuh harapan, bahwa empati, kepedulian, dan kebersamaan akan selalu menjadi cahaya, bahkan di saat paling gelap sekalipun.






