Keterangan Gambar:
Ungkapan belasungkawa atas berpulangnya Advokat Aswandi Hijrah, S.H., M.H., Ketua Bidang Hukum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Soppeng. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan seperjuangan.
PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
FEATURE PALAPA
Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta
Penulis: Chemank Farel
SUARA PALAPA, SOPPENG ā Ada kabar yang datang membawa kesedihan lebih dalam daripada kata-kata yang sanggup mengungkapkannya. Kabar itu menyelinap ke dalam hati, menghadirkan keheningan, sekaligus mengingatkan kita bahwa kehidupan manusia memiliki batas yang tak seorang pun mampu menghindarinya.
Kabar duka itu kini menyelimuti keluarga besar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Soppeng. Advokat Aswandi Hijrah, S.H., M.H., yang mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Hukum SMSI Kabupaten Soppeng, telah berpulang ke rahmatullah.
Kepergiannya bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menghadirkan kesedihan bagi sahabat, kerabat, dan rekan-rekan yang pernah berjalan bersamanya dalam kehidupan maupun pengabdian.
Di balik nama dan jabatan yang melekat pada seseorang, selalu ada sisi kemanusiaan yang lebih luas. Ada keluarga yang mencintai, sahabat yang mengenang, serta orang-orang yang menyimpan cerita tentang kebersamaan yang pernah terjalin.
Ketika kematian datang, semua itu bertemu dalam satu ruang bernama kehilangan.
Perjalanan Terakhir Menuju Peristirahatan
Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Grestelina, Makassar, pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 20.01 WITA.
Setelah itu, jenazah dibawa ke rumah duka di Batu-batu, Kabupaten Soppeng. Pada Minggu, 25 Oktober 2026, almarhum dimakamkan di Batu-batu, Soppeng.
Perjalanan terakhir itu menjadi bagian dari perpisahan yang tak mudah bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Di hadapan kematian, manusia akhirnya menyadari bahwa kehidupan bukan semata-mata tentang berapa lama seseorang berada di dunia, melainkan juga tentang jejak yang ditinggalkannya selama menjalani kehidupan.
Sebab, ketika langkah telah berhenti, kenangan tentang kebersamaan, kebaikan, dan pengabdian sering kali tetap hidup dalam ingatan mereka yang ditinggalkan.
Belasungkawa dari Keluarga Besar SMSI Soppeng
Kepergian Aswandi Hijrah turut menghadirkan ungkapan belasungkawa dari keluarga besar SMSI Kabupaten Soppeng.
Ketua SMSI Kabupaten Soppeng, FAS Rachmat Kami, menyampaikan duka cita atas berpulangnya almarhum. Ungkapan belasungkawa juga datang dari Alimuddin, S.I.P., selaku Ketua Dewan Penasihat SMSI Kabupaten Soppeng.
Ungkapan duka tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus ungkapan empati kepada keluarga yang sedang menghadapi masa kehilangan.
Dalam organisasi, kebersamaan tidak hanya dibangun melalui rapat, program kerja, atau tanggung jawab yang dibagikan. Ia juga tumbuh melalui hubungan antarmanusia, rasa saling menghormati, dan kepedulian ketika salah seorang di antaranya menghadapi keadaan yang paling berat.
Kematian mengingatkan kita bahwa di balik setiap amanah organisasi, ada manusia dengan kehidupan, keluarga, harapan, dan perjalanan masing-masing.
Karena itu, belasungkawa bukan sekadar rangkaian kata untuk mengiringi kepergian seseorang. Ia merupakan ungkapan kepedulian, penghormatan, dan solidaritas kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pada saat seperti ini, kehadiran dan doa menjadi bahasa kemanusiaan yang tidak selalu membutuhkan banyak penjelasan.
Ketika Kehidupan Mengajarkan Arti Kehilangan
Berpulangnya seseorang selalu membawa manusia pada perenungan yang lebih dalam tentang arti kehidupan.
Kita sering menghabiskan waktu untuk mengejar berbagai hal: pekerjaan, kedudukan, cita-cita, dan pengakuan. Semua itu memiliki tempat dalam perjalanan hidup. Namun, pada akhirnya, tidak satu pun dapat menahan datangnya kematian.
Yang tertinggal adalah kenangan, kebaikan yang pernah diberikan, serta doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang masih melanjutkan kehidupan.
Dalam pandangan iman, kematian bukan hanya perpisahan antara manusia dan dunia yang dikenalnya. Ia juga menjadi pengingat tentang keterbatasan diri, pertanggungjawaban atas kehidupan, dan harapan akan rahmat Allah SWT.
Karena itu, kepergian Aswandi Hijrah patut menjadi ruang bagi kita untuk menundukkan hati sejenak.
Bukan untuk larut dalam kesedihan tanpa ujung, melainkan untuk memahami kembali betapa berharganya waktu yang masih diberikan kepada kita.
Selagi kehidupan masih berlangsung, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, menolong sesama, meminta maaf, memaafkan, dan menebarkan kebaikan.
Kita tidak pernah mengetahui kapan perjalanan masing-masing akan sampai pada batasnya. Namun, kita masih dapat menentukan bagaimana menjalani hari-hari yang tersisa.
Doa yang Mengiringi Kepergian
Keluarga yang ditinggalkan tentu membutuhkan kekuatan untuk melewati hari-hari setelah kehilangan. Sebab, kesedihan tidak selalu selesai ketika prosesi pemakaman berakhir. Ada ruang-ruang kehidupan yang kemudian terasa berbeda, ada kebiasaan yang berubah, dan ada kerinduan yang sesekali datang tanpa diminta.
Dalam keadaan seperti itu, doa dan dukungan orang-orang di sekeliling menjadi penguat yang berarti.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan untuk menerima ketetapan-Nya.
Kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Karena itu, selain mengenang kebaikan almarhum, kita juga menyerahkan segala kekurangan dan kekhilafannya kepada kasih sayang serta ampunan Allah SWT.
Sebab, pada akhirnya, setiap manusia berharap pulang dengan membawa rahmat-Nya.
Selamat Jalan, Aswandi Hijrah
Kepergian seseorang memang meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan mereka yang mencintainya. Namun, kehilangan juga mengajarkan bahwa hubungan antarmanusia tidak semata-mata diukur dari lamanya kebersamaan, melainkan dari makna yang tertinggal setelah perpisahan.
Bagi keluarga besar SMSI Kabupaten Soppeng, kepergian Aswandi Hijrah menjadi pengingat tentang rapuhnya kehidupan dan pentingnya merawat persaudaraan.
Di tengah kesibukan menjalankan organisasi, profesi, dan tanggung jawab masing-masing, jangan sampai kita lupa menyediakan ruang untuk saling menghargai, menguatkan, dan memaafkan.
Sebab, tidak seorang pun mengetahui kapan kesempatan untuk bertemu, berbicara, atau sekadar menyampaikan salam akan menjadi yang terakhir.
Selamat jalan, Aswandi Hijrah.
Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa dikuatkan dalam doa dan kesabaran.
Dan bagi kita yang masih diberi kesempatan menjalani kehidupan, semoga kepergian ini menjadi pengingat untuk tidak menunda kebaikan, tidak memelihara kebencian, dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal-hal yang kehilangan maknanya ketika kehidupan berakhir.
Sebab, pada akhirnya, bukan panjangnya perjalanan yang sepenuhnya menentukan arti kehidupan, melainkan kebaikan yang sempat kita tanam dan kasih sayang yang kita tinggalkan di hati sesama.
PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.











