Keterangan Gambar:
Wujud Nyata Sinergisitas Tiga Pilar dan Apresiasi Keamanan: Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., bersama unsur TNI (Babinsa), Lurah Lemba, dan personel Satbinmas Polres Soppeng saat menyerahkan sarana kontak berupa sarana Satkamling secara simbolis kepada perwakilan tokoh masyarakat dan petugas keamanan lingkungan di wilayah hukum Polres Soppeng. Momentum kebersamaan ini menegaskan kokohnya komitmen lintas sektoral dalam menjaga stabilitas keamanan, mengawal distribusi pangan dan energi bersubsidi, serta merawat ketenteraman hidup masyarakat berbasis gotong royong yang religius dan humanis. (FOTO: DOK. HUMAS POLRES SOPPENG)
Oleh: Idris
Editor: Alimuddin
SOPPENG, SUARA PALAPA – Mentari belum lagi beringsut ke ufuk tertinggi saat derap langkah sinergis itu menyusuri sudut-sudut Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata. Hari itu, Selasa, 14 Juli 2026, bukan sekadar hari penugasan biasa bagi Aiptu Budiaman. Sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Lemba dan Desa Maccile, langkahnya tidaklah searah. Di sisinya, mengiringi dengan penuh kehangatan, Lurah Lemba bersama Babinsa setempat berjalan beriringan. Mereka mewujud sebagai Tiga Pilar, simbol kehadiran negara yang tidak berjarak dengan kegelisahan nurani warganya.
Perjalanan kemanusiaan ini bermula dengan mengetuk pintu-pintu pangkalan gas LPG 3 Kilogram. Bagi rakyat kecil, tabung melon mini itu bukan sekadar komoditas besi, melainkan denyut nadi kehidupan yang menyalakan api harapan di dapur-dapur mereka. Dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya, Aiptu Budiaman bersama rombongan menyampaikan pesan penuh ketegasan yang dibalut kelembutan. Sebuah imbauan kemanusiaan agar para pemilik pangkalan setia pada amanah: menjual sesuai harga eceran tertinggi yang diridhai aturan, menjauhkan diri dari syahwat menimbun barang, dan dengan tulus mendahulukan hak-hak saudara sekeliling yang benar-benar membutuhkan bantuan bersubsidi.
Namun, di tengah ketulusan itu, realitas kehidupan kerap kali menguji kesabaran. Telinga para petugas menangkap bisik lirih dari keluh kesah masyarakat. Kabar pilu bertiup bahwa tabung melon hijau kini kian menjauh dari jangkauan jemari mereka, langka dicari, bahkan di beberapa sudut sunyi harganya melonjak liar hingga menembus angka empat puluh ribu rupiah per tabung. Angka yang teramat berat bagi pundak-pundak lelah yang sedang berjuang menyambung hari. Fakta getir ini tak dibiarkan menguap begitu saja. Bagai catatan doa yang menuntut jawaban, informasi tersebut segera didekap erat untuk dijadikan dasar koordinasi yang kokoh bersama instansi terkait demi memulihkan keadilan sosial.
Usai menenangkan hati para ibu di pangkalan gas, langkah kaki Tiga Pilar kembali mengayun menuju hamparan hijau yang membentang di batas cakrawala. Mereka beranjak meninjau instalasi pompanisasi milik warga yang menjadi tumpuan hidup bagi petak-petak sawah yang dahaga. Air adalah sumber kehidupan, dan memastikan air mengalir lancar ke setiap jengkal tanah adalah bagian dari menjaga nikmat Tuhan agar bumi tetap tersenyum melahirkan bulir-bulir padi. Di sinilah esensi sejati ketahanan pangan dirawat, memastikan keringat para petani bertransformasi menjadi berkah kelimpahan yang mengenyangkan negeri.
Nafas kepedulian dari akar rumput ini bergema hingga ke markas komando. Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dengan penuh wibawa meneguhkan kembali komitmen moral dan hukum institusinya. Baginya, menjaga keadilan distribusi adalah bagian dari merawat ketenteraman batin masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga distribusi LPG bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat. Apabila ditemukan adanya penyimpangan, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegas AKBP Aditya Pradana.
Kapolres Soppeng menegaskan dengan mata batin seorang pemimpin bahwa jajaran Polres Soppeng tidak akan pernah lelah mendukung penuh upaya pemerintah. Melalui sinergi suci yang terjalin erat bersama Pemerintah Daerah, TNI, dan segenap elemen masyarakat, pengawalan terhadap stabilitas kebutuhan pokok dan program ketahanan pangan nasional akan terus ditegakkan. Sebab pada akhirnya, menjaga perut rakyat tetap kenyang dan dapur mereka tetap mengepul adalah wujud pengabdian tertinggi dalam menjaga kedamaian di atas bumi pertiwi.









