Keterangan Gambar:
Sinergi Demi Kesejahteraan: Bhabinkamtibmas Kelurahan Lemba dan Desa Maccile, AIPTU Budiaman (kanan), saat berkoordinasi dengan petugas pelaksana di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kemakmuran, Kabupaten Soppeng, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan gizi berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)
Oleh: Chemank Farel
Di balik hiruk-pikuk Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, sebuah rutinitas mulia sedang menderu. Pagi itu, Rabu, 13 Mei 2026, aroma masakan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyeruak, membawa harapan bagi masyarakat di Kecamatan Lalabata, Soppeng. Namun, di balik kuali yang mengepul, ada peran penting yang sering kali luput dari pandangan: kehadiran sosok pengayom yang memastikan setiap piring sampai ke tangan yang berhak.
AIPTU Budiaman, Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kelurahan Lemba dan Desa Maccile, tampak hadir di tengah aktivitas tersebut. Kehadirannya bukan untuk melakukan penegakan hukum yang kaku, melainkan untuk merajut silaturahmi.
Sambil berkoordinasi dengan Ketua SPPG, ia memantau setiap detail penyaluran bantuan gizi tersebut.
Langkah kaki Budiaman adalah representasi dari wajah Polri yang lebih humanis. Sebagaimana ditegaskan oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., kehadiran personel di lapangan kini melampaui tugas-tugas konvensional. Polri kini menjadi pilar pengawas sekaligus pelindung bagi program-program kesejahteraan masyarakat yang menyentuh akar rumput.
“Polri hadir untuk memastikan setiap program yang diperuntukkan bagi masyarakat dapat berjalan dengan baik, aman, dan tepat sasaran,” ungkap AKBP Aditya Pradana.
Pernyataan ini menegaskan bahwa keamanan bukan hanya soal ketiadaan kriminalitas, tetapi juga tentang kepastian bahwa masyarakat mendapatkan hak dasarnya, dalam hal ini, gizi yang layak.
Bagi Budiaman, monitoring ini bukan sekadar tugas administratif. Ada rasa tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada hambatan yang menghalangi bantuan ini sampai ke meja warga.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman. Kami ingin bantuan ini benar-benar sampai dengan tertib dan lancar,” ujarnya singkat di sela-sela kegiatannya.
Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan pelaksana program di lapangan menjadi kunci utama. Di sebuah meja kayu sederhana, diskusi mengalir hangat, membuktikan bahwa pelayanan publik yang efektif lahir dari komunikasi yang baik. Program MBG bukan hanya soal memenuhi piring yang kosong, tetapi soal menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengawasan yang transparan dan humanis.
Dengan pengawalan yang presisi namun tetap santun, harapan besar digantungkan: agar gizi masyarakat Soppeng terus meningkat, dan kehadiran negara, melalui seragam cokelat, selalu terasa hangat di tengah-tengah mereka.






