Dari Ganra Menyala Harapan, Kapolres Soppeng Hadirkan Cahaya untuk Warga

POLRI163 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., bersama jajaran Polres Soppeng, PLN, dan unsur pemerintah setempat berfoto bersama usai kegiatan bakti sosial pemasangan KWH meter listrik gratis bagi warga kurang mampu di Dusun Ganra, Desa Ganra, Kamis (25/6/2026), dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

Oleh: Chemank Farel
Editor: Alimuddin

SOPPENG, SUARA PALAPA — Pagi di Dusun Ganra, Desa Ganra, Kamis (25/6/2026), terasa sedikit berbeda. Di antara rumah-rumah sederhana yang berdiri teduh di bawah langit cerah, hadir secercah harapan yang tak sekadar berupa cahaya listrik, melainkan juga cahaya kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan.

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Soppeng bersama PT PLN ULP Soppeng dan PT PLN ULP Pajalesang melaksanakan bakti sosial pemasangan KWH meter listrik gratis bagi warga kurang mampu. Program ini menjadi wujud nyata pengabdian negara yang hadir menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat: akses terhadap listrik yang aman, legal, dan layak.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.15 hingga 10.45 WITA itu dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., didampingi para Pejabat Utama Polres Soppeng serta para Kapolsek jajaran. Hadir pula Camat Ganra Muhammad Lutfi, S.E., M.M., Plh Kepala PLN Kabupaten Soppeng Endu Kurniawan, Manager PLN ULP Pajalesang Muh. Faisal Hasan, Kepala Desa Ganra Andi Wahyu Gunawan, S.E., beserta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan warga penerima manfaat.

Bagi sebagian orang, listrik mungkin hanya perkara tombol sakelar yang dinyalakan setiap hari. Namun bagi keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan, nyala lampu adalah simbol perubahan, tentang anak-anak yang kini dapat belajar dengan terang pada malam hari, tentang rumah yang terasa lebih hangat, dan tentang masa depan yang perlahan menjadi lebih jelas.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan Hari Bhayangkara, melainkan bentuk pengabdian Polri yang berangkat dari empati.

“Listrik merupakan salah satu faktor utama penunjang kehidupan di era modern saat ini. Hampir seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, pendidikan, hingga pekerjaan, sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Karena itu, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ucapan itu sederhana, namun sarat makna. Sebab dalam realitas kehidupan masyarakat kecil, listrik bukan hanya kebutuhan teknis, melainkan penopang martabat hidup.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, khususnya PLN yang telah berkolaborasi menghadirkan manfaat langsung bagi warga. Menurutnya, sinergi seperti ini adalah contoh bagaimana institusi negara dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya penggunaan instalasi listrik yang aman dan sesuai standar. Sebab cahaya yang membawa manfaat tidak boleh berubah menjadi ancaman akibat kelalaian.

“Kami berharap listrik yang telah dipasang dapat dimanfaatkan dengan baik dan aman. Pastikan seluruh sambungan listrik di rumah dalam kondisi layak sehingga dapat mencegah korsleting yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” tambahnya.

Di balik pemasangan KWH meter itu, tersimpan pesan yang lebih dalam: keamanan dan kesejahteraan adalah dua hal yang saling berkaitan. Ketika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, maka kehidupan sosial pun menjadi lebih stabil dan harmonis.

Kegiatan bakti sosial ini juga menjadi ruang silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Hubungan yang terjalin bukan semata antara aparat dan warga, melainkan antara sesama manusia yang saling menjaga dan menguatkan.

Kapolres pun mengajak masyarakat untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus menjalin komunikasi dengan kepolisian. Jangan ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas maupun tindak kriminalitas melalui layanan kepolisian yang tersedia,” ungkapnya.

Dalam nilai-nilai religius, membantu sesama selalu menjadi amal yang bernilai tinggi. Menyalakan lampu di rumah warga yang sebelumnya gelap sejatinya juga menyalakan harapan dalam hati mereka. Cahaya itu tidak hanya menerangi ruangan, tetapi juga mengusir rasa khawatir, menumbuhkan semangat, dan memperkuat keyakinan bahwa negara tidak pernah absen bagi rakyatnya.

Bakti sosial ini menjadi implementasi nyata Polri Presisi, hadir dengan pelayanan yang responsif, humanis, dan solutif. Lebih dari itu, kegiatan ini mempertegas bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat adalah fondasi penting dalam membangun kesejahteraan bersama.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Ke depan, Polres Soppeng melalui jajaran Bhabinkamtibmas akan terus melakukan pendataan serta monitoring terhadap warga yang membutuhkan bantuan serupa.

Di Ganra, hari itu, yang dinyalakan bukan hanya KWH meter listrik. Ada cahaya lain yang ikut menyala, cahaya kepedulian, pengabdian, dan kasih kepada sesama. Dan sering kali, dari cahaya-cahaya kecil seperti itulah, harapan besar sebuah masyarakat mulai tumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *