Ketertiban di Balik Riuh Pasar Lolloe: Lebih dari Sekadar Pengaturan Jalan

POLANTAS24 Dilihat

KETERANGAN GAMBAR:
PENJAGA RITME PASAR:
Seorang personel Satlantas Polres Soppeng berdiri siaga melakukan pengaturan arus
lalu lintas di kawasan padat Pasar Lolloe, Kecamatan Lalabata, Rabu (13/5/2026). Langkah preventif ini
dilakukan guna mengurai titik kemacetan serta memberikan rasa aman bagi warga Kabupaten Soppeng yang sedang melakukan aktivitas ekonomi pagi hari. (Foto Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh: Alimuddin

Matahari pagi di Kecamatan Lalabata baru saja mulai memancarkan kehangatannya ketika geliat ekonomi di Pasar Lolloe mencapai puncaknya. Di antara deru mesin
sepeda motor dan riuh rendah tawar-menawar pedagang, terselip sosok-sosok berseragam yang setia berdiri di aspal panas. Mereka bukan sekadar simbol otoritas,
melainkan penjaga ritme kehidupan sosial di Kabupaten Soppeng.

Kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh personel Satlantas Polres Soppeng setiap pagi bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ini adalah sebuah manifestasi dari pelayanan publik yang
menyentuh urat nadi masyarakat.

Pasar, sebagai pusat gravitasi ekonomi, sering kali menjadi titik temu antara produktivitas dan kekacauan lalu lintas. Tanpa kehadiran tangan dingin petugas, kemacetan bukan hanya menghambat kendaraan, tetapi juga menghambat rezeki yang sedang dicari oleh para warga.

“Kehadiran personel Polri di tengah aktivitas masyarakat merupakan bentuk pelayanan, guna menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.”

AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., Kapolres Soppeng,
Kasat Lantas Polres Soppeng, IPTU Asdar, menegaskan bahwa menciptakan situasi
Kamseltibcar Lantas yang kondusif di titik keramaian adalah prioritas.

Namun, jika kita melihat lebih dalam, upaya ini melampaui urusan teknis lalu lintas. Di sana ada edukasi yang mengalir, imbauan-imbauan kecil kepada pengunjung untuk tertib bukan hanya demi menghindari denda, melainkan untuk menjaga keselamatan nyawa setiap insan yang pulang pergi dari pasar.

Kapolres Soppeng menekankan bahwa pasar memiliki mobilitas tinggi yang membutuhkan
perhatian khusus. Pesan ini menyiratkan bahwa negara hadir justru di saat masyarakat sedang sibuk-sibuknya. Ketika situasi di sekitar Pasar Lolloe terpantau tertib dan aman, itu adalah bukti nyata bahwa harmoni antara aparat dan warga bisa tercipta melalui dedikasi yang konsisten setiap pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *