Di Bawakaraeng: Menyulam Rindu, Menguatkan Silaturahmi Smabo 83 di Bollangi Malino”

PENDIDIKAN106 Dilihat

Oleh: Alimuddin
Alumni Smabo 83

Bone — Waktu boleh berjalan menjauh, usia boleh bertambah, tetapi kenangan tak pernah benar-benar pergi. Ia tinggal, bersemayam di hati, menunggu untuk kembali dipanggil dalam sebuah perjumpaan yang penuh makna.

Begitulah semangat yang kini berdenyut di dada para alumni SMA Negeri 156 Watampone angkatan 1983. Di tengah kesibukan hidup yang telah membawa mereka ke berbagai penjuru, satu panggilan yang sama kembali menggema: pulang, berkumpul, dan merajut kembali silaturahmi dalam balutan reuni yang sarat makna.

Reuni Smabo 83 direncanakan akan berlangsung di Bollangi-Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Sabtu-Minggu, 9–10 Mei 2026. Sebuah tempat yang sejuk, seolah dipilih bukan sekadar lokasi, tetapi sebagai ruang teduh untuk hati-hati yang lama tak bersua.

Untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik, panitia yang dipimpin Andi Alimuddin Maddussila menggelar rapat pada Selasa, 5 Mei 2026, di kediaman Hj. Nurbaya, Jalan Gunung Bawakaraeng, Watampone. Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, satu per satu gagasan mengalir, seperti air yang menemukan jalannya.

Mereka membahas segalanya dengan penuh kesungguhan, dari transportasi peserta yang akan berangkat dari Bone menuju Makassar hingga Bollangi, hingga rincian akomodasi dan konsumsi. Tak sekadar teknis, yang mereka siapkan adalah ruang kebersamaan, tempat tawa akan kembali terdengar, dan doa akan kembali dipanjatkan bersama.

Meski Ketua Smabo 83, H. Asnawi, S.H., M.H., saat ini berada di Jakarta, semangatnya tetap hadir di tengah-tengah mereka. Lewat koordinasi yang tak pernah terputus, ia mengikuti setiap perkembangan, setiap detail kecil yang disusun dengan penuh cinta oleh panitia.

Dari kejauhan, Asnawi menyampaikan harapannya, agar reuni ini bukan sekadar temu kangen, tetapi menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menjadi bekal spiritual dalam menjalani kehidupan.

“Semoga kebersamaan ini menjadi ladang kebaikan, memperpanjang umur dalam keberkahan, dan menguatkan kita dalam menjalani hidup,” demikian harapan yang tersirat dari semangat kebersamaan itu.

Kini, para alumni bersiap. Bukan hanya mempersiapkan perjalanan fisik menuju Bollangi, tetapi juga perjalanan batin, kembali kepada kenangan, kepada sahabat lama, dan kepada makna persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.

Di sana nanti, di puncak Bollangi yang sejuk, mereka akan kembali menjadi muda, dalam tawa, dalam cerita, dan dalam doa yang mengalir lirih ke langit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *