Keterangan Gambar:
Suasana hangat penuh keakraban saat pertemuan informal alumni Smabo 83. Tampak Andi Bakti Haruni (paling kanan), Pj. Bupati Bone pada masanya, bersama Ardi Bola (paling kiri) dan seorang alumni lainnya (tengah), tengah berbincang santai membahas persiapan reuni Smabo 83 di Bollangi.

Penulis: Alimuddin (Alumni SMAN 156 Watampone 1983)
Waktu boleh berjalan menjauh, tetapi kenangan selalu tahu jalan pulang.
Di antara hiruk-pikuk kehidupan yang kian dewasa, para alumni Smabo 83, lulusan SMA Negeri 156 Watampone tahun 1983, yang kini dikenal sebagai SMA Negeri 1 Bone, kembali merajut benang-benang silaturahmi yang tak pernah benar-benar putus. Mereka bersiap menuju satu titik temu yang bukan sekadar tempat, melainkan ruang batin: Bollangi, 9–10 Mei 2026.
Di sana, rindu akan dipertemukan. Tawa lama akan dipanggil kembali. Dan doa-doa yang dulu diam-diam dipanjatkan saat masih berseragam putih abu-abu, seakan menemukan maknanya.
Ketua Panitia Reuni, Andi Alimuddin Maddussila, menyebutkan bahwa persiapan telah mencapai tahap akhir. Tujuh kelas, IPS 1 hingga IPS 5 serta IPA 1 dan IPA 2, telah menyatakan kesiapan hadir. Komunikasi lintas kelas pun terus mengalir, hangat dan hidup, seperti masa-masa ketika mereka masih duduk sebangku, berbagi mimpi yang sama meski arah hidup kemudian berbeda.
“Yang dekat bisa berangkat dari Bone. Ada juga yang berkumpul di Makassar sebelum bersama-sama menuju Bollangi, Malino,” ujarnya, sederhana namun sarat makna kebersamaan.
Di balik percakapan-percakapan ringan di grup WhatsApp, tersimpan getar yang tak bisa disembunyikan. Nama-nama lama kembali disebut, bukan sekadar identitas, tetapi potongan kenangan yang dulu pernah tumbuh bersama. Dari IPA 2 misalnya, komunikasi intens terus dijalin, menghubungkan mereka yang kini tersebar di berbagai penjuru: dari Makassar, Jakarta, Balikpapan, hingga Parepare. Hal itu terpantau di Group WhatsApp yang intens dilakukan H. Ansyaruddin, M.Mart., di Bekasi Jakarta.
Ada yang telah menjadi akademisi, profesional, birokrat, bahkan tokoh masyarakat. Namun di hadapan reuni ini, semua kembali setara, sebagai sahabat lama yang pernah berbagi bangku, cerita, dan harapan.
Sejak pertama kali “lahir kembali” dalam Reuni Akbar tahun 2016 di Watampone, Smabo 83 tak sekadar menjadi wadah nostalgia. Ia menjelma menjadi ruang persaudaraan yang terus hidup. Di bawah kepemimpinan H. Asnawi, S.H., M.H., yang pernah mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, komunitas ini tetap berjalan, meski sang ketua kerap ingin menyerahkan tongkat estafetnya.
Namun seperti takdir yang diam-diam telah digariskan, kepercayaan itu terus kembali kepadanya. Sebuah amanah yang bukan hanya soal organisasi, tetapi tentang menjaga nyala kebersamaan.
Reuni di Bollangi bukan hanya agenda pertemuan. Ia adalah ziarah rasa. Mengingat kembali masa-masa ketika hidup masih sederhana, tetapi hati penuh dengan harapan. Dalam perjumpaan itu nanti, mungkin akan ada mata yang berkaca-kaca, tawa yang pecah tanpa beban, dan doa yang diam-diam terucap: semoga persaudaraan ini tetap terjaga hingga akhir usia.
Sebab pada akhirnya, manusia tidak hanya hidup dari apa yang dimilikinya hari ini, tetapi juga dari kenangan yang menguatkannya, dan silaturahmi yang menyejukkan jiwanya.
Dan di Bollangi nanti, Smabo 83 akan kembali membuktikan: bahwa persahabatan sejati tak lekang oleh waktu, ia hanya menunggu saat yang tepat untuk dipertemukan kembali, dalam ridha dan kasih sayang-Nya.






