
Penulis: Alimuddin
Alumni Smabo 83
Di antara riuh rencana pertemuan dan hangatnya kenangan yang akan kembali dipeluk, ada satu ruang sunyi yang disiapkan dengan penuh khidmat, ruang doa bagi mereka yang telah lebih dulu pulang.
Menjelang Reuni Smabo 83 yang akan digelar di Bollangi, Malino, Kabupaten Gowa, pada 9–10 Mei 2026, Ketua Smabo 83, H. Asnawi, S.H., M.H., menitipkan pesan yang tak sekadar administratif, melainkan sarat makna spiritual. Kepada Ketua Panitia, Andi Alimuddin Maddussila, ia meminta agar mendata nama-nama sahabat seangkatan yang telah mendahului, kembali ke hadirat Allah SWT.
Bagi Asnawi, reuni bukan sekadar temu kangen atau mengulang tawa masa silam. Lebih dari itu, ini adalah momentum menyatukan doa, mengirimkan kasih yang tak lagi bisa disampaikan secara langsung, kecuali lewat lantunan harap kepada Sang Maha Pencipta.
“Kita akan mengenang mereka dalam doa bersama,” pesannya lirih namun tegas, seolah mengingatkan bahwa perjalanan hidup tak berhenti pada perpisahan, melainkan berlanjut dalam keabadian.
Di balik daftar nama yang kini tengah dihimpun, tersimpan jejak-jejak persahabatan: bangku sekolah yang pernah mereka duduki bersama, canda yang pernah mengalir tanpa beban, serta mimpi-mimpi muda yang kini menjadi kenangan. Kini, nama-nama itu akan dipanggil kembali, bukan untuk hadir secara fisik, tetapi untuk dikenang dalam keheningan yang penuh makna.
Doa itu kelak akan menjadi jembatan, menghubungkan yang masih berjalan di dunia dengan mereka yang telah lebih dahulu sampai. Sebuah harapan dipanjatkan, agar arwah sahabat-sahabat itu diterima di sisi-Nya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di surga terbaik.
Dan bagi yang masih diberi umur, doa itu juga menjadi cermin: tentang betapa singkatnya hidup, tentang pentingnya ketabahan menjalani perintah-Nya, serta kekuatan untuk menjauhi segala larangan-Nya. Sebab pada akhirnya, perjalanan ini akan bermuara pada tujuan yang sama.
Asnawi sendiri bukan sosok asing dalam perjalanan panjang kehidupan. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat itu kini menikmati masa pensiunnya di Jakarta. Namun kepeduliannya pada sahabat-sahabat lama menunjukkan bahwa ikatan batin tak lekang oleh jabatan maupun waktu.
Berikut nama-nama alumni Smabo 83 yang telah lebih dahulu menghadap keharibaan Allah SWT, yang akan dikenang dalam doa pada reuni nanti:
IPA 1:
Ida Mustika Sari, Andi Siswati Aris, Andi Suriati Nur Abu, Amiruddin, Baharuddin.
IPA 2:
Rosida Aras, Asia, Arianti, Hidayah Tassakka, Syarifah Marliana, Sukmawati, H. Muhtar B, Rahman Khalid, Hasan Basri, Muh. Arif (Ketua OSIS di masanya), Abd. Kadir Kasim.
IPS 1:
Andi Matto, Agus Salim, Andi Dahrin, M. Risal.
IPS 2:
Andi Anto Galigo, Marlin Matinja, Andi Nanrang, Alfil Farhan, Andi Iwan.
IPS 3:
Adam, Malik, Nur Abbas, Rosdiana, Iriyanto.
IPS 4:
Ashar, Idrus, Iwan Kaddas, Basir, Dahlan.
IPS 5:
Johar, Darwis.
Reuni nanti akan menjadi lebih dari sekadar pertemuan. Ia akan menjadi ruang refleksi, bahwa waktu terus berjalan, bahwa usia adalah amanah, dan bahwa persahabatan sejati tak terputus oleh kematian.
Di tengah sejuknya Malino, doa-doa itu akan naik perlahan ke langit. Mengalir bersama rindu, menyatu dalam harap, dan bermuara pada satu keyakinan: bahwa setiap perpisahan sejatinya adalah janji untuk dipertemukan kembali, di tempat yang lebih abadi.






