Menjemput Kemenangan di Bawah Langit Wajo: Sinergi dalam Doa dan Penjagaan Khidmat

POLRI57 Dilihat

Keterangan Gambar:

SINERGI UNTUK KEMENANGAN: Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho (depan, kanan) bersama Bupati Wajo Andi Rosman (depan, tengah) dan unsur Forkopimda saat mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral secara virtual dengan Kapolri terkait kesiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H di Pos Terpadu, Sengkang, Jumat (20/3/2026). Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen pengamanan yang humanis dan religius demi terciptanya situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Wajo. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

Oleh: Sabri

WAJO – Ketika senja mulai meluruh dan gema takbir bersiap menggetarkan angkasa, ada denyut nadi pengabdian yang tak pernah berhenti berdetak. Di sudut Bumi Lamaddukelleng, tepatnya di Pos Terpadu Pelayanan Idul Fitri Jalan Andi Paggaru, Sengkang, sebuah komitmen suci dirajut demi memastikan umat dapat bersimpuh dalam kemenangan dengan tenang.

Jumat malam (20/3/2026), di bawah temaram lampu pos terpadu, Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho duduk berdampingan dengan Bupati Wajo Andi Rosman dan jajaran Forkopimda. Mereka tidak sekadar menghadiri rapat koordinasi virtual bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melainkan sedang menunaikan amanah langit: menjaga rasa aman di hati setiap insan.

Sebuah Ikhtiar dalam Kesantunan

Bagi AKBP Muhammad Rosid Ridho, pengamanan Idul Fitri 1447 H bukan sekadar rutinitas operasional, melainkan bentuk ibadah melalui pelayanan. Dengan nada bicara yang tenang namun tegas, ia menegaskan bahwa jajarannya akan mengedepankan sisi humanis.

“Kami hadir bukan untuk membatasi sukacita, melainkan untuk menjaga agar kegembiraan itu tetap abadi dalam balutan ketertiban. Melalui langkah preemtif dan preventif, kami ingin memastikan setiap takbir yang berkumandang membawa kedamaian, bukan kekhawatiran,” ujar AKBP Rosid Ridho dengan penuh ketulusan.

Menjaga Setiap Sujud

Fokus pengamanan bukan sekadar titik koordinat di atas peta. Ini tentang hamparan sajadah di lapangan-lapangan luas, tentang langkah-langkah kecil anak-anak menuju masjid, dan tentang kerinduan pemudik yang sampai ke pelukan keluarga. Personel kepolisian telah disiagakan sebagai “pagar bangsa” yang memastikan arus lalu lintas mengalir selaras dengan kebahagiaan warga.

Antisipasi terhadap takbir keliling dan keramaian di pusat perbelanjaan dilakukan dengan pendekatan persuasif. Kapolres mengajak masyarakat untuk merayakan kemenangan dengan cara yang mulia, menjaga ketertiban sebagai cermin dari kesucian hari raya.

Sinergi di Garis Pengabdian

Arahan Kapolri melalui layar virtual menjadi pengingat bahwa keamanan objek vital dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama. Di Wajo, arahan itu diterjemahkan melalui sinergi tanpa sekat antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah.

“Idul Fitri adalah kemenangan kita bersama. Mari kita jaga kesucian hari yang fitri ini dengan sikap yang tertib dan saling menghargai. Kami akan terus berjaga, agar Bapak dan Ibu bisa beribadah dengan khidmat,” tambah Kapolres.

Kini, saat malam mulai larut, para penjaga keamanan ini tetap terjaga. Di sela-sela kesibukan memastikan kamtibmas, terselip doa agar fajar Idul Fitri esok membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Wajo. Sebuah pengabdian yang dilakukan dengan hati, demi senyum kemenangan yang hakiki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *