Dari Lereng Larakiang, Grasstrack Menghidupkan Semangat Soppeng

POLRI286 Dilihat

Keterangan Gambar: Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., panitia, dan unsur terkait dalam rangkaian Kejurprov Grasstrack dan Motocross 2026 di Sirkuit Larakiang, Soppeng. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)


FEATURE PALAPA
Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Syukur Mariorante Katalawala

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di lereng Larakiang, deru mesin berpadu dengan sorak penonton. Debu lintasan sesekali membubung, sementara para pembalap mengerahkan kemampuan terbaiknya menaklukkan setiap tikungan dan rintangan.

Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sebuah perlombaan. Namun, di balik persaingan di atas lintasan, tersimpan cerita tentang kerja bersama, keberanian, dan harapan bagi tumbuhnya olahraga otomotif di Kabupaten Soppeng.

Kejurprov Grasstrack dan Motocross 2026 yang berlangsung di Sirkuit Larakiang, tidak jauh dari Kantor Polres Soppeng, menjadi salah satu ruang pertemuan bagi para pencinta olahraga otomotif dari berbagai daerah.

Arena yang baru sekitar setahun dikembangkan itu berhasil menjadi pusat perhatian. Sebanyak 129 pembalap ambil bagian, memperlihatkan kemampuan dan ketangkasan mereka di hadapan masyarakat yang memadati kawasan sirkuit.

Antusiasme penonton pun terlihat besar. Berdasarkan data panitia, sekitar 15 ribu orang hadir menyaksikan jalannya perlombaan. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Soppeng maupun daerah lain di sekitarnya.

Angka tersebut bukan semata-mata gambaran ramainya sebuah kegiatan. Di dalamnya ada pergerakan masyarakat, pertemuan antarkomunitas, serta peluang ekonomi bagi warga yang turut mengambil bagian dalam aktivitas di sekitar arena.

Persaingan dan Prestasi di Lintasan

Di antara deru mesin dan ketegangan perlombaan, sejumlah nama berhasil mencatatkan prestasi.

Pada kategori Juara Umum Open Bhayangkara Cup III, pembalap asal Jawa Barat, Athar Al Gifary, menempati posisi pertama dengan raihan 184 poin. Ia juga tercatat sebagai juara lokal Sulawesi dengan perolehan 100 poin.

Posisi kedua diraih M. Zidane dari Blitar dengan 173 poin, disusul Reyfaldo Bilqis asal Jambi yang mengumpulkan 157 poin.

Persaingan juga berlangsung pada kategori Taksi Gabah. Aril Salontahe dari Manado keluar sebagai juara umum dengan perolehan 94 poin.

Sementara itu, pembalap tuan rumah, Zaky Aras, berhasil meraih juara umum kategori Mini Motor dengan 86 poin.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa lintasan Larakiang tidak hanya menjadi tempat menguji kecepatan, tetapi juga ruang bagi para pembalap untuk menunjukkan kemampuan, disiplin, dan semangat berkompetisi secara sportif.

Bagi pembalap daerah, kesempatan tampil dalam ajang seperti ini juga menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan dan mengukur prestasi di tengah persaingan yang lebih luas.

Kolaborasi yang Melampaui Perlombaan

Rangkaian kegiatan ditutup oleh Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., di hadapan para peserta dan masyarakat yang hadir.

Dalam keterangannya, Kapolres menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi antara kepolisian, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), komunitas otomotif, serta masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi agenda positif yang memberi warna bagi kehidupan olahraga di Kabupaten Soppeng.

Lebih dari itu, keberadaan sirkuit diharapkan dapat membuka peluang bagi pergerakan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi ruang pembinaan dan penyaluran minat generasi muda terhadap olahraga otomotif.

Harapan tersebut tentu membutuhkan kesinambungan. Sebuah arena olahraga tidak cukup hanya dibangun dan diramaikan oleh perlombaan. Ia memerlukan pengelolaan yang baik, pembinaan atlet, perhatian terhadap keselamatan, serta keterlibatan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Di sinilah nilai sebuah kegiatan menemukan maknanya yang lebih luas.

Sirkuit bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir. Ia juga tentang bagaimana sebuah daerah membangun ruang bagi prestasi, mempertemukan masyarakat, dan membuka kesempatan bagi tumbuhnya usaha-usaha kecil di sekitarnya.

Sebab, di balik setiap perlombaan, selalu ada tangan-tangan yang bekerja. Ada panitia yang mempersiapkan kegiatan, masyarakat yang memberikan dukungan, serta keluarga yang menanti para pembalap kembali dengan selamat.

Pada akhirnya, kemenangan memang layak dirayakan. Namun, keselamatan, sportivitas, kebersamaan, dan manfaat bagi masyarakat adalah nilai yang jauh lebih panjang usianya daripada sebuah piala.

Dari lereng Larakiang, Soppeng sedang merawat sebuah harapan: bahwa olahraga dapat menjadi jalan untuk mempertemukan keberanian, persaudaraan, dan kesejahteraan.

Karena lintasan boleh berakhir di garis finis, tetapi semangat untuk membangun daerah seharusnya tidak pernah berhenti di sana.


PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *