Keterangan Gambar:
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakapolres AKBP Tamar, S.Sos., dan jajaran Polres Soppeng melaksanakan kunjungan silaturahmi di Kantor Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Rabu (21/10/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi kepolisian, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
TAJUK RENCANA PALAPA
Sikap Resmi Redaksi
SOPPENG — Keamanan tidak selalu bermula dari bunyi sirene. Tidak pula semata-mata lahir dari seragam, kewenangan, atau ketegasan penegakan hukum. Ada sesuatu yang tumbuh lebih dahulu, jauh sebelum sebuah persoalan menjadi gangguan: kepercayaan, kepedulian, dan kesediaan untuk saling mendengarkan.
Dari sanalah kebersamaan memperoleh maknanya.
Kunjungan Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wakapolres AKBP Tamar, S.Sos., dan jajaran Pejabat Utama Polres Soppeng ke Kantor Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Rabu (21/10/2026), membawa pesan penting tentang hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Di dalamnya terdapat harapan agar komunikasi antara aparat keamanan, pemerintah kelurahan, dan warga terus terpelihara sebagai bagian dari ikhtiar menjaga ketenteraman bersama.
Kehadiran unsur kewilayahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPMK, para ketua RW dan RT, serta kader Posyandu memperlihatkan bahwa kehidupan masyarakat berdiri di atas jalinan tanggung jawab yang saling berhubungan.
Setiap unsur memiliki peran. Setiap warga mempunyai hak untuk merasa aman. Dan setiap persoalan lingkungan membutuhkan ruang komunikasi yang memungkinkan jalan keluar ditemukan sebelum masalah berkembang menjadi lebih besar.
Di titik inilah keamanan menemukan wajah kemanusiaannya.
Polisi tidak cukup hanya dikenal melalui kewenangannya. Masyarakat juga perlu merasakan kehadirannya sebagai tempat menyampaikan persoalan, mengutarakan kegelisahan, dan mencari perlindungan ketika berhadapan dengan keadaan yang mengancam ketenteraman.
Sebaliknya, masyarakat bukan sekadar pihak yang menerima pelayanan keamanan. Warga merupakan bagian penting dari upaya menjaga lingkungan, membangun kepedulian, serta mencegah berbagai potensi gangguan melalui cara-cara yang bertanggung jawab dan sesuai hukum.
Karena itu, penegasan Kapolres Soppeng bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama patut ditempatkan dalam kerangka kemitraan yang lebih luas.
Namun, kemitraan tidak cukup dibangun melalui pertemuan sesaat atau pernyataan yang terdengar baik. Ia membutuhkan kesinambungan, keterbukaan, dan kesungguhan untuk menindaklanjuti persoalan yang disampaikan masyarakat.
Silaturahmi akan menemukan arti sesungguhnya ketika komunikasi tetap terjaga setelah pertemuan berakhir. Kepercayaan akan tumbuh ketika warga merasa didengar, memperoleh penjelasan yang layak, dan melihat bahwa setiap persoalan ditangani secara adil sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebab, kepercayaan publik tidak lahir dari kata-kata semata. Ia tumbuh dari pengalaman, dipelihara oleh konsistensi, dan dikuatkan oleh tindakan.
Bagi pemerintah kelurahan dan unsur kewilayahan, pertemuan semacam ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan keamanan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Lingkungan yang tenteram membutuhkan kepedulian terhadap sesama, komunikasi yang sehat, perhatian kepada kelompok yang rentan, serta kesediaan menyelesaikan perbedaan tanpa memperbesar pertentangan.
Dalam kehidupan sosial, gangguan ketertiban terkadang berawal dari persoalan kecil yang tidak memperoleh ruang penyelesaian. Kesalahpahaman dibiarkan, keluhan tidak tersampaikan, dan jarak antarmanusia perlahan melebar.
Di sinilah komunikasi yang terbuka menjadi penting. Bukan untuk meniadakan seluruh perbedaan, melainkan untuk memastikan bahwa perbedaan tidak berkembang menjadi permusuhan dan setiap persoalan memperoleh penanganan yang semestinya.
Meski demikian, semangat kebersamaan tidak boleh mengaburkan batas kewenangan ataupun mengurangi pentingnya penegakan hukum. Pendekatan yang humanis harus berjalan beriringan dengan profesionalisme, keadilan, dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara.
Kepolisian harus tetap bekerja berdasarkan hukum. Masyarakat pun perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan aspirasi tanpa rasa takut, sepanjang dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak melanggar hak orang lain.
Di antara ketegasan dan kelembutan, di antara kewenangan dan pelayanan, terdapat keseimbangan yang harus senantiasa dijaga.
Itulah tantangan sesungguhnya dari semangat Polisi Bersama Masyarakat: menghadirkan ketegasan yang tidak kehilangan empati dan kedekatan yang tidak mengurangi profesionalisme.
Redaksi Palapa memandang, kunjungan Kapolres Soppeng ke Kelurahan Lapajung merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat. Nilai penting dari langkah tersebut akan semakin kuat apabila silaturahmi diteruskan melalui pelayanan yang responsif, koordinasi yang berkelanjutan, serta keterbukaan dalam menangani persoalan warga.
Sebab, ukuran keberhasilan menjaga keamanan tidak semata-mata terletak pada keadaan ketika tidak terjadi gangguan. Ia juga tercermin dari tumbuhnya rasa aman, meningkatnya kepercayaan, dan hadirnya hubungan yang sehat antara masyarakat dengan institusi yang bertugas melindunginya.
Pada akhirnya, keamanan bukan hanya tentang lingkungan yang bebas dari gangguan. Keamanan juga tentang seorang warga yang berani menyampaikan keluhan, seorang tetangga yang bersedia menolong, dan sebuah komunitas yang tidak membiarkan persoalan sesamanya berlalu tanpa kepedulian.
Di dalam nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan, menjaga ketenteraman merupakan bagian dari ikhtiar memelihara kehidupan. Sebab, kedamaian tidak tumbuh dari ketakutan, melainkan dari keadilan yang dirasakan, kepedulian yang dihidupkan, dan kepercayaan yang dijaga bersama.
Pada akhirnya, seragam dapat menghadirkan kewibawaan, kewenangan dapat menegakkan aturan, tetapi ketulusanlah yang membuka pintu kepercayaan.
Dan ketika kepercayaan telah tumbuh, keamanan tidak lagi menjadi beban satu institusi. Ia menjadi kesadaran bersama—dirawat di rumah, dijaga di lingkungan, diperkuat melalui pelayanan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sebab, masyarakat yang damai bukan hanya masyarakat yang tidak saling mengganggu, melainkan masyarakat yang masih bersedia saling menjaga.
Di sanalah keamanan menemukan makna terdalamnya: bukan sekadar ketika manusia merasa terlindungi, melainkan ketika setiap orang menyadari bahwa keselamatan sesamanya juga merupakan tanggung jawab dirinya.
Redaksi Palapa
PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.












