Amanah Merah Putih di Bahu Generasi Soppeng

SOPPENG10 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran dan anggota Paskibraka Kabupaten Soppeng usai Pengukuhan Paskibraka Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2026 di Gedung Serbaguna La Patau. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA

Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Reporter: Idris
Editor: Alimuddin

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di balik putihnya sarung tangan dan tegapnya barisan, ada sebuah amanah yang sedang diletakkan di pundak anak-anak muda Soppeng.

Mereka bukan sekadar bersiap mengibarkan Sang Merah Putih. Mereka sedang belajar memahami arti sebuah kepercayaan, bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dijaga melalui kedisiplinan, keteladanan dan kesetiaan kepada negeri.

Suasana khidmat itu terasa di Gedung Serbaguna La Patau, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di tempat itu, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Soppeng Tahun 2026 dikukuhkan, dua hari menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., hadir bersama Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle K.S. Dalle, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, para pembina dan pelatih Paskibraka, serta orang tua dan keluarga para anggota Paskibraka.

Di antara mereka yang hadir, ada wajah-wajah muda yang menyimpan harapan. Putra-putri terpilih itu telah melewati proses seleksi dan pembinaan untuk menerima tugas negara pada upacara peringatan kemerdekaan.

Pengukuhan menjadi tanda bahwa latihan panjang kini menemukan maknanya: kesiapan untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Sebab, menjadi Paskibraka bukan sekadar berdiri di hadapan ribuan pasang mata. Ada nama sekolah yang dibawa. Ada harapan orang tua yang disematkan. Ada kehormatan daerah yang dipertaruhkan. Dan, yang paling utama, ada Merah Putih yang harus diperlakukan sebagai lambang persatuan dan kehormatan bangsa.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto memandang tugas tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus amanah.

«“Menjadi Paskibraka adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Adik-adik yang dikukuhkan hari ini telah mendapatkan kepercayaan untuk membawa nama baik sekolah, keluarga dan Kabupaten Soppeng. Jalankan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab dan tetap rendah hati.”»

Pesan itu sederhana, tetapi menyentuh sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar tata upacara.

Disiplin, menurut Kapolres, tidak seharusnya berhenti ketika bendera telah selesai dikibarkan. Begitu pula kebersamaan, kepemimpinan dan kecintaan kepada bangsa tidak semestinya berakhir setelah prosesi 17 Agustus usai.

«“Yang paling penting bukan hanya bagaimana kalian berdiri tegak dan menjalankan tugas dengan sempurna, tetapi bagaimana nilai disiplin, kebersamaan, kepemimpinan dan kecintaan kepada bangsa itu terus dibawa setelah tugas ini selesai.”»

Di situlah sesungguhnya pendidikan karakter menemukan jalannya.

Latihan baris-berbaris mengajarkan ketertiban. Kekompakan mengajarkan bahwa tidak ada langkah yang benar-benar berarti jika dilakukan sendirian. Kepemimpinan mengajarkan keberanian untuk bertanggung jawab. Sedangkan pengabdian kepada Merah Putih mengajarkan bahwa kepentingan bersama harus ditempatkan lebih tinggi daripada kepentingan pribadi.

Kehadiran Kapolres Soppeng sekaligus menjadi bentuk dukungan Polri terhadap pembinaan generasi muda. Bagi institusi kepolisian, pembentukan karakter generasi penerus merupakan bagian penting dari upaya menumbuhkan masyarakat yang tertib, bertanggung jawab dan memiliki rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di balik tegapnya pasukan, ada pula tangan-tangan yang selama ini bekerja dalam senyap.

Para pembina dan pelatih mencurahkan waktu untuk membentuk kedisiplinan. Panitia memastikan seluruh tahapan berjalan. Sementara orang tua menyimpan doa di rumah masing-masing, menanti anak-anak mereka menunaikan sebuah tugas yang mungkin hanya berlangsung beberapa menit, tetapi dikenang sepanjang hidup.

Kapolres pun memberikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, panitia dan orang tua yang telah mendampingi para anggota Paskibraka selama proses persiapan.

Ia berharap seluruh anggota Paskibraka dapat melaksanakan tugas pada momentum 17 Agustus dengan sebaik-baiknya dan menjadi contoh positif bagi generasi muda lainnya di Kabupaten Soppeng.

«“Jadikan pengalaman ini sebagai bagian dari perjalanan untuk menjadi generasi yang berkarakter, memiliki integritas dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah maupun bangsa. Laksanakan tugas dengan penuh kebanggaan, karena kalian membawa semangat Merah Putih.”»

Ada sesuatu yang indah dari sebuah pengabdian yang dilakukan tanpa banyak kata.

Pada hari ketika bendera dinaikkan nanti, mungkin perhatian akan tertuju pada Sang Merah Putih yang perlahan mencapai puncak tiang. Namun di balik gerak yang tampak sederhana itu, ada latihan panjang, keringat, doa orang tua, keteguhan para pelatih dan keberanian anak-anak muda yang memilih memikul amanah.

Pengukuhan di Gedung Serbaguna La Patau pun bukan sekadar seremoni menjelang peringatan kemerdekaan. Ia menjadi titik temu antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pembina, pelatih, keluarga dan generasi muda dalam satu semangat: menjaga kehormatan kemerdekaan melalui keteladanan.

Dan barangkali, di situlah kemerdekaan menemukan maknanya yang paling manusiawi.

Bukan hanya tentang bendera yang berkibar di langit Soppeng, tetapi tentang hati yang belajar setia kepada amanah.

Sebab setiap amanah adalah titipan. Dan setiap titipan, pada akhirnya, akan dimintai pertanggungjawaban.

Merah Putih akan berkibar. Generasi muda akan berdiri tegak di bawahnya. Semoga dari langkah-langkah kecil mereka tumbuh karakter besar, untuk Soppeng, untuk Indonesia, dan untuk masa depan yang kelak mereka sendiri akan jaga.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)

Berani Bersikap, Tegas dalam Nutani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *