Amanah Jabatan dan Wajah Pengabdian Polres Soppeng

POLRI350 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto memimpin upacara serah terima jabatan empat pejabat di lingkungan Polres Soppeng, Kamis, 20 Agustus 2026. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

TAJUK RENCANA PALAPA

Sikap Redaksi untuk Kepentingan Publik

SUARA PALAPA, SOPPENG — Jabatan pada hakikatnya bukanlah singgasana. Ia adalah amanah yang suatu ketika datang, lalu akan pergi. Yang tinggal bukan nama yang tertulis di papan jabatan, melainkan jejak pengabdian yang pernah ditanamkan di tengah masyarakat.

Di situlah makna penting serah terima jabatan di lingkungan Kepolisian Resor Soppeng, Kamis, 20 Agustus 2026.

Polres Soppeng menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) empat pejabat di halaman Mapolres Soppeng. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan acara kenal pamit sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat yang mengakhiri penugasan sekaligus menyambut mereka yang menerima amanah baru.

Upacara dimulai sekitar pukul 08.15 Wita dan dipimpin Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. selaku Inspektur Upacara. Perwira Upacara dijabat Kasi Propam Polres Soppeng IPTU Dr. Ahmad Rahmansah San, S.Sos., M.M., sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada Kanit Tipidkor Polres Soppeng IPDA Udiyanto.

Dalam sertijab tersebut, jabatan Wakapolres Soppeng diserahterimakan dari Kompol Sudarmin, S.Sos. kepada Kompol Tamar, S.Sos. Jabatan Kasat Reskrim beralih dari AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H. kepada IPTU Firman, S.H., M.H.

Sementara itu, jabatan Kasi Keu diserahterimakan dari IPTU Andi Muhammad Padhil, S.Sos. kepada IPDA Jusman Susilo. Jabatan Kapolsek Liliriaja beralih dari IPTU Alimuddin, S.Sos. kepada AKP Mahmuddin, A.Md., S.Sos.

Pergantian tersebut diikuti para Kabag, Kasat dan Kasi, para Kapolsek jajaran, perwira serta bintara Polres Soppeng. Hadir pula Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Anie Hari Budiyanto bersama jajaran pengurus dan anggota Bhayangkari.

Bagi Redaksi Palapa, pergantian pejabat tidak semestinya dipandang sekadar sebagai rutinitas administratif organisasi. Di balik setiap prosesi pelantikan dan serah terima terdapat konsekuensi moral yang jauh lebih besar: publik menitipkan rasa aman kepada orang-orang yang menerima amanah tersebut.

Karena itu, pesan Kapolres Soppeng agar pejabat baru segera beradaptasi, memahami karakter wilayah dan menunjukkan kinerja melalui tindakan nyata patut ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas.

Kepemimpinan kepolisian tidak cukup hanya diukur dari seberapa cepat persoalan ditangani. Ia juga diuji oleh kemampuan membangun kepercayaan, mendengar suara masyarakat, menjaga integritas, serta memastikan hukum hadir dengan wajah yang adil dan manusiawi.

«“Pergantian jabatan merupakan hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Namun, tanggung jawab yang melekat pada jabatan tersebut bukan sesuatu yang ringan. Kepada pejabat baru, saya minta segera beradaptasi, pahami tugas dan karakter wilayah serta tunjukkan kinerja melalui tindakan yang nyata,” ujar Kapolres.»

Pesan itu sederhana, tetapi mengandung makna yang dalam.

Sebab masyarakat tidak selalu membutuhkan pidato yang panjang. Mereka membutuhkan polisi yang hadir ketika mereka membutuhkan perlindungan. Mereka membutuhkan hukum yang tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Mereka membutuhkan aparat yang mampu membedakan antara kewenangan dan kesewenang-wenangan.

Di sinilah ukuran sesungguhnya sebuah jabatan.

Kepada pejabat lama, Kapolres juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Polres Soppeng. Sementara kepada pejabat baru, ia meminta agar capaian yang telah baik diteruskan dan pembenahan dilakukan apabila masih terdapat kekurangan.

Sikap tersebut penting. Sebab organisasi yang sehat bukan organisasi yang selalu menganggap masa lalu sebagai kesalahan, melainkan organisasi yang mampu mengambil pelajaran dari perjalanan sebelumnya untuk melangkah lebih baik.

Selepas upacara, rangkaian kegiatan berlanjut dengan kenal pamit di Aula Tantya Sudhirajati Polres Soppeng. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Di ruang itu, pergantian jabatan menemukan sisi manusianya.

Ada mereka yang pergi membawa kenangan. Ada yang datang membawa harapan. Ada perjumpaan yang menjadi awal pengabdian baru, sekaligus perpisahan yang meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang pernah bekerja bersama.

Dalam rangkaian kenal pamit tersebut turut dikenalkan pergantian penugasan Kanit Regident, dari IPTU Cietra Ariesta, S.Psi. kepada IPDA Muh. Ramli Maulid, S.E., M.M.

Kehadiran Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Kejari Soppeng Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Soppeng H. Andi Muhammad Farid, S.Sos., Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Nasfiding, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, jajaran Bhayangkari serta tamu undangan lainnya, memperlihatkan bahwa keamanan dan ketertiban bukanlah pekerjaan satu institusi semata.

Ia merupakan kerja bersama.

Polisi, pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, DPRD dan seluruh elemen masyarakat memiliki ruang pengabdian masing-masing. Semuanya bertemu pada satu kepentingan: menjaga kehidupan masyarakat agar tetap aman, tertib dan bermartabat.

Redaksi Palapa memandang bahwa pesan Kapolres mengenai pentingnya soliditas internal dan hubungan baik dengan seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat merupakan fondasi yang tidak boleh diabaikan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan institusi kepolisian bukan hanya tentang berapa banyak perkara yang diselesaikan, tetapi juga tentang berapa banyak kepercayaan masyarakat yang berhasil dijaga.

Kepercayaan itu mahal.

Ia dibangun bertahun-tahun, tetapi dapat runtuh hanya oleh satu tindakan yang mencederai rasa keadilan.

Karena itu, setiap pejabat baru yang menerima amanah di Polres Soppeng sesungguhnya tidak hanya menerima jabatan. Ia menerima harapan keluarga-keluarga yang ingin tidur dengan tenang, menerima keresahan warga yang ingin didengar, serta menerima tanggung jawab untuk memastikan hukum tetap berdiri pada tempatnya.

Kapolres Soppeng mengingatkan bahwa sekecil apa pun tugas seorang anggota akan memberi pengaruh terhadap wajah institusi Polri di tengah masyarakat.

Redaksi Palapa menilai pesan itu layak menjadi kompas bersama.

«“Jadikan setiap amanah sebagai kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Bekerjalah dengan integritas, jaga kehormatan institusi dan pastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan rasa aman serta manfaat bagi masyarakat,” tegas Kapolres.»

Pada akhirnya, jabatan akan berganti. Pangkat akan berubah. Seragam akan suatu hari dilepas. Bahkan nama seseorang perlahan dapat dilupakan oleh zaman.

Tetapi kebaikan yang pernah diberikan kepada manusia tidak akan pernah benar-benar hilang.

Dalam pandangan agama, amanah bukan sekadar tanggung jawab kepada atasan atau institusi. Ia adalah pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Karena itu, semakin tinggi amanah yang dipikul, semakin besar pula tanggung jawab moral yang mengikutinya.

Polisi yang dicintai masyarakat bukan hanya mereka yang kuat dalam kewenangan, tetapi mereka yang teguh dalam integritas, lembut dalam kemanusiaan dan adil dalam menjalankan hukum.

Maka kepada para pejabat yang menerima amanah baru, selamat datang di ruang pengabdian.

Dan kepada mereka yang meninggalkan tugas, terima kasih atas jejak yang telah ditinggalkan.

Semoga setiap langkah pengabdian menjadi amal yang bernilai, setiap keputusan berpihak pada keadilan, dan setiap kewenangan senantiasa dituntun oleh nurani.

Sebab ketika jabatan berakhir, yang akan dibawa pulang bukanlah kursi kekuasaan, melainkan pertanggungjawaban tentang bagaimana amanah itu pernah dijalankan.

PALAPA MEDIA GROUP
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *