Jejak Kepedulian Menjaga Keselamatan Warga

POLRI7 Dilihat

Keterangan Gambar:

Bhabinkamtibmas Kelurahan Lemba dan Desa Maccile, AIPTU Budiaman, bersama Lurah Lemba berdialog dengan pemilik rumah saat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait luapan air yang menyebabkan badan Jalan Kemakmuran licin. Pendekatan persuasif menghasilkan kesepakatan untuk membangun saluran pembuangan demi menjaga keselamatan pengguna jalan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh: Alimuddin

Pemimoin Redaksi Palapa Media Group

SOPPENG, SUARA PALAPA – Keselamatan sering kali dijaga bukan hanya melalui langkah-langkah besar, melainkan juga dari kepedulian terhadap persoalan yang tampak sederhana. Setetes air yang terus mengalir ke badan jalan dapat berubah menjadi ancaman bagi nyawa, namun di tangan mereka yang mengutamakan pengabdian, persoalan kecil dapat diselesaikan sebelum menjadi musibah.

Semangat itulah yang diperlihatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lemba dan Desa Maccile, AIPTU Budiaman, saat merespons cepat pengaduan masyarakat mengenai luapan air dari bak penampungan milik salah seorang warga di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Selasa (28/7/2026) sore.

Didampingi Lurah Lemba bersama Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib), mereka segera turun ke lokasi untuk memastikan langsung kondisi yang dikeluhkan warga. Air yang melimpah ke badan jalan telah membuat permukaannya licin dan membahayakan pengguna jalan. Beberapa pengendara maupun pejalan kaki bahkan dilaporkan telah terjatuh akibat kondisi tersebut.

Bagi aparat yang menghayati makna pelayanan, keselamatan masyarakat bukanlah perkara yang dapat ditunda. Kehadiran mereka di lapangan menjadi bukti bahwa negara hadir melalui sentuhan yang bersahaja, mengedepankan dialog, bukan sekadar kewenangan.

Pendekatan persuasif yang dibangun membuahkan hasil. Setelah dilakukan komunikasi dan koordinasi, pemilik rumah menerima masukan dengan lapang dada serta berkomitmen membangun saluran pembuangan melalui pemasangan pipa agar air tidak lagi meluber ke badan jalan.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat merupakan amanah yang harus ditindaklanjuti dengan cepat dan penuh tanggung jawab.

“Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan membantu menyelesaikan setiap persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Hal-hal yang tampak sederhana, seperti genangan air di jalan, tetap harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman,” ujar Kapolres.

Sementara itu, AIPTU Budiaman menilai bahwa komunikasi yang baik merupakan jembatan terbaik dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengajak warga mencari solusi bersama. Alhamdulillah, pemilik rumah memahami kondisi yang terjadi dan bersedia membuat saluran pembuangan sehingga air tidak lagi mengalir ke jalan. Semoga ikhtiar ini menjadi ikhtiar bersama untuk mencegah kecelakaan dan menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat,” tuturnya.

Peristiwa ini mengajarkan bahwa membangun keselamatan bukan semata-mata melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kesadaran, kepedulian, dan semangat gotong royong. Ketika aparat pemerintah, kepolisian, dan masyarakat berjalan seiring, persoalan yang kecil tidak dibiarkan membesar, dan potensi musibah dapat dicegah sebelum benar-benar terjadi.

Pada akhirnya, menjaga keselamatan sesama adalah bagian dari amanah kemanusiaan. Dalam ajaran agama, menyingkirkan sesuatu yang membahayakan dari jalan merupakan salah satu cabang keimanan. Nilai itulah yang tercermin dalam langkah sederhana di Jalan Kemakmuran, bahwa setiap ikhtiar menjaga keselamatan adalah sedekah, setiap kepedulian adalah ibadah, dan setiap pelayanan yang tulus akan menjadi jejak kebaikan yang terus dikenang masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *