Keterangan Gambar:
Kasi Humas Polres Soppeng AKP H. Husain, S.Sos., S.H., M.H. bersama peserta Rakernis Bidang Humas Polda Sulsel Tahun 2026 di Aula Hotel Hakuna Matata, Bira, Kabupaten Bulukumba. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
ESSAY PALAPA
Nurani Redaksi di Atas Fakta
Oleh: Petta Barang
SUARA PALAPA, SOPPENG — Di tengah derasnya arus informasi, tugas kehumasan bukan semata tentang bagaimana sebuah kabar disampaikan. Ada amanah yang lebih dalam di baliknya: memastikan informasi hadir dengan terang, tidak menyesatkan, dan tetap berpijak pada kebenaran.
Di ruang itulah fungsi Humas kepolisian terus dituntut untuk beradaptasi.
Kasi Humas Polres Soppeng AKP H. Husain, S.Sos., S.H., M.H. mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan Tahun 2026, yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 1–2 Oktober 2026, di Aula Hotel Hakuna Matata, Bira, Kabupaten Bulukumba.
Rakernis tersebut dibuka oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto, S.H., S.I.K., M.H., dengan mengusung tema:
“Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media Humas Polri Presisi Siap Mensukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026.”
Tema tersebut membawa pesan bahwa komunikasi publik semakin menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Informasi tidak lagi berjalan perlahan dari satu pintu ke pintu yang lain. Ia bergerak cepat, berpindah dari ruang ke ruang, dan dalam hitungan detik dapat sampai kepada masyarakat luas.
Karena itu, kecepatan tidak cukup.
Informasi juga membutuhkan ketelitian, kejernihan, dan tanggung jawab.
Rakernis menjadi ruang bagi jajaran Humas untuk memperkuat pemahaman mengenai strategi komunikasi publik, pengelolaan media, serta penyampaian informasi kepada masyarakat. Forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyamakan langkah dalam pelaksanaan tugas kehumasan di lingkungan Polda Sulsel dan Polres jajaran.
Bagi Humas di tingkat kewilayahan, tugas tersebut memiliki dimensi yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Setiap informasi mengenai pelayanan kepolisian, kegiatan personel, maupun kebijakan institusi pada akhirnya bersentuhan dengan kebutuhan publik. Karena itu, cara sebuah informasi disampaikan turut menentukan bagaimana masyarakat memahami sebuah peristiwa.
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. menekankan pentingnya kecermatan dan profesionalitas dalam menjalankan fungsi kehumasan di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat.
“Fungsi Humas memiliki peran penting dalam menyampaikan setiap informasi kegiatan dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Karena itu, informasi harus dikelola dengan baik, disampaikan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kapolres.
Pesan tersebut menjadi penting karena di balik setiap informasi selalu ada manusia yang menerima, memahami, dan mungkin mengambil sikap berdasarkan informasi tersebut.
Maka, akurasi bukan sekadar ukuran teknis.
Ia adalah bentuk tanggung jawab.
Keikutsertaan Kasi Humas Polres Soppeng dalam Rakernis diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas kehumasan di tingkat kewilayahan, terutama dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan insan pers.
Kapolres juga berharap setiap perkembangan dan kebijakan yang diperoleh melalui Rakernis dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas, sehingga komunikasi publik Polres Soppeng semakin efektif dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Pada akhirnya, pekerjaan Humas bukan hanya tentang berbicara kepada publik.
Lebih dari itu, ia adalah tentang mendengar, memahami, lalu menyampaikan sesuatu secara bertanggung jawab.
Sebab, ketika informasi dikelola dengan hati-hati, masyarakat tidak hanya memperoleh kabar. Mereka memperoleh ruang untuk memahami.
Dan ketika komunikasi dibangun dengan kejujuran, kepercayaan tidak perlu dipaksa untuk tumbuh. Ia akan menemukan jalannya sendiri, perlahan, sebagaimana cahaya yang hadir setelah gelap mulai menepi.
Di sanalah amanah informasi menemukan maknanya: bukan sekadar membuat suara terdengar, tetapi memastikan kebenaran tetap memiliki tempat untuk didengar.
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.






