Keterangan Gambar:
Kapolsek Maniangpajo IPTU Haryadi berdialog dengan petugas Bendungan Kalola saat melakukan pengecekan kondisi objek vital di Dusun Watan Kalola, Desa Sogi, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan debit air tetap normal serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan keselamatan bendungan sebagai penopang kehidupan masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)
Oleh: Sabri
Langit siang di Kalola tampak teduh. Di antara deru mesin dan kokohnya beton bendungan, ada langkah-langkah sederhana yang mungkin luput dari perhatian banyak orang. Padahal, dari tempat itulah air mengalir membawa kehidupan, menghidupi sawah, memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan menumbuhkan harapan bagi ribuan warga.
Karena itu, menjaga bendungan bukan sekadar memastikan air tetap mengalir. Ia adalah ikhtiar menjaga denyut kehidupan.
Di tengah kesibukan masyarakat menjalani rutinitas, Kapolsek Maniangpajo IPTU Haryadi bersama Wakapolsek IPDA H. Safriyadi dan Ps. Kanit Intelkam AIPTU Syamsuddin memilih menapaki kawasan Bendungan Kalola di Dusun Watan Kalola, Desa Sogi, Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, Selasa (21/7/2026).
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 11.30 Wita itu bukan sekadar agenda pemeriksaan rutin. Di balik setiap langkah, tersimpan pesan bahwa kehadiran negara tidak hanya terasa ketika masalah datang, tetapi juga ketika segala sesuatu masih berjalan dengan baik.
Bendungan Kalola merupakan salah satu objek vital yang memiliki peran strategis bagi masyarakat. Air yang tersimpan di balik bangunan itu menjadi sumber kehidupan bagi lahan pertanian dan aktivitas warga di sekitarnya. Karena itulah, pengawasan terhadap kondisi bendungan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.
Dari hasil pemantauan di lapangan, debit air masih berada pada kondisi normal dan mencukupi. Situasi keamanan di sekitar bendungan pun terpantau aman serta kondusif.
Namun, bagi aparat kepolisian, keamanan tidak pernah cukup dijaga hanya dengan laporan. Ia harus dipastikan melalui kehadiran, pengamatan, dan komunikasi yang terus terjalin dengan para petugas di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan kepolisian juga berdialog dengan petugas keamanan yang bertugas menjaga kawasan bendungan. Mereka mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan ataupun kondisi yang dapat membahayakan keselamatan bendungan.
Kapolsek Maniangpajo IPTU Haryadi menegaskan bahwa pengecekan berkala merupakan langkah antisipatif agar kondisi bendungan senantiasa berada dalam keadaan aman.
“Kami ingin memastikan kondisi Bendungan Kalola tetap aman, termasuk debit airnya yang saat ini masih normal. Kami juga mengimbau petugas keamanan agar terus meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila terdapat perkembangan situasi maupun potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan petugas pengamanan merupakan fondasi penting dalam menjaga objek vital agar tetap terlindungi dari berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu ketertiban maupun keselamatan masyarakat.
Di balik seragam dan kewenangan yang melekat, tugas seorang polisi sesungguhnya adalah menghadirkan ketenangan. Sebab keamanan bukan hanya soal mencegah kejahatan, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani hidup tanpa dibayangi rasa cemas.
Dalam pandangan iman, menjaga keselamatan manusia termasuk bagian dari amanah yang luhur. Air adalah karunia Allah yang menjadi sumber kehidupan, dan setiap upaya merawatnya merupakan bentuk syukur atas nikmat yang telah dianugerahkan. Ketika manusia menjaga ciptaan-Nya dengan penuh tanggung jawab, sesungguhnya ia sedang menunaikan amanah sebagai khalifah di bumi.
Pengecekan di Bendungan Kalola pun berakhir dengan suasana yang tetap aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada kegaduhan yang tercipta. Hanya jejak-jejak pengabdian yang mungkin tak banyak disorot, tetapi diam-diam menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat.
Sebab sesungguhnya, pengabdian yang paling bermakna bukanlah yang paling sering dipuji, melainkan yang membuat kehidupan tetap mengalir, setenang air yang menghidupi bumi, dan setulus doa yang menjaga negeri.









