Keterangan Gambar:
Brigjen Pol Faizal (kiri) berbincang hangat bersama Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E. (tengah) dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Soppeng A. Mapparemma, S.E., M.M. (kanan) dalam acara tasyakuran dan silaturahmi pasca-menunaikan ibadah haji di kediaman keluarga Brigjen Faizal, Takkalalla, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Minggu malam (7/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat membangun daerah.
Penulis: Sanusi Muda
SOPPENG, SUARAPALAPA.ID — Malam perlahan turun di Takkalalla, Kecamatan Marioriwawo. Di tengah suasana yang teduh dan penuh kehangatan, senyum-senyum persaudaraan menyatu dalam sebuah pertemuan yang sarat makna. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada perbedaan latar belakang. Yang hadir malam itu hanyalah hati-hati yang dipersatukan oleh rasa syukur dan ikatan silaturahmi.
Di kediaman keluarga Brigjen Pol Faizal, Minggu malam (7/6/2026), tasyakuran digelar sebagai ungkapan syukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Namun lebih dari sekadar perayaan, kegiatan itu menjelma menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat Soppeng dalam suasana penuh kekeluargaan.
Lantunan doa yang mengawali acara seolah mengingatkan bahwa setiap keberhasilan dan setiap langkah perjalanan hidup pada akhirnya bermuara pada rasa syukur kepada Allah SWT. Dari tanah haram yang suci hingga kembali ke tanah kelahiran, Brigjen Pol Faizal membawa pulang bukan hanya kenangan spiritual, tetapi juga semangat untuk terus merawat hubungan kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Malam itu, hadir Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Soppeng, A. Mapparemma, S.E., M.M., anggota DPRD Soppeng Andi Takdir, tokoh masyarakat, sahabat, alumni sekolah, serta keluarga besar Brigjen Faizal. Kehadiran mereka menciptakan suasana yang hangat dan akrab, menggambarkan eratnya tali persaudaraan yang selama ini terjalin.
Di sela perbincangan yang mengalir santai, terdengar tawa kecil dan sapaan penuh keakraban. Satu per satu tamu saling bertukar kabar, mengenang perjalanan hidup, sekaligus mempererat hubungan yang telah lama terbangun.
Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menurutnya memiliki nilai religius sekaligus sosial yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.
“Momentum seperti ini sangat baik untuk menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan antar sesama. Persatuan dan kekompakan masyarakat merupakan modal utama dalam membangun daerah,” ujarnya.
Menurut Suwardi, pembangunan tidak hanya bertumpu pada program dan kebijakan pemerintah semata. Lebih dari itu, kemajuan daerah lahir dari masyarakat yang mampu menjaga persatuan, menghidupkan budaya gotong royong, serta memelihara harmoni sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rasa bangga terhadap Brigjen Pol Faizal yang dinilainya sebagai salah satu putra terbaik Kabupaten Soppeng. Karier cemerlang yang diraih hingga mencapai pangkat perwira tinggi di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih cita-cita.
“Pak Brigjen Faizal adalah salah satu putra terbaik Soppeng yang berhasil mengharumkan nama daerah. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Soppeng,” katanya.
Di balik seragam dan jabatan yang disandangnya, Brigjen Pol Faizal malam itu tampil sebagai anak kampung yang pulang membawa rasa syukur. Ia menyambut para tamu dengan penuh keramahan, memperlihatkan bahwa kemuliaan seseorang bukan hanya diukur dari kedudukan yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya menjaga hubungan dengan sesama.
Tasyakuran tersebut menjadi pengingat bahwa silaturahmi adalah warisan nilai yang tak lekang oleh waktu. Dalam ajaran Islam, silaturahmi bukan sekadar memperpanjang hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi jalan pembuka keberkahan, kelapangan rezeki, dan ketenteraman hidup.
Ketika malam semakin larut, percakapan masih terus mengalir di antara para tamu. Di atas meja-meja sederhana, tersaji hidangan yang menjadi pelengkap suasana. Namun sesungguhnya, yang paling terasa malam itu bukanlah sajian yang dihidangkan, melainkan kehangatan persaudaraan yang terjalin.
Dari Takkalalla, sebuah pesan sederhana mengalir kepada masyarakat Soppeng: bahwa daerah yang kuat dibangun bukan hanya oleh infrastruktur dan pembangunan fisik, tetapi juga oleh manusia-manusia yang menjaga persatuan, merawat silaturahmi, dan menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan utama.
Dan di malam penuh syukur itu, nilai-nilai tersebut kembali dipertemukan dalam satu ruang yang hangat, sederhana, dan penuh keberkahan.











