Dalam Lantunan Dzikir, Polres Soppeng Meneguhkan Pengabdian untuk Negeri

SYI'AR ISLAM15 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, TNI-Polri, dan masyarakat berfoto usai kegiatan Dzikir dan Doa Bersama di Masjid Agung Darussalam, Kamis (25/6/2026), dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. (Foto: Dok. Humas Polres Soppeng)

Oleh: Andi Okkeng
Editor: Alimuddin

SOPPENG, SUARA PALAPA — Malam di Kota Kalong terasa berbeda. Di bawah cahaya lampu yang temaram namun hangat, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema syahdu dari dalam Masjid Agung Darussalam, Jalan Pemuda, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Kamis malam (25/6/2026). Suara yang mengalun lembut itu seolah mengetuk relung hati, mengajak setiap jiwa untuk menunduk dalam khusyuk, mengingat kebesaran Allah SWT.

Di rumah ibadah yang menjadi saksi pertemuan banyak hati itu, Polres Soppeng menggelar Dzikir dan Doa Bersama dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Bukan sekadar seremoni tahunan, kegiatan ini menjelma menjadi ruang spiritual yang mempertemukan pengabdian, kebersamaan, dan harapan bagi masa depan daerah yang aman dan damai.

Satu per satu tamu undangan hadir, menyatu tanpa sekat dalam saf kebersamaan. Tampak Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng Nur Kautsar Hasan, S.H., M.H., jajaran pejabat utama Polres dan Kodim, personel TNI-Polri, pimpinan SKPD, camat, lurah, kepala desa, pimpinan BUMN dan BUMD, Ketua BKMT beserta anggota, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga jamaah masjid. Semua duduk sejajar, larut dalam satu niat yang sama: memohon keberkahan bagi bangsa dan daerah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Afandi, S.H. yang menghadirkan keteduhan di setiap lantunannya. Setelah itu, dzikir bersama yang dipandu Ustadz Muh. Tang, S.Pd.I. mengalir perlahan, membawa suasana menjadi semakin khidmat. Kalimat-kalimat tasbih, tahmid, dan tahlil berulang-ulang terucap, menyejukkan hati dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keikhlasan dalam pengabdian.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menegaskan bahwa tema Hari Bhayangkara tahun ini, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat,” bukan sekadar slogan, melainkan cermin perjalanan panjang institusi Polri selama delapan dekade.

“Delapan puluh tahun adalah perjalanan pengabdian yang panjang. Dalam rentang itu, Polri terus berusaha hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menuturkan, berbagai tantangan telah dihadapi Polri dari masa ke masa, menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum, hingga memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik. Namun pada akhirnya, seluruh pengabdian itu bermuara pada satu tujuan: hadir di tengah masyarakat dengan hati yang tulus.

Kapolres juga menekankan bahwa keberadaan Polri tidak pernah dapat dipisahkan dari masyarakat. Karena itu, kepercayaan publik harus terus dijaga melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan.

Menurutnya, keamanan bukanlah beban satu institusi semata. Keamanan adalah hasil dari sinergi, dari tangan-tangan yang saling menguatkan, dari hati-hati yang memiliki kepedulian yang sama terhadap kedamaian.

Melalui momentum dzikir dan doa bersama ini, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Soppeng untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Malam itu, selepas sambutan, jamaah melaksanakan shalat Isya berjamaah. Saf-saf yang rapi menjadi simbol persatuan, bahwa di hadapan Allah SWT, semua manusia setara, disatukan oleh iman dan pengharapan.

Suasana spiritual semakin mendalam ketika Ustadz Fajar Jaganegara, S.Pd.I., M.H.I. menyampaikan tausiah agama. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga keimanan, keikhlasan, dan amanah dalam setiap bentuk pengabdian.

Dzikir dan doa bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda peringatan. Ia adalah ungkapan syukur atas perjalanan panjang Polri, sekaligus ikhtiar batin untuk memohon perlindungan dan petunjuk Allah SWT agar pengabdian ke depan semakin membawa manfaat bagi masyarakat.

Di tengah lantunan doa yang menembus langit malam, terpatri satu pesan yang begitu kuat: bahwa kekuatan sebuah daerah bukan hanya lahir dari aturan dan sistem, tetapi juga dari hati yang bersatu dalam doa, persaudaraan, dan kepedulian.

Kebersamaan antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat yang tergambar malam itu menjadi potret indah harmoni sosial di Bumi Latemmamala.

Kegiatan berakhir pada pukul 21.10 WITA dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Namun gema dzikir yang terlantun malam itu seakan masih tinggal, menjadi doa yang terus mengalir untuk Soppeng yang damai, masyarakat yang sejahtera, dan pengabdian Bhayangkara yang semakin bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *