Pramuka Sebagai Pelopor, Bukan Sekadar Aksesori Jalan Raya

EDITORIAL8 Dilihat

Keterangan Gambar:
​Sinergi Tanpa Batas:
Personel Satlantas Polres Soppeng berfoto bersama anggota Saka Bhayangkara usai pembekalan Krida Lalu Lintas di Lobby Tantya Sudhirajati. Sebuah langkah awal mencetak agen perubahan keselamatan jalan raya di Bumi Latemmamala. (Ilustrasi)

Oleh: Alimuddin

Kesadaran berlalu lintas di Indonesia seringkali masih bersifat “reaktif”, takut karena ada petugas, bukan patuh karena kesadaran. Di Kabupaten Soppeng, pola pikir ini coba dirombak melalui pembinaan Krida Lalu Lintas kepada Pramuka Saka Bhayangkara yang dilaksanakan di Mako Polres Soppeng baru-baru ini.

​Langkah Polres Soppeng melalui Satlantas untuk merangkul Pramuka adalah sebuah strategi cerdas. Mengapa? Karena pendidikan sebaya (peer education) jauh lebih efektif bagi generasi Z dan Alpha dibandingkan instruksi satu arah.

Ketika seorang anggota Pramuka menegur kawannya untuk memakai helm atau tidak melawan arus, pesan tersebut akan lebih mudah diterima daripada teguran resmi di jalan raya.

​Namun, pembekalan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni akhir pekan semata. Gelar “Pelopor Keselamatan” yang disematkan kepada adik-adik Saka Bhayangkara membawa beban moral yang besar. Mereka harus menjadi standar moral di jalanan Soppeng.

​Kita mengapresiasi komitmen Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana dan jajaran Satlantas yang melihat jauh ke depan. Investasi pada edukasi remaja saat ini adalah cara paling efektif untuk menekan angka kecelakaan di masa depan.

​Editorial ini berpendapat bahwa kolaborasi seperti ini harus terus dipupuk. Sudah saatnya tertib lalu lintas menjadi gaya hidup, bukan beban hukum. Dan dari tangan-tangan anggota Saka Bhayangkara inilah, kita berharap budaya baru yang lebih beradab di jalan raya itu bermula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *