Menjelang Idul Adha, Bhabinkamtibmas Polres Soppeng Menjaga Keamanan dengan Sentuhan Kemanusiaan

EDITORIAL161 Dilihat

Oleh: Alimuddin (Pemred Palapa Media Group)

Matahari pagi belum sepenuhnya meninggi ketika denyut kehidupan mulai terasa di Pasar Sentral dan Pasar Lamataesso, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Minggu (24/5/2026). Suara tawar-menawar bersahutan. Pedagang sibuk menata dagangan. Kendaraan keluar masuk membawa masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Di tengah keramaian itu, hadir sosok polisi berseragam yang berjalan perlahan menyusuri lorong pasar. Bukan dengan wajah tegang atau sikap kaku, melainkan dengan sapaan hangat dan pendekatan yang humanis. Ia adalah Bhabinkamtibmas Kelurahan Lapajung dan Kelurahan Salokaraja, AIPDA Ibrahim.

Kehadirannya pagi itu bukan sekadar menjalankan rutinitas patroli keamanan. Ada misi yang lebih besar: memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas ekonomi dan persiapan ibadah Idul Adha dengan rasa aman dan tenteram.

Bagi masyarakat kecil di pasar tradisional, rasa aman adalah kebutuhan mendasar. Di saat aktivitas meningkat menjelang hari besar keagamaan, potensi gangguan keamanan juga ikut bertambah. Pencopetan, pencurian kendaraan, hingga kelalaian masyarakat terhadap barang bawaan menjadi kerawanan yang kerap muncul di pusat keramaian.

Karena itulah, Polres Soppeng menginstruksikan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat.

Instruksi itu bukan hanya soal pengamanan formal. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata bagaimana Polri berupaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat melalui pelayanan yang menyentuh sisi kemanusiaan.

AIPDA Ibrahim terlihat berbincang dengan juru parkir, mengingatkan agar membantu mengawasi kendaraan pengunjung pasar. Ia juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak meninggalkan kunci motor dan tetap waspada terhadap barang berharga yang dibawa saat berbelanja.

Pendekatan persuasif yang dilakukan tanpa nada menggurui membuat masyarakat menerima pesan-pesan keamanan itu dengan nyaman. Polisi tidak lagi hadir sebagai simbol kekuasaan semata, tetapi menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat sehari-hari.

Momentum menjelang Idul Adha sendiri memiliki makna spiritual yang mendalam. Hari raya kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga pengingat tentang nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama.

Di ruang-ruang publik seperti pasar tradisional, nilai-nilai itu tampak diterjemahkan dalam bentuk pengabdian aparat negara kepada rakyatnya. Kehadiran polisi yang menjaga keamanan masyarakat agar dapat beraktivitas dan beribadah dengan tenang menjadi bagian dari pelayanan yang bernilai sosial sekaligus religius.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan implementasi nyata pelayanan Polri Presisi.

Menurutnya, menjelang Idul Adha, peningkatan aktivitas masyarakat harus diimbangi dengan langkah preventif agar situasi keamanan tetap terkendali.

“Menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional tentunya meningkat. Karena itu kami menginstruksikan seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk lebih aktif hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi serta mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kapolres.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kepolisian tidak ingin sekadar hadir setelah terjadi persoalan. Polri berupaya membangun budaya pencegahan dengan mengedepankan edukasi dan kedekatan sosial.

Dalam praktiknya, langkah-langkah kecil seperti menyapa warga, mengingatkan pengunjung pasar, hingga mendengarkan keluhan masyarakat justru menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Di Kabupaten Soppeng, pola pendekatan seperti ini mulai menjadi wajah baru pelayanan kepolisian. Polisi hadir bukan hanya saat terjadi kriminalitas, tetapi juga dalam aktivitas keseharian masyarakat.

Tidak sedikit warga yang merasa lebih nyaman ketika melihat kehadiran polisi di pasar tradisional, terlebih di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang hari raya.

Selain memberikan edukasi kamtibmas, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ajakan itu menjadi bentuk keterbukaan Polri terhadap partisipasi publik. Sebab keamanan, sebagaimana disampaikan Kapolres Soppeng, bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Di balik hiruk-pikuk pasar tradisional yang dipenuhi transaksi dan aktivitas warga, sesungguhnya ada kerja sunyi aparat kepolisian yang terus memastikan semuanya berjalan aman dan tertib.

Dan di tengah suasana religius menjelang Idul Adha, kehadiran polisi dengan pendekatan yang humanis itu menghadirkan satu pesan sederhana: negara hadir bukan hanya untuk menjaga hukum, tetapi juga menjaga rasa aman dan ketenangan masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *