Di Balik Jeruji dan Sunyi Malam: Ikhtiar Menjaga Keamanan dari Dalam Lapas Watansoppeng

POLRI54 Dilihat

Keterangan Gambar:

Petugas gabungan dari Polres Soppeng, TNI, dan pihak Lapas Kelas II Watansoppeng melakukan pemeriksaan barang milik warga binaan saat razia malam dalam rangka patroli gabungan dan peringatan HUT Pemasyarakatan ke-62, Senin (6/4/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Oleh: Idris
Reporter Palapa Media Group

SOPPENG — Malam belum terlalu larut ketika langkah-langkah tegas aparat memecah kesunyian di dalam Lapas Kelas II Watansoppeng, Senin, 6 April 2026. Di ruang-ruang yang selama ini menyimpan cerita penyesalan, harapan, dan penantian, aparat gabungan hadir bukan sekadar melakukan pemeriksaan, tetapi memastikan bahwa keamanan tetap berdiri tegak, bahkan di balik jeruji besi.

Patroli gabungan piket fungsi yang digelar Polres Soppeng malam itu dimulai sekitar pukul 20.30 WITA. Dipimpin oleh Pamapta 2 SPKT, IPDA Zainandar Zain, S.H., kegiatan ini menyasar sejumlah titik strategis, dengan fokus utama pada lingkungan lapas yang berada di Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata.

Di dalam lapas, suasana berubah lebih dinamis. Personel kepolisian, didampingi pihak Lapas dan unsur TNI dari Kodim 1423/Soppeng, bergerak menyisir setiap sudut ruangan. Mereka memeriksa barang-barang milik warga binaan dengan teliti, sebuah langkah preventif yang tak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan.

Razia yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Lembaga Pemasyarakatan ke-62 ini menargetkan barang-barang terlarang seperti narkotika, senjata tajam, hingga telepon genggam. Hasilnya, tidak ditemukan narkotika maupun alat komunikasi ilegal. Namun demikian, petugas tetap mengamankan sejumlah benda yang berpotensi disalahgunakan, mulai dari kaleng, piring dan gelas kaca, korek gas, botol parfum, hingga serpihan logam.

Barang-barang itu, meski tampak sederhana, menyimpan potensi risiko jika berada di tangan yang salah. Di sinilah letak makna dari pengawasan: bukan sekadar menemukan pelanggaran, tetapi mencegah kemungkinan yang bisa berkembang menjadi ancaman.

Lebih dari sekadar razia, malam itu juga menjadi ruang komunikasi. Aparat memberikan imbauan kepada warga binaan agar tetap menjaga ketertiban serta tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum. Sebuah pendekatan yang menempatkan keamanan sebagai tanggung jawab bersama.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah. Patroli gabungan, menurutnya, adalah langkah preventif dan preemtif yang akan terus ditingkatkan, terlebih sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap aktivitas seperti balap liar dan gangguan ketertiban lainnya.

“Sinergitas antara Polri, TNI, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman,” ujarnya.

Malam pun beranjak menuju pukul 22.15 WITA ketika kegiatan berakhir. Tidak ada gejolak, tidak ada kejadian menonjol. Namun justru di situlah letak keberhasilannya, ketika potensi gangguan berhasil diredam sebelum sempat menjadi masalah.

Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, keamanan tidak pernah boleh lengah. Dan di Soppeng, upaya itu terus dijaga, pelan, pasti, dan tanpa henti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *