Judul: Ketika Bara Menjelang di Tanah Soppeng: Kesigapan Nurani dan Bakti Menjaga Bumi

BENCANA12 Dilihat

Keterangan Gambar: Seorang personel kepolisian bersama tim gabungan menerjang tajamnya asap dan membendung laju kobaran api di atas hamparan daun kering di Jalan Viral, Kelurahan Lalabata Rilau. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA Refleksi Nurani di Atas Fakta

Oleh: Andi Okkeng

SUARA PALAPA, SOPPENG — Angin terik berembus membawa kering tanah dan desir dedaunan musnah. Di tengah terik yang memanggang bumi Lalabata Rilau, Kabupaten Soppeng, Minggu sore (14/9/2026), marabahaya itu datang tanpa mengetuk pintu. Dari hamparan ranting dan daunering yang meranggas, percikan api menjelma kobaran merah yang menari-nari, mengancam kestabilan napas alam sekitar Jalan Viral.

Di batas antara ancaman dan keselamatan, ada tugas mulia yang harus ditunaikan. Menjaga bumi bukan sekadar urusan memadamkan jelaga, melainkan manifestasi ibadah untuk menjaga keselamatan jiwa dan semesta. Bergerak dalam ikhtiar luhur, personel Polres Soppeng bersama benteng tangguh Damkar tak membiarkan waktu terbuang. Mereka menerjang kepulan asap tipis yang menyengat, membendung lidah api agar tak merayap lebih jauh melahap kehijauan yang tersisa.

Kondisi vegetasi yang mengering akibat cuaca panas menyerahkan tantangan nyata bagi para petugas di lapangan. Namun, sinergi yang terajut atas dasar kemanusiaan membuktikan bahwa bahu-membahu mampu menundukkan kegarangan bara. Siraman demi siraman air dihujamkan tepat di jantung titik api. Tak berhenti saat kobaran mereda, dengan penuh ketelitian mereka memastikan tak ada sisa bara yang tersembunyi—menutup rapat peluang bagi si jago merah untuk kembali menyapa.

Kecepatan bertindak di garis depan bukan semata-mata kepatuhan pada protokoler kerja, melainkan wujud rasa cinta dan bakti kepada masyarakat. Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan komitmen nurani di balik respons sigap jajarannya.

“Setiap informasi mengenai kejadian yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera direspons. Personel kami diarahkan untuk bergerak cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta memastikan situasi di lokasi benar-benar terkendali,” tegas Kapolres.

Di balik seragam dan ketegasan tugas, terselip ajakan yang menyentuh kesadaran paling dalam. Api yang kecil adalah kawan, namun kelalaian membuatnya menjadi cobaan. Dalam iklim yang meranggas kering, menjaga alam adalah bagian dari amanah spiritual yang dipertanggungjawabkan bersama. Kapolres turut mengimbau masyarakat untuk senantiasa mengasah kewaspadaan, menjauhi aktivitas pemicu api secara sembarangan, serta saling menjaga dengan saling memberi kabar jika bahaya terlihat di pelupuk mata.

Ketika asap perlahan pudar dan tanah yang menghitam kembali tenang, ada jejak pengabdian yang tertinggal di sana. Kesigapan ini menegaskan bahwa pertolongan bukan sekadar tentang seberapa cepat kita sampai di lokasi, melainkan seberapa dalam kepedulian itu tertanam dalam nurani untuk melindungi sesama.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *