Di Bawah Langit Iduladha, Soppeng Menjaga Harmoni dalam Sujud dan Pengabdian

SYI'AR ISLAM208 Dilihat

Oleh: Syamsuddin Andy

Pagi itu, langit Watansoppeng tampak teduh. Awan bergelayut perlahan di atas Lapangan Gasis, seolah ikut menyaksikan ribuan manusia yang datang membawa doa, harapan, dan ketundukan kepada Sang Pencipta. Takbir berkumandang syahdu, memecah sunyi pagi Iduladha 1447 Hijriah dengan getaran iman yang menyentuh relung hati.

Di hamparan sajadah yang membentang luas, masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Soppeng duduk bersisian tanpa sekat. Anak-anak, orang tua, pejabat, aparat, hingga warga biasa larut dalam satu barisan ukhuwah. Semua menanggalkan perbedaan duniawi, lalu bersimpuh dalam kebesaran Allah SWT.

Pelaksanaan Shalat Iduladha tingkat Kabupaten Soppeng yang digelar di Lapangan Gasis dan pelataran Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Rabu pagi (27/5/2026), berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Sekitar 10 ribu jamaah memadati kawasan ibadah sejak matahari belum sepenuhnya meninggi.

Di tengah lautan jamaah itu, tampak hadir Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, PJ Sekda Soppeng Drs. H. Andi Haeruddin, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat dan agama.

Shalat Iduladha dipimpin oleh Imam Muh. Tang Abu, S.Pd.I., M.Pd.I., sementara khutbah disampaikan oleh Dr. H. Musriadi, S.Ag., M.H., yang mengajak jamaah memaknai Iduladha bukan sekadar ritual pengorbanan, tetapi juga momentum memperkuat keikhlasan, kepedulian sosial, dan persaudaraan antarsesama.

Suasana religius itu semakin terasa ketika ribuan jamaah serempak menengadahkan tangan dalam doa. Di bawah langit pagi yang perlahan cerah, gema amin menyatu dengan desir angin, menghadirkan ketenangan yang sulit dilukiskan kata-kata.

Di balik kekhusyukan ibadah, hadir pula wajah-wajah pengabdian yang bekerja dalam senyap. Personel Polres Soppeng bersama Polsek Lalabata tampak berjaga di sejumlah titik, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Pengamanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Soppeng Nomor: Sprin/319/V/PAM.3/2026, melalui pola pengamanan terbuka dan tertutup, pengaturan lalu lintas, hingga pemantauan situasi di sekitar lokasi.

Pengamanan tersebut turut didukung personel TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan PSC 119 Kabupaten Soppeng. Kehadiran aparat bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kenyamanan masyarakat dalam beribadah.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana mengatakan, kehadiran Polri dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk pelayanan dan tanggung jawab moral untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Polres Soppeng berkomitmen untuk terus hadir memberikan pengamanan pada setiap kegiatan masyarakat maupun kegiatan keagamaan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib dan lancar,” ujarnya.

Iduladha di Soppeng tahun ini juga diwarnai semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui pelaksanaan kurban. Pemerintah Kabupaten Soppeng, khususnya di Kecamatan Lalabata, mencatat sebanyak 117 ekor sapi dan 14 ekor kambing disiapkan untuk dikurbankan dan dibagikan kepada masyarakat.

Di hari raya pengorbanan itu, Soppeng tidak hanya merayakan sebuah ritual tahunan. Lebih dari itu, masyarakat sedang merawat nilai-nilai kemanusiaan, tentang keikhlasan memberi, tentang kebersamaan menjaga kedamaian, dan tentang keyakinan bahwa dalam setiap sujud, selalu ada harapan yang dipanjatkan untuk kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *