Menenun Asa di Halaman Sekolah: Langkah Lembut Wakapolres Soppeng Merawat Jiwa Remaja dan Menjauhkan Bara Tawuran

POLRI82 Dilihat

Keterangan Gambar:

Wakapolres Soppeng, AKBP Tamar, S.Sos., didampingi seorang siswa saat bertindak sebagai Inspektur Upacara di halaman SMPN 5 Watansoppeng, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Senin (2/11/2026), membawa pesan ketulusan dan bimbingan bagi generasi masa depan. (Foto: Dokumentasi Polres Soppeng)

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Idris

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di bawah naungan langit Senin pagi yang tenang, halaman SMPN 5 Watansoppeng di Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menyimpan cerita tentang sebuah ikhtiar merawat nurani. Hari itu, Senin, 2 November 2026, langkah tegap namun penuh kehangatan dari Wakapolres Soppeng, AKBP Tamar, S.Sos., hadir di tengah barisan anak-anak seragam putih-biru. Ia berdiri bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan sebagai seorang ayah dan pendidik yang membawa pelita bagi jiwa-jiwa muda yang sedang mencari arah.

Pagi itu, upacara bendera bukan sekadar rutinitas menaikkan Sang Saka Merah Putih. Di sana, bait-bait nasihat mengalir perlahan, menyentuh relung batin para pelajar. AKBP Tamar mengingatkan bahwa masa sekolah adalah anugerah terindah—sebuah fajar kehidupan tempat benih-benih karakter, budi pekerti, dan asa disemai untuk menyongsong masa depan yang mulia.

Keberhasilan seorang anak manusia, tutur sang perwira dengan suara yang tenang namun sarat makna, tidak pernah semata-mata diukur dari angka di atas kertas raport. Jauh melampaui itu, kemuliaan hidup terletak pada ketulusan sikap, kemurnian kedisiplinan, rasa tanggung jawab yang agung, serta kemampuan untuk menghargai napas kehidupan orang lain di sekitar kita. Menghormati guru yang sabar memahat ilmu, menyayangi teman seperjuangan, memeluk ketaatan pada aturan sekolah, serta memuliakan doa orang tua adalah fondasi utama tegaknya sebuah peradaban insan yang berintegritas.

Namun, di balik senyum dan derap langkah riang para remaja, terselip sebuah keresahan nurani yang senantiasa diawasi bersama: bayang-bayang kenakalan remaja dan bara tawuran yang sewaktu-waktu dapat membakar masa depan mereka. Dengan nada penuh empati dan kasih sayang, AKBP Tamar merangkul akal sehat para pelajar agar tidak tergelincir dalam kebatilan emosi sesaat.

“Jangan biarkan amarah dan ego sesaat merenggut hari esok yang terang. Tawuran bukanlah lambang keberanian, dan kekerasan tidak pernah menjadi jalan keluar bagi sebuah persoalan. Anak-anakku sekalian adalah pemilik masa depan bangsa ini; kuasailah diri kalian, miliki keberanian moral untuk menolak jalan yang sesat, dan pilihlah pelabuhan pergaulan yang menghidupkan kebaikan,” ucapnya menggugah hati.

Perhatian itu turut menembus dunia digital yang kini digenggam erat oleh generasi muda. Ia berpesan agar jemari dan gawai di tangan tidak disalahgunakan sebagai arena perlombaan melukai hati sesama, baik melalui ejekan, provokasi, maupun permusuhan di ruang siber. Setiap perbedaan dan gesekan selayaknya diredam dengan kearifan, diselesaikan lewat jembatan komunikasi yang tulus dan damai.

Menutup amanatnya, sebuah pesan universal disematkan erat di dalam dada setiap anak yang mendengarkan. Waktu muda adalah lembaran putih yang tidak akan pernah terulang kembali. Jangan biarkan ia ternoda oleh penyesalan. Hormatilah tetesan keringat orang tua yang berjuang dalam sunyi, hargailah pengorbanan guru yang mendidik dengan cinta, dan jadilah mata air kebanggaan bagi keluarga, sekolah, serta bumi pertiwi.

Sebab pada akhirnya, apa yang ditanam hari ini dengan kesadaran dan cinta kasih, akan berbuah menjadi kedamaian di esok hari. Polres Soppeng hadir bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menjaga agar setiap tunas bangsa dapat tumbuh lurus, bermartabat, dan pulang memeluk masa depan dalam selamat dan sentosa.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *