Jejak Kasih di Bilik Sunyi Baitullah: Menemukan Negara dalam Dekapan Doa dan Persaudaraan

POLRI104 Dilihat

Keterangan Gambar: Wakapolres Soppeng saat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan ukhuwah islamiyah di hadapan jamaah Masjid Jami Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

ESSAY PALAPA Nurani Redaksi di Atas Fakta

Oleh: Syukur Mariorante Katalawala

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di bawah naungan langit Soppeng yang tenang, manakala hari Jumat memanggil setiap jiwa untuk membersihkan diri dari riuhnya debu dunia, sebuah langkah khidmat menapaki pelataran Masjid Jami Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau. Hari itu, Jumat, 6 November 2026, bukan sekadar perputaran waktu penanggalan biasa. Ia adalah ruang perjumpaan antara negara yang hadir dalam rupa pengayoman, dan umat yang merindukan kedamaian.

Wakapolres Soppeng melangkah perlahan ke tengah-tengah jamaah. Bukan dengan deru kendaraan taktis atau ketegasan atribut formal yang kaku, melainkan membawa serta kesejukan salam dan ketulusan hati. Kegiatan Jumat Keliling ini menjelma menjadi jembatan batin, sebuah ikhtiar merajut kembali benang-benang silaturahmi yang kerap renggang oleh kesibukan zaman. Di dalam rumah Allah yang suci, sekat-sekat jabatan dan status sosial melebur dalam satu saf kerendahan hati.

“Masjid bukan hanya menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah dan membangun kebersamaan,” tutur Wakapolres di hadapan para jamaah yang khusyuk mendengarkan.

Pernyataan tersebut menggema melampaui dinding-dinding masjid. Ia menjadi pengingat universal bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak pernah lahir dari ujung laras senjata semata. Kamtibmas yang sejati tumbuh dari suburnya kepedulian sosial, dari dekap persaudaraan yang erat, serta dari rasa saling percaya antara warga dan aparat penegak hukumnya. Negara hadir secara paling mulia ketika ia mendengar bisikan kecemasan rakyatnya dan merangkul mereka dalam kasih sayang.

Di era di mana dunia seringkali berjalan terlalu cepat hingga membuat manusia merasa terasing di antara keramaian, kehadiran Polri melalui pendekatan keagamaan memberikan warna yang berbeda. Polisi tidak lagi berjarak; mereka adalah bagian dari denyut nadi kehidupan masyarakat itu sendiri, duduk bersama, sujud bersama, dan merajut asa demi tanah kelahiran yang aman dan kondusif.

Ketika matahari perlahan bergeser ke Barat dan langkah kaki para jamaah kembali keluar meninggalkan halaman masjid, tersisa sebuah renungan yang mendalam di dalam dada. Bahwa kedamaian sejati di bumi Soppeng ini tidak akan pernah terwujud hanya karena aturan yang mengekang, melainkan karena cinta yang tulus disemai di setiap hati, serta doa-doa sunyi yang dipanjatkan bersama agar negeri ini senantiasa dalam lindungan, kerukunan, dan keselamatan abadi.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *