Jaga Anak dan Lingkungan, Tokoh Masyarakat Serukan Makassar Damai

POLRI75 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian tokoh masyarakat dalam mengajak warga menjaga anak-anak, lingkungan, dan kondusivitas keamanan di Kota Makassar. (Foto: Dokumentasi Humas Polda Sulsel).

ESSAY PALAPA
Nurani Redaksi di Atas Fakta

Oleh: Musafir
Editor: Masykur Thahir

SUARA PALAPA, MAKASSAR – Kota yang damai tidak lahir hanya karena aparat keamanan berdiri di setiap sudut jalan. Kedamaian tumbuh ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk saling menjaga, ketika keluarga tidak kehilangan perhatian terhadap anak-anaknya, dan ketika setiap warga memahami bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama.

Di tengah perhatian terhadap aksi perang kelompok yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar, seruan untuk menjaga lingkungan dan melindungi anak-anak kembali mengemuka. Kali ini, suara kepedulian datang dari sejumlah tokoh masyarakat yang mengingatkan pentingnya mengembalikan semangat persaudaraan di tengah kehidupan perkotaan.

Pemerhati Perempuan Sulawesi Selatan sekaligus pegiat sosial, Andi Sri Wulandani Thamrin, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing. Ia secara khusus mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian lebih terhadap aktivitas dan pergaulan anak-anak.

Seruan tersebut disampaikan pada Rabu (4/11/2026).

“Mari kita tingkatkan kesadaran bersama. Jaga anak-anak kita, jaga lingkungan kita, dan jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merusak kerukunan antarwarga,” ujarnya.

Bagi Andi Sri Wulandani, Makassar bukan sekadar ruang tempat orang menjalani aktivitas sehari-hari. Kota ini adalah rumah bersama, tempat berbagai latar belakang kehidupan bertemu, tumbuh, dan membangun masa depan.

Karena itu, kedamaian tidak seharusnya hanya menjadi harapan yang diucapkan ketika konflik terjadi. Ia harus dirawat melalui tindakan sederhana, mulai dari kepedulian terhadap tetangga, pengawasan terhadap anak-anak, hingga kesediaan menahan diri ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak dan perempuan berhak mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, serta terbebas dari ancaman kekerasan.

“Mari kita hentikan segala bentuk perang antarkelompok. Wujudkan Kota Makassar yang aman, nyaman, dan kondusif untuk semua, terutama bagi anak-anak dan perempuan yang berhak tumbuh dan berkembang di lingkungan yang damai,” tambahnya.

Kepedulian yang Harus Menjadi Gerakan Bersama

Dukungan terhadap ajakan menjaga keamanan juga disampaikan Ketua Umum HS Bodyguard Sulawesi Selatan, H. Haluddin, S.Sos.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian sosial, menjaga anak-anak, serta membangun lingkungan yang tidak memberi ruang bagi tindakan kekerasan.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kewaspadaan terhadap informasi maupun ajakan yang berpotensi memicu perselisihan. Sebab, persoalan yang semula kecil dapat berkembang menjadi konflik apabila disertai provokasi dan hilangnya kemampuan untuk mengendalikan diri.

“Makassar adalah rumah kita bersama. Kedamaian dan rasa aman hanya bisa terwujud apabila kita saling menjaga. Stop perang kelompok, mari kita wujudkan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif,” ajaknya.

Pesan tersebut mengandung satu pengertian penting: menjaga keamanan tidak cukup dengan meminta orang lain bertindak. Setiap warga perlu memulai dari dirinya sendiri.

Orang tua memiliki tanggung jawab membimbing anak-anaknya. Tokoh masyarakat mempunyai ruang untuk merawat persaudaraan. Tokoh pemuda dapat menjadi penggerak kegiatan positif. Sementara lingkungan sosial perlu menghadirkan suasana yang mendukung tumbuhnya perilaku saling menghormati.

Di sinilah keluarga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan konflik. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pengawasan, tetapi juga perhatian, pendidikan moral, keteladanan, dan ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Sebab, membesarkan seorang anak bukan semata-mata memastikan ia pulang ke rumah. Lebih dari itu, orang tua perlu membimbingnya agar memahami batas antara keberanian dan kekerasan, antara persahabatan dan solidaritas yang keliru.

Polri Mengapresiasi Dukungan Masyarakat

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Didik Supranoto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan para tokoh masyarakat, khususnya tokoh perempuan dan pegiat sosial, yang turut mengajak warga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Makassar.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan unsur penting dalam membantu kepolisian mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk aksi perang kelompok.

“Kami mengapresiasi kepedulian dan dukungan para tokoh masyarakat yang turut mengajak warga menjaga anak-anak dan lingkungan masing-masing. Menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Didik.

Ia juga mengimbau para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, mengenali lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan pembinaan mengenai pentingnya persaudaraan dan bahaya tindakan kekerasan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta segera menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.

Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan membutuhkan kerja bersama. Kepolisian memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban, tetapi ketahanan sosial masyarakat juga tumbuh dari kesadaran setiap keluarga dan lingkungan.

Menjaga Anak, Menjaga Masa Depan

Ada sesuatu yang patut direnungkan ketika perang kelompok kembali menjadi perhatian masyarakat.

Di balik setiap pertikaian, selalu ada kehidupan yang dapat terganggu. Ada orang tua yang menyimpan kecemasan, ada keluarga yang mengkhawatirkan keselamatan anaknya, dan ada anak-anak lain yang sesungguhnya hanya ingin tumbuh dalam lingkungan yang aman.

Kota yang besar tidak selalu diukur dari gedung-gedung tinggi, jalan yang ramai, atau geliat ekonominya. Kemajuan juga terlihat dari kemampuan warganya menjaga kemanusiaan, menghormati perbedaan, dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Dalam pandangan agama, menjaga kehidupan, menghindari permusuhan, dan memelihara persaudaraan merupakan nilai luhur yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Kedamaian bukan hanya urusan hubungan antarmanusia, melainkan juga bagian dari tanggung jawab moral di hadapan Tuhan.

Karena itu, seruan menjaga anak dan lingkungan sepatutnya tidak berhenti sebagai pesan sesaat. Ia perlu menjadi kesadaran yang hidup di rumah, di sekolah, di lorong-lorong permukiman, dan di tengah pergaulan masyarakat.

Sebab, anak-anak bukan sekadar bagian dari hari ini. Mereka adalah pemilik masa depan yang sedang kita persiapkan.

Dan mungkin, salah satu bentuk kasih sayang terbesar yang dapat diberikan sebuah kota kepada generasinya adalah memastikan mereka tumbuh tanpa harus mengenal ketakutan akibat kekerasan.

Makassar adalah rumah bersama. Menjaganya bukan hanya tugas aparat, melainkan kehormatan dan tanggung jawab seluruh warganya.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *