Menjaga Bulir Keadilan di Atas Timbangan Sesama: Negara Hadir Merawat Dapur Rakyat

POLRI95 Dilihat

EDITORIAL PALAPA Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, SOPPENG — Di bawah langit Soppeng yang menaungi denyut kehidupan pagi, Pasar Sentral bergeming dalam riuh pasar yang tak pernah lelah. Di antara deretan karung-karung goni dan timbangan yang menggantung setia, ada napas panjang kehidupan yang dipertaruhkan setiap hari: butir-butir beras, lambang kemakmuran dan pelita di atas meja makan setiap keluarga.

Pada Kamis, 29 Oktober 2026, langkah-langkah kepedulian menapaki lorong-lorong pasar tersebut. Jajaran Polres Soppeng melalui Unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim, bersanding erat dengan Perum Bulog Cabang Soppeng serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, hadir bukan sekadar membawa aturan, melainkan membawa rasa aman. Mereka merajut asa, memastikan bahwa setiap butir nasi yang mengepul di piring rakyat bernilai jujur, wajar, dan terjangkau.

Sejak pukul 09.00 Wita, langkah sinergi lintas instansi ini berdetak seirama dengan denyut pasar. Berdasarkan peninjauan langsung di lapangan, potret harga komoditas pangan terekam dengan transparan:

  1. Beras premium menyapa di angka Rp14.666 per kilogram.
  2. Beras medium berdiri di kisaran Rp13.166 per kilogram.
  3. Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hadir sebagai sauh penenang di angka Rp12.000 per kilogram.

Angka-angka ini bukan sekadar deretan statistik dingin di atas kertas. Di balik setiap rupiahnya, terselip keringat petani yang membajak sawah dan peluh pedagang yang menjaga asa. Pengawasan ini menjadi wujud nyata koordinasi kolektif, sebuah ikhtiar agar pasar tetap menjadi ruang yang manusiawi, tempat keadilan bersemi dan rantai perdagangan berjalan tanpa ada yang merasa terbebani.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyuarakan esensi dari kehadiran negara di tengah pasar rakyat. Bagi beliau, pengawasan mutu dan harga bukan tentang mencari kesalahan, melainkan sebuah bentuk cinta dan perlindungan kepada sesama.

“Pengawasan ini bukan semata-mata untuk mengetahui perkembangan harga, tetapi juga memastikan aktivitas perdagangan berjalan secara wajar dan masyarakat mendapatkan akses terhadap bahan pangan dengan informasi harga yang transparan. Kami akan terus membangun koordinasi dengan instansi terkait agar setiap perkembangan di lapangan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolres.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ketahanan pangan adalah urat nadi peradaban. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan segenap elemen masyarakat adalah benteng pertahanan moral untuk mengantisipasi dini segala bentuk penyimpangan yang hendak mencederai hak-hak orang banyak.

Tepat pukul 10.00 Wita, kegiatan pengecekan tersebut paripurna. Namun, esensi dari kehadiran mereka tidak lantas surut bersama bubarnya kerumunan pasar. Ia tetap tinggal, meresap ke dalam sendi-sendi keadilan sosial.

Di atas setiap karung beras yang tertata di Pasar Sentral Soppeng, tersimpan doa-doa sunyi jutaan manusia yang menggantungkan hidupnya pada rezeki yang halal. Pangan bukan sekadar komoditas ekonomi yang diperjualbelikan; ia adalah anugerah Ilahi yang di dalamnya mengalir keringat manusia dan berkah bumi. Ketika negara hadir merawat timbangan dan menjaga kewajaran harga, sesungguhnya kita sedang merawat kemanusiaan itu sendiri—memastikan bahwa dapur setiap warga tetap mengebulkan harapan, dan keadilan sosial benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling sunyi di sudut-sudut negeri.

Keterangan Gambar: Jajaran Polres Soppeng bersama instansi terkait saat melaksanakan pengecekan harga dan mutu beras di Pasar Sentral Soppeng. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *