Narkoba Harus Diberantas hingga ke Akar, Generasi Muda Tak Boleh Menjadi Korban

BREAKING NEWS31 Dilihat

Ketua PW GP Ansor Sulawesi Selatan, Muhammad Ridwan Yusuf

EDITORIAL PALAPA
Suara Nurani Redaksi

SUARA PALAPA, MAKASSAR — Ada ancaman yang tidak selalu datang dengan suara gaduh. Ia dapat menyusup perlahan, merusak kesadaran, melemahkan harapan, lalu merenggut masa depan manusia tanpa banyak meninggalkan tanda. Narkotika adalah salah satu ancaman itu.

Karena itu, setiap langkah untuk memutus peredaran gelap narkotika patut mendapat dukungan. Namun, apresiasi terhadap keberhasilan aparat penegak hukum tidak boleh membuat pekerjaan besar ini dianggap selesai. Di balik setiap pengungkapan kasus, masih ada pertanyaan yang harus dijawab: sejauh mana jaringan di balik peredaran gelap itu dapat ditelusuri, dan mampukah penegakan hukum menjangkau seluruh mata rantainya?

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memberantas peredaran narkotika. Dukungan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan sejumlah kasus besar yang disebut berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba dalam jumlah signifikan.

Ketua PW GP Ansor Sulawesi Selatan, Muhammad Ridwan Yusuf, menilai upaya kepolisian tersebut merupakan bagian penting dari perlindungan masyarakat, terutama generasi muda yang rentan menjadi sasaran peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Dalam keterangannya pada Kamis (29/10/2026), Ridwan menyatakan dukungan organisasinya terhadap langkah Kapolri beserta jajaran dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkoba. Ia juga mengingatkan agar penindakan tidak berhenti pada penyitaan barang bukti dan penangkapan pelaku di lapangan.

Menurut Ridwan, aparat perlu menelusuri jaringan yang berada di balik penyelundupan, termasuk kemungkinan keterlibatan sindikat lintas negara apabila didukung bukti yang memadai.

Bagi Palapa, di sinilah ukuran kesungguhan pemberantasan narkotika harus diletakkan.

Penegakan hukum tidak cukup hanya memperlihatkan banyaknya barang bukti yang disita atau jumlah tersangka yang diamankan. Lebih dari itu, upaya tersebut harus mampu mengungkap hubungan antarpelaku, menelusuri aliran distribusi, serta mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga mengendalikan kejahatan dari balik layar.

Tentu, setiap langkah harus berpijak pada bukti, mengikuti prosedur hukum, dan menghormati asas praduga tak bersalah. Ketegasan tidak boleh mengabaikan keadilan. Sebaliknya, keadilan tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan kejahatan terus berkembang.

Tidak seorang pun boleh dinyatakan bersalah hanya karena dugaan atau prasangka. Namun, tidak pula boleh ada pihak yang kebal dari pemeriksaan hukum apabila bukti menunjukkan keterlibatannya.

Prinsip inilah yang harus menjaga pemberantasan narkotika tetap berada pada jalur yang benar: tegas terhadap kejahatan, cermat dalam pembuktian, dan adil terhadap setiap orang.

Menyelamatkan Generasi, Menjaga Masa Depan

Ancaman narkotika tidak berhenti pada individu yang mengonsumsinya. Dampaknya dapat merambat ke keluarga, lingkungan sosial, dunia pendidikan, hingga kehidupan masyarakat secara luas.

Di balik persoalan tersebut, ada orang tua yang menyimpan kecemasan, keluarga yang berjuang memulihkan keadaan, dan anak-anak muda yang masa depannya dapat terancam sebelum mereka sempat menemukan jalan hidupnya.

Karena itu, pemberantasan narkotika tidak boleh semata-mata dipahami sebagai urusan penangkapan dan penghukuman. Ia juga merupakan ikhtiar menjaga martabat manusia dan melindungi kesempatan generasi muda untuk tumbuh secara sehat, berpendidikan, serta produktif.

PW GP Ansor Sulawesi Selatan menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah peredaran narkotika. Ridwan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dan melaporkan dugaan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.

Ajakan tersebut patut didukung. Akan tetapi, kewaspadaan masyarakat harus disertai tanggung jawab. Informasi yang disampaikan kepada aparat perlu didasarkan pada hal-hal yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan kabar yang belum terverifikasi atau tuduhan yang berpotensi merugikan orang lain.

Masyarakat bukan penyidik, apalagi hakim. Peran masyarakat adalah membantu mencegah, memberikan informasi secara bertanggung jawab, dan menciptakan lingkungan yang tidak memberi ruang bagi peredaran gelap narkotika.

Di sisi lain, aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti informasi sesuai ketentuan yang berlaku, secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Ketegasan Harus Berjalan Bersama Pencegahan

Palapa memandang bahwa perang melawan narkotika membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan.

Kepolisian dan lembaga penegak hukum lainnya harus terus memperkuat penindakan terhadap jaringan peredaran gelap. Pemerintah perlu memperluas pendidikan dan pencegahan, sementara lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, keluarga, dan masyarakat harus mengambil bagian sesuai peran masing-masing.

GP Ansor, sebagai organisasi kepemudaan, menyatakan kesiapannya bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendorong generasi muda menjauhi narkotika melalui penguatan karakter dan kegiatan yang positif.

Komitmen tersebut akan semakin bermakna apabila diwujudkan dalam langkah nyata: pendidikan bahaya narkotika, kegiatan kepemudaan yang produktif, pendampingan bagi mereka yang membutuhkan pemulihan, serta penguatan lingkungan sosial yang sehat.

Sebab, anak muda tidak cukup hanya diperingatkan tentang apa yang harus dijauhi. Mereka juga perlu diberi kesempatan, ruang berkarya, pendidikan yang baik, dan harapan untuk membangun masa depan.

Pencegahan yang kuat tidak menggantikan penegakan hukum. Demikian pula, penegakan hukum tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan keluarga, pendidikan, dan masyarakat.

Keduanya harus berjalan beriringan.

Ketika Hukum Menjaga, Nurani Menguatkan

Pada akhirnya, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak semata-mata diukur dari besarnya barang bukti atau luasnya jaringan yang terungkap. Keberhasilan itu juga harus tercermin pada semakin terlindunginya masyarakat, semakin kuatnya pencegahan, dan semakin terbukanya kesempatan bagi generasi muda untuk menjalani kehidupan yang sehat dan bermartabat.

Palapa mengapresiasi dukungan PW GP Ansor Sulawesi Selatan terhadap upaya Polri memberantas peredaran gelap narkotika. Dukungan tersebut perlu diterjemahkan menjadi gerakan bersama yang konsisten, sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan ini tidak selesai dalam satu pengungkapan kasus.

Aparat harus terus bekerja dengan profesionalisme. Masyarakat perlu berpartisipasi dengan tanggung jawab. Organisasi kepemudaan harus hadir dengan keteladanan. Sementara negara berkewajiban memastikan bahwa penegakan hukum berjalan adil dan perlindungan terhadap warga tidak berhenti sebagai janji.

Ada masa depan yang harus dijaga di balik setiap langkah pemberantasan narkotika. Ada keluarga yang berharap anak-anaknya tumbuh tanpa kehilangan arah. Ada generasi yang berhak memperoleh kesempatan untuk bermimpi dan mewujudkan cita-citanya.

Sebab, ketika narkotika merampas masa depan, yang hilang bukan hanya kesehatan seseorang, melainkan juga sebagian harapan sebuah keluarga dan bangsa.

Dan ketika hukum berdiri tegak untuk melindungi kehidupan, tugas kita tidak berhenti pada tepuk tangan atas keberhasilan penindakan. Tugas kita adalah memastikan bahwa perlindungan itu terus hadir, keadilan tetap terjaga, dan tidak ada generasi yang dibiarkan kehilangan masa depannya dalam senyap.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *