Ketika Seragam dan Hati Lebur dalam Satu Kata: “Kita” — Merajut Damai di Tanah Lalabata Rilau

POLRI111 Dilihat

Keterangan Gambar: Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., tampak berbicara dengan penuh kehangatan di hadapan masyarakat Kelurahan Lalabata Rilau. Di bawah naungan spanduk bertuliskan semangat pengabdian, suara dan senyumnya menjadi jembatan batin yang merajut kedekatan antara kepolisian dan warga. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Petta Barang

SUARA PALAPA, SOPPENG – Di bawah naungan langit Soppeng yang tenang, Rabu, 28 Oktober 2026, waktu seolah berjalan sedikit lebih lambat di Aula Kantor Kelurahan Lalabata Rilau. Pukul 09.00 WITA pagi itu, bukan sekadar agenda birokrasi yang mempertemukan para pemangku kebijakan dengan warga. Ini adalah sebuah perjumpaan batin, tatapan mata yang jujur, dan sebuah dekap kehangatan antara pengayom dan masyarakatnya.

Di sana, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., duduk bersanding tanpa jarak dengan Lurah Lalabata Rilau A. Baso, jajaran pejabat utama (PJU) Polres Soppeng, serta puluhan warga. Tidak ada meja tinggi yang membatasi, tidak ada kaku yang mengekang. Yang ada hanyalah sebuah ruang terbuka, di mana suara hati rakyat didengar selayaknya alunan doa yang khusyuk.

Bagi AKBP Hari Budiyanto, keamanan bukanlah sekadar angka statistik dalam laporan harian, atau sunyinya patroli malam yang membelah jalanan gelap. Lebih dari itu, keamanan adalah buah dari kedekatan jiwa, sebuah rasa aman yang lahir tatkala warga merasa memiliki saudaranya di institusi kepolisian.

“Keamanan lingkungan bukanlah tugas yang bisa dipikul pundak seragam saja. Ia adalah ibadah sosial, tanggung jawab bersama yang menuntut kita untuk saling menjaga,” tutur AKBP Hari Budiyanto dengan nada lembut namun sarat makna.

Di ruangan sederhana itu, dialog mengalir mengalun perlahan. Warga diberi ruang seluas-luasnya untuk mengadu, berpendapat, hingga menumpahkan keresahan kecil yang kerap mengusik ketenangan malam mereka. Di sinilah nurani dihidupkan; ketika seorang abdi negara menundukkan kepala untuk mendengar, meresapi setiap keluh kesah, dan merajut solusi dalam balutan senyum kemanusiaan.

Dalam kesempatan yang sama, disosialisasikan pula layanan Call Center Polri 110. Sebuah jembatan digital agar pertolongan kian dekat dalam genggaman, mencerminkan semangat program 100 hari Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”. Namun, lebih dari sekadar nomor darurat, layanan tersebut adalah wujud janji sunyi: bahwa negara tidak pernah tidur dan selalu ada bagi mereka yang membutuhkan pertolongan.

Menjelang siang, pertemuan itu ditutup dengan jabat erat tangan yang penuh kehangatan. Langkah-langkah kecil warga kembali ke rumah masing-masing dengan membawa ketenteraman di dada.

Renungan Penutup:

Betapa rapuhnya sebuah negeri jika keamanan hanya dijaga oleh senjata, dan betapa kokohnya sebuah peradaban ketika hati manusia telah saling mengikat dalam rasa peduli.

Sebab pada akhirnya, kedamaian sejati bukanlah tentang ketiadaan ancaman, melainkan tentang hadirnya rasa aman di dalam hati setiap saudara kita—karena kita semua adalah penjaga bagi sesama.

Keterangan Gambar: Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., saat bertatap muka dan berdialog langsung dengan masyarakat Kelurahan Lalabata Rilau dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *