Jejak Rindu yang Pulang: Ketika Polsek Pammana Merajut Kembali Kasih Sayang yang Sempat Terurai di Tanah Wajo

POLRI144 Dilihat

Keterangan Gambar: Personel Polsek Pammana bersama kedua orang tua dan anak yang sempat hilang, menunjukkan Berita Acara Penyerahan di Mapolsek Pammana, Kabupaten Wajo. (Foto: Dokumentasi Polres/Polsek Pammana)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Sabri

SUARA PALAPA, WAJO – Waktu berjalan tanpa suara, membawa serta butir-butir doa yang tak pernah putus dipanjatkan oleh sepasang insan berhati gundah. Di Kolaka, Sulawesi Tenggara, tujuh bulan lamanya tirai malam dan fajar dilalui A. Suyuti bersama istrinya, Darma, dalam dekap rindu yang menggebu. Buah hati mereka, Yusuf, melangkah jauh meninggalkan rumah sejak 10 Maret 2026, menyusuri lorong-lorong takdir yang membawanya mengembara jauh dari pelukan keluarga. Dalam penantian yang panjang itu, hari-hari terasa hampa, diisi dengan kecemasan yang hanya bisa diredam oleh sujud panjang dan keyakinan bahwa Allah SWT tidak akan pernah menutup pintu petunjuk bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar.

Hingga akhirnya, takdir merajut jalannya sendiri di atas tanah Wajo. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026 sekitar pukul 17.30 Wita, sebuah informasi dari masyarakat melintas di Jalan Poros Bone-Wajo, Maroanging, Kelurahan Pammana. Berbekal kepekaan nurani dan rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai pengayom masyarakat, personel Polsek Pammana—Aiptu H. Saparuddin, S.H., Aiptu Sudiono, dan Aipda Edi Baco, S.H.—gerak cepat mengamankan seorang remaja yang ciri-cirinya amat mirip dengan laporan anak hilang yang selama ini dicari. Tanpa buang waktu, sang anak diamankan dengan penuh kelembutan di Mapolsek Pammana, sementara komunikasi lintas wilayah segera dihubungkan kepada keluarganya.

Minggu sore, 25 Oktober 2026, matahari mengatupkan sinarnya di langit Mapolsek Pammana. Suasana haru tak terelakkan ketika A. Suyuti dan Darma tiba, menatap wajah putra tercinta yang telah lama hilang dari pandangan mata. Bukti-bukti autentik berupa Kartu Keluarga dan berkas laporan kepolisian di polsek asal dicocokkan dengan teliti, sebelum akhirnya sebuah Berita Acara Penyerahan ditandatangani di atas meterai 10.000. Di bawah komando Kapolsek Pammana, AKP Ami Suandi, S.H., prosesi penyerahan ini bukan sekadar urusan administratif kepolisian, melainkan sebuah manifestasi nyata dari cinta kasih dan kehadiran institusi negara yang memanusiakan manusia.

Perpisahan yang mengoyak batin kini tuntas sudah, terbayar lunas oleh tetesan air mata kebahagiaan. Jarak ratusan kilometer antara Kolaka dan Wajo seakan runtuh oleh kekuatan rindu dan kebaikan sesama. Di balik seragam dinas yang gagah, para abdi negara di Polsek Pammana telah menunjukkan bahwa tugas kepolisian sejati bukan sekadar menegakkan hukum, melainkan juga merajut kembali hati yang terluka dan menyalakan harapan di tengah gulita.

Sebab pada akhirnya, setiap manusia diciptakan untuk saling menemukan, saling menguatkan, dan kembali pada dekapan kasih sayang yang abadi—karena sejauh apapun kaki melangkah, rumah dan keluarga adalah pelabuhan terakhir tempat jiwa menemukan kedamaian.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *