Keterangan Gambar:
Senyuman ketulusan dari para pemimpin di tanah Wajo, Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya, Bupati Wajo H. Andi Rosman, dan Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Harianto—menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan kolaborasi demi menjaga setiap langkah kehidupan warganya tetap aman di jalan raya. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)
PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
EDITORIAL PALAPA
Suara Nurani Redaksi
Oleh: Sabri
SUARA PALAPA, WAJO — Ketika fajar menyingsing di tanah Wajo, kehidupan berdenyut dalam ritme yang tergesa. Jalanan raya membentang bagaikan urat nadi peradaban—tempat ribuan asa, peluh, dan doa berpapasan setiap hari. Namun, di balik deru mesin dan roda yang berputar, tersemat sebuah tanya sunyi tentang arti sebuah kehati-hatian.
Menjawab panggilan nurani kemanusiaan tersebut, derap langkah tegap bersatu di Lapangan Mapolres Wajo, Jalan Rusa, Desa Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, pada Senin (26/10/2026). Di bawah kepemimpinan Kapolres Wajo, AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla, apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Pallawa Tahun 2026 resmi dikibarkan.
Bukan sekadar ritual seremonial baris-berbaris, kegiatan ini menjadi simfoni kebersamaan lintas instansi. Kehadiran Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Harianto, S.I.P., Bupati Wajo H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., Wakapolres Wajo Kompol H. Andi Syamsulifu, S.Sos., M.H., perwakilan Kajari Wajo Uznul Alim, S.H., M.H., Kabid Linmas dan Pengembangan SDM Yosep Lobo, S.IP., serta Kabid DMT Dinas Perhubungan Kabupaten Wajo Ambo Iri, S.Sos., M.Si., menjadi bukti nyata bahwa pilar-pilar daerah berdiri sehati, merajut asa demi melindungi setiap jiwa yang melintas di jalanan bumi Lamaddukelleng.
Keterangan Gambar: Kapolres Wajo AKBP Douglas Mahendrajaya bersama Bupati Wajo H. Andi Rosman dan Dandim 1406/Wajo Letkol Inf Harianto dalam suasana kebersamaan di Mapolres Wajo. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)
Mengusung tema besar “Polisi Bersama Masyarakat, Terwujudnya Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan,” operasi ini mengalirkan pesan mendalam: bahwa ketertiban bukanlah beban, melainkan bentuk cinta kasih kepada sesama. Pasukan gabungan yang terdiri dari prajurit TNI Kodim 1406/Wajo, jajaran kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga Senkom, berdiri berdampingan bukan untuk menakuti, melainkan menjadi penjaga keselamatan di setiap tikungan perjalanan warga.
Penyematan pita operasi yang dilakukan hari itu menjadi saksi bisu atas janji suci pengabdian. Bahwa di pundak mereka, tersimpan amanah besar untuk menekan angka pelanggaran dan, yang paling utama, menyelamatkan nyawa manusia dari petaka di jalan raya.
Namun, aparat tidak dapat berjalan sendiri. Keselamatan di jalan raya bukanlah monopoli pihak kepolisian, melainkan cerminan peradaban kita bersama. Setiap aturan lalu lintas yang dipatuhi, setiap helm yang dikaitkan dengan benar, dan setiap laju kendaraan yang direm dengan kesadaran—adalah bentuk ibadah sosial dan penghargaan tertinggi terhadap anugerah kehidupan.
Renungan Redaksi
Jalan raya adalah panggung kecil kehidupan. Di sana, kita semua adalah musafir yang tengah mengejar mimpi dan pulang kepada keluarga tercinta. Ingatlah, di rumah ada hati yang cemas menanti kedatangan kita, dan di setiap genggaman setir terdapat titipan nyawa yang tak ternilai harganya. Mari jadikan tertib berlalu lintas sebagai budi pekerti di jalan, sebab penyesalan selalu datang paling akhir, sementara keselamatan adalah hadiah terindah bagi mereka yang mencintai kehidupan.
PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.






