KETERANGAN GAMBAR:
SIAP KAWAL TAMU ALLAH: Kapolsek Pammana AKP Ami Suandi (kanan, menghadap barisan) memberikan arahan tegas kepada personel gabungan Polres Wajo dan Polsek Pammana saat memimpin apel kesiapan pengamanan penjemputan Jamaah Haji Kloter 10 Kabupaten Wajo di Pelataran Islamic Centre Ulugalung, Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Senin (8/6/2026) malam. Apel ini digelar untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan ribuan keluarga penjemput jamaah haji. (Foto: Dok. Humas Polres Wajo)
Oleh: Sabri
WAJO – Malam kian larut di Desa Lempa, Kecamatan Pammana, namun suasana di pelataran Islamic Centre Ulugalung justru mulai berdenyut kencang. Gurat kelelahan yang sempat hinggap di wajah ratusan penjemput seketika luruh, digantikan binar harap yang membuncah. Di sela-sela riuhnya obrolan keluarga yang menanti kepulangan sanak saudara dari Tanah Suci, tampak belasan pria berseragam kokoh berdiri tegak, membentuk barisan rapi di bawah temaram lampu jalanan Senin malam, 8 Juni 2026.
Waktu menunjukkan pukul 21.30 WITA ketika Kepolisian Resor (Polres) Wajo bersama Polsek Pammana menggelar apel kesiapan. Ini bukan sekadar rutinitas formalitas baris-berbaris. Ini adalah detak awal dari sebuah operasi kemanusiaan bertajuk kepedulian: memastikan kepulangan Jamaah Haji Kloter 10 Kabupaten Wajo mendarat kembali ke dekapan keluarga dengan selamat, tertib, dan tanpa hambatan.
Di bawah komando Kapolsek Pammana, AKP Ami Suandi, yang bertindak selaku Perwira Pengendali (Padal) Pengamanan, tatapan para personel tertuju lekat. Di sampingnya, KBO Satlantas Polres Wajo, IPDA Arya Digit Rusadi Pinaya, turut menyisir barisan dengan pandangan saksama. Malam itu, rompi hijau fluoresens milik personel Satlantas memantulkan cahaya, seolah menjadi penanda kesiapsiagaan di tengah kegelapan.
Ami Suandi sadar betul bahwa emosi massa penjemput haji kerap kali sulit dibendung. Kerinduan mendalam setelah berminggu-minggu terpisah samudera kerap membuat orang-orang merangsek maju, mengabaikan ketertiban jalan. Oleh karena itu, formasi pengamanan tidak boleh renggang sedikit pun. Instruksi tegas ditiupkan: personel Satlantas harus bergerak dinamis, menjalin komunikasi intens dengan Dinas Perhubungan demi menjinakkan potensi semrawutnya mobilitas kendaraan.
“Seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menempati titik pengamanan yang telah ditentukan. Koordinasi lintas instansi juga harus diperkuat agar arus kendaraan penjemput dapat berjalan tertib,” ujar Ami Suandi dengan nada baritonnya yang mantap saat memberikan arahan.
Tak ada ruang untuk kelonggaran. Di sudut barisan, personel dari Sie Propam Polres Wajo bergerak senyap melakukan pengecekan satu per satu atribut dan kesiapan fisik anggota. Pengawasan melekat ini menjadi bukti bahwa kepolisian ingin memberikan performa pelayanan terbaik tanpa cela bagi para ‘Tamu Allah’.
Tepat pukul 21.50 WITA, peluit akhir apel ditiup. Barisan membubarkan diri secara teratur, langsung menyebar menuju titik-titik krusial, mulai dari gerbang masuk Islamic Centre hingga simpul-simpul jalan trans yang rawan kemacetan. Di balik seragam dan rompi pemantul cahaya itu, ada komitmen kuat untuk mengawal kebahagiaan hingga fajar tiba. Situasi aman, tertib, dan kondusif menjadi modal utama malam itu, memastikan cerita suci dari Mekkah dapat dikisahkan dengan tenang di rumah masing-masing.






