Bhayangkari Peduli, Kapolres Soppeng Resmikan Sumur Bor Air Bersih di Marioriawa

POLRI119 Dilihat

Keterangan Gambar: Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Anie Hari Budiyanto dan jajaran Bhayangkari dalam peresmian sumur bor air bersih di Dusun Bera, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Fasilitas ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA
Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Idris

SUARA PALAPA SOPPENG — Ada kebutuhan yang begitu dekat dengan kehidupan manusia, tetapi nilainya kerap baru terasa ketika sulit diperoleh. Air adalah salah satunya. Ia mengalir dalam keseharian, menyertai pekerjaan rumah tangga, menjaga kebersihan, dan menopang kehidupan. Namun, bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkannya, setetes air bersih dapat menghadirkan harapan yang begitu berarti.

Di Dusun Bera, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, harapan itu diwujudkan melalui sebuah sumur bor air bersih.

Senin, 26 Oktober 2026, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, Ny. Anie Hari Budiyanto, meresmikan fasilitas air bersih tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bhayangkari Peduli dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026.

Peresmian itu bukan semata-mata penanda hadirnya sebuah fasilitas baru. Di balik sumur bor yang kini tersedia, tersimpan ikhtiar untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat—kebutuhan yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.

Air bersih bukan sekadar sesuatu yang mengalir dari sumbernya. Ia berkaitan dengan kesehatan keluarga, kebersihan lingkungan, serta ketenangan dalam menjalani aktivitas rumah tangga. Ketika akses terhadapnya terbatas, pekerjaan sederhana pun dapat terasa lebih berat.

Kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih menjadi latar belakang penyediaan sumur bor tersebut. Kehadirannya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga Dusun Bera dan sekitarnya, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dalam suasana kegiatan itu, Kapolres Soppeng menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan hal penting yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berarti bagi kehidupan masyarakat. Kami berharap keberadaan sumur bor ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Yang terpenting, fasilitas ini dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Pesan tersebut mengandung makna yang lebih luas daripada sekadar imbauan untuk menjaga sebuah fasilitas. Sebab, membangun sarana memang membutuhkan ikhtiar, tetapi mempertahankan manfaatnya memerlukan kepedulian yang terus hidup.

Sumur bor dapat menjadi sumber air bagi masyarakat. Namun, semangat gotong royonglah yang akan menjaga agar manfaatnya tetap mengalir, digunakan secara bijaksana, dan dirasakan bersama.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Soppeng didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, Ny. Anie Hari Budiyanto. Turut hadir Ketua Bhayangkari Ranting Marioriawa, Ny. Erna Mulyadi, bersama Pembina Bhayangkari Ranting Marioriawa, AKP Mulyadi, serta jajaran Seksi Sosial Bhayangkari Cabang Soppeng.

Kehadiran jajaran Bhayangkari dalam program sosial ini memperlihatkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Bagi Polri dan Bhayangkari, kepedulian tidak hanya berbicara tentang kehadiran dalam kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kepedulian menemukan maknanya ketika diwujudkan dalam ikhtiar membantu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Kapolres Soppeng juga berharap kegiatan sosial semacam ini dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polri dan Bhayangkari tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Semoga fasilitas ini menjadi sumber manfaat bagi warga dan semakin mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat,” tuturnya.

Harapan itu menjadi pengingat bahwa hubungan antara institusi dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui aturan dan pelaksanaan tugas. Kepercayaan juga tumbuh melalui perhatian, kebersamaan, dan tindakan nyata yang menyentuh kehidupan warga.

Di Dusun Bera, sebuah sumur bor kini diharapkan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Air yang mengalir darinya kelak akan digunakan untuk berbagai keperluan, menyertai aktivitas keluarga, serta membantu meringankan kesulitan yang selama ini dihadapi warga dalam memperoleh air bersih.

Manfaat itu mungkin tidak selalu hadir dalam peristiwa besar atau menjadi cerita yang panjang. Bisa jadi, ia terasa dalam pekerjaan rumah tangga yang lebih mudah, lingkungan yang lebih terjaga kebersihannya, atau waktu yang dapat digunakan untuk kegiatan lain karena kebutuhan air lebih mudah dipenuhi.

Di situlah arti sebuah kepedulian menemukan tempatnya: dalam perubahan sederhana yang membuat kehidupan manusia menjadi sedikit lebih baik.

Melalui program Bhayangkari Peduli, Bhayangkari Cabang Soppeng berharap keberadaan sumur bor tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Bera dan sekitarnya. Semangat kebersamaan juga diharapkan terus tumbuh agar fasilitas itu terpelihara dan dapat digunakan untuk kepentingan bersama dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, air mengajarkan manusia tentang kehidupan. Ia mengalir tanpa memilih siapa yang berhak menerimanya. Ia memberi kehidupan tanpa meminta manusia membalasnya dengan kemewahan.

Barangkali, di tengah kehidupan yang kerap mengukur keberhasilan melalui sesuatu yang besar dan gemerlap, sumur bor di sebuah dusun mengingatkan kita pada hal yang lebih mendasar: bahwa kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang megah. Terkadang, ia cukup berupa jalan keluar bagi kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan manusia.

Sebab, ketika air bersih lebih mudah dijangkau, yang terbantu bukan hanya pekerjaan rumah tangga, melainkan juga harapan untuk menjalani hari dengan lebih baik.

Dan ketika setetes air mampu menghidupkan harapan, di sanalah kepedulian menemukan maknanya, bukan sekadar sebagai kata yang diucapkan, melainkan sebagai kebaikan yang dirasakan dan dijaga bersama.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *